Sunday, March 10, 2013

Mahathir dan Perang.


Mahathir dan Perang.

Ketika orang Arab Palestin meletup kan diri di pasar dan di hentian Bas di Israel , satu waktu dahulu, Tun mahathir ada menegur dan boleh di kata kan mengecam juga tindakan itu , kerana tidak bersetuju dengan cara orang Palestin melaku kan sebegitu.

Tetapi akibat emosi kebencian rakyat Malaysia kepada Israel, maka Tun Mahathir di hentam oleh sebaghagian besar orang orang PAS dan ulama nya.Kerana amat seronok melihat kematian ramai orang Israel.

Tun Mahathir walau pun di tuduh sekular , tetapi berpandangan lebih Islam dari para ulama dan pemimpin PAS.
 
Malah beliau memetik tentang ajaran nabi melalui ayat Quran tentang undang undang peperangan di dalam Islam.

Untuk itu, Islam menetapkan agar pembunuhan hanya di medan perang dan tidak boleh diperluaskan ke luar medan. Hanya yang terbabit dalam peperangan dibunuh. Adapun golongan musuh yang tidak menyertai peperangan, mereka tidak dibunuh selagi tidak menzahirkan permusuhan dan penentangan bersenjata.

"Sesungguhnya seorang wanita didapati terbunuh dalam satu peperangan (yang disertai Nabi saw), maka baginda pun melarang membunuh wanita dan kanak-kanak." (Riwayat al-Bukhariy dan Muslim). Kata al-Imam al-Syafiie dalam kitab al-Umm, jilid 4, "Tidak diharuskan sesiapa pun di kalangan Muslimin untuk sengaja membunuh wanita dan kanak-kanak (dalam peperangan), kerana Rasulullah saw melarang membunuh mereka

Tun Mahathir ketika itu menegur tentang betapa letupan diri itu di lakukan sebagai "membunuh diri" dan yang terbunuh di pasar dan di hentian bas itu ada lah wanita , kanak kanak dan orang Tua. Mereka yang "non-combatant" dan bukan golongan zalim atau melampaui batas.

Pada hal penceroboh dari Sulu ini segala syarat untuk mem bunuh oleh Polis dan askar Malaysia sudah menjadi harus malah wajib kerana telah melanggari syarat.Itu sebab nya Tun Mahathir beri pandangan boleh hapus kan sahaja atau serang habis habisan.

Petikan ayat ini boleh di rujuk-
"Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu) maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang zalim". Al-Baqarah, ayat 193.

Mereka selain menipu dan berhelah menipu bendera putih telah melakukan kezaliman terhadap jenazah kepada anggota Polis kita.

Di dalam Islam secara ringkas nya ada undang undang Perang, ia itu tidak boleh membunuh Kanak kanak, wanita, dan orang tua yang uzur.Selain itu mereka yang berlindung di rumah ibadat , tidak kira agama apa pun.Dan selebih nya mereka yang istihar kalah.

Pada Convention Geneva selepas perang dunia kedua syarat moden peperangan antara nya ada lah , tidak boleh membunuh Prisoners of War, mereka yang kibar bendera putih, mereka yang sedang turun dengan payung terjun sehingga menjejak kaki ke tanah dengan syarat mengangkat tangan (surrender).

Selain itu mana mana pihak berperang tidak boleh menyerang ambulan atau menembak mereka yang memakai lencana "medic" dan mana mana doktor dari pihak mana akan tetap kena selamat kan yang cedera walau pun musuh nya.
~

Doa Masuk Pasar


‎Doa Masuk Pasar

لا إِلَه إِلَّا اللَّه وَحْده لا شَرِيك لَهُ، لَهُ الْمُلْك وَلَهُ الْحَمْد، يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ

حَيّ لا يَمُوت، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلّ شَيْء قَدِير، كَتَبَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ

حَسَنَةٍ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ، وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ – وفي رواي
ة:

وبنى له بيتاً في الجنة

“Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiit, wa huwa hayyun laa ya yamuut, bi yadihil khoir, wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir”

[Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dialah yang maha hidup dan tidak pernah mati, ditangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia Maha Mampu atas segala sesuatu]”

(Barang siapa yang membaca dzikir ini saat masuk ke pasar-pent) maka Allah akan menuliskan baginya satu juta kebaikan, menghapuskan darinya satu juta kesalahan, dan meninggikannya satu juta derajat – dalam riwayat lain: dan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga –

HR at-Tirmidzi (no. 3428 dan 3429), Ibnu Majah (no. 2235), ad-Daarimi (no. 2692) dan al-Hakim (no. 1974) dari dua jalur yang saling menguatkan.

~http://muslimah.or.id

Saturday, March 9, 2013

Perbanyaklah Zikir Membaca “Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim” ...





Perbanyaklah Zikir Membaca “Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim” ...

“Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim”, Artinya “Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah yang Maha Agung.”

Zikir dengan menggunakan lafal “Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim” merupakan salah satu kalimat yang banyak dianjurkan di dalam hadits-hadits Nabi saw, antara lain sebagai berikut:

1) Rasulullah Saw bersabda : “Dua kalimat yang ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan, dan disukai oleh (Allah) Yang Maha Pengasih, yaitu kalimat subhanallah wabihamdihi, subhanallahil ‘Azhim (Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya, Mahasuci Allah Yang Maha Agung).” (HR Bukhari 7/168 dan Muslim 4/2072);

2) Rasulullah Saw bersabda : “Sesungguhnya sebaik-baik ucapan kepada Allah SWT adalah kalimat subhanallah wa bihamdihi.” (HR Muslim dan Tirmidzi).

3) Diriwayatkan dari Abi Dzar. Rasulullah pernah ditanya, “Perkataan apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Yang dipilih oleh Allah bagi para malaikat dan hamba-hamba-Nya, yaitu subhanallah wabihamdihi (Mahasuci Allah dengan segala puji bagi-Nya).” (HR Muslim).

4) Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa mengucapkan subhanallah wabihamdihi seratus kali dalam sehari, ia akan diampuni segala dosanya sekalipun dosanya itu sebanyak buih di laut.” (HR Muslim dan Tirmidzi)

5) Ibnu Umar ra meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw berkata kepada para sahabatnya, “Ucapkanlah subhanallah wa bihamdihi sebanyak seratus kali. Barangsiapa mengucapkannya satu kali maka tertulis baginya sepuluh kebaikan, barangsiapa mengucapkannya sepuluh kali maka tertulis baginya seratus kebaikan, barangsiapa mengucapkannya seratus kali maka tertulis baginya seribu kebaikan, barangsiapa menambahnya maka Allah pun akan menambahnya, dan barangsiapa memohon ampun, niscaya Allah akan mengampuninya.”

6) Dalam kitab “Syarhul Washiyah” diterangkan sebuah hadits mengenai keutamaan dzikir subhanallah wa bihamdihi. Dikatakan bahwa kalimat subhanallah wa bihamdihi adalah kalimat yang sangat dicintai Allah swt dan merupakan kalimat yang paling utama dari kalimat-kalimat lainnya.

Barangsiapa mengucapkannya maka akan tertulis baginya kebaikan yang banyak dan Allah akan menghapus dosa orang yang mengucapkannya walau dosa orang tersebut lebih banyak daripada buih yang ada di lautan.

7) Dalam musnad Imam Ahmad diceritakan bahwa ketika menjelang ajal Rasulullah saw, Beliau memanggil putrinya dan berkata, “Aku perintahkan engkau agar selalu mengucapkan subhanallah wa bihamdihi, karena kalimat tersebut merupakan doa seluruh makhluk dan dengan kalimat itulah semua makhluk mendapat limpahan rezeki.”

8) Abu Dzar berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah saw amal apakah yang paling dicintai Allah swt. Beliau menjawab, ‘Yang telah dipilih Allah untuk para Malaikat-Nya, yaitu subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adzim.”

9) Diriwayatkan dalam “Shahih Bukhari” bahwa suatu ketika datang seorang lelaki mengeluhkan keadaannya kepada Rasulullah saw. Ia berkata, “Dunia ini telah berpaling dariku dan yang telah kuperoleh dari tanganku sangatlah sedikit.” Rasulullah saw bertanya kepadanya, “Apakah engkau tidak pernah membaca doanya para Malaikat dan tasbihnya seluruh makhluk yang dengan itu mereka mendapat limpahan rezeki?” Lelaki itu bertanya, “Doa apakah itu wahai Rasulullah?”

Rasulullah saw menjawab, “Subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adzim, dan beristighfarlah kepada Allah sebanyak seratus kali diantara waktu terbitnya fajar hingga menjelang waktu shalatmu, dengan itu dunia akan tunduk dan merangkak mendatangimu, dan Allah menciptakan dari setiap kalimat tersebut Malaikat yang selalu bertasbih kepada Allah hingga hari kiamat dan untukmu pahalanya.”

10) Dalam hadit riwayat Imam Muslim, zikir dengan ucapan lafal “ Subhanallahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi,wa ridhaka nafsihi, wa ziinata ‘Arsyihi, wa midada kalimatihi’(Maha Suci Allah dan segala puji bagiNya sebanyak bilangan makhlukNya, dan sebesar ridha diriNya, dan seberat ‘Arasy-Nya,dan sebanyak hitungan kalimatNya).’ (Hadis riwayat Muslim)

Sahabatku...

Hadits-hadits di atas sudah cukup menunjukkan bobot yang dimiliki dalam kalimat “Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim” . Sebuah kalimat yang mudah untuk diucapkan maupun dihafal. Bahkan, bagi seorang muslim yang buta huruf juga sangat mudah untuk dipelajari.

Tidak menutup kemungkinan bahwa Allah ingin mengajarkan kepada hamba-hamba-Nya yang ikhlas beribadah kepada-Nya untuk dapat melakukan ibadah walaupun dengan kalimat yang ringan dan mudah untuk diucapkan.

Kalimat “Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim” merupakan kalimat yang penuh manfaat. Kandungan hikmah yang terdapat dalam lafal tersebut jika dibandingkan dengan apa pun tidak akan dapat tertandingi.

Mohd Hairi Nonchi - mendulang cinta Ilahi Dengan Ittiba' Al- Rasul


 



Mendulang Cinta Ilahi Dengan Ittiba' Al-Rasul, terbitan Perniagaan Jahabersa, Johor Bahru, 2013 (363 halaman, soft cover).

 Synopsis :

Kecintaan orang yang benar-benar beriman dan cinta kepada Tuhannya ini tidak hanya bernoktah kepada pengakuan di bibir sahaja akan tetapi juga disusuli dengan upaya untuk mengetahui dan seterusnya mempraktikkan cara-cara yang syar’I dalam usaha menggapai cinta agung tersebut dalam erti kata yang sebenarnya.

 Author : Mohd Hairi Nonchi
 Price: RM 25.90
 
Sinopsis: http://www.jahabersa.com.my/ms/tauhid/mendulang-cinta-ilahi-dengan-ittiba-al-rasul

Rujuk ke :

Surat Dari seorang wanita Kristen yang bebas dari kekejaman rezim Assad di Suriah

 
 
Surat Dari seorang wanita Kristen yang bebas dari kekejaman rezim Assad di Suriah-

"Saudaraku muslim... Aku tidak peduli jika mereka menyebutmu sebagai Teroris! Selama kau bebas dan membelaku, maka jenggotmu menghormatiku."

Begitu besar penghormatan Mujahidin di Suriah, dan diakhirat sudah siap Pahala dan Ganjaran yang besar...
''Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.''

[at taubah .111]'

Adapun umat islam di suryyah  telah berjuang melawan kaum syiah yg mendengki terhadap islam , kaum syiah telah mengkafirkan para sahabat dan istri istri Rasulullah, mengatakan bahwa alQuran sudah dirubah serta menghalalkan (merampas) darah , harta dan kehormatan ahlus sunnah.

Semoga Allah memenangkan ahlus sunnah , serta memberi balasan pada mereka bersama orang orang yg menolong perjuangan mereka, karena telah menolong agama Allah dan Rasul-Nya serta menolong dan melindungi darah , harta dan kehormatan ahlus sunnah dari kejahatan dan makar kaum syiah .

''Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.''

[QS Mukhammad .7]

Aamiin

~ISLAMIC UNITED

Cara bijak Memarahi anak

Wahai ibu bapa...

Memarahi anak secara mendadak, tiba-tiba dan tanpa berfikir jernih akan mendorong anak menjadi kebal hukuman. Ia tidak lagi takut terkena herdikan, cubitan atau bahkan pukulan yang paling keras sekalipun..
Boleh marah anak tetapi bukan untuk menuruti emosi kita...
Ada cara bijak untuk memarahi anak.


Cara Bijak Memarahi Anak
 
Part 1
Kekadang kita harus memarahi anak, ini bukan bererti kita meninggalkan kelembutan, sebab memarahi dan sikap lemah-lembut bukanlah dua hal yang bertentangan.
Kita selalunya tidak mampu meredakan emosi tatkala berdepan perilaku anak yang kurang sopan. Kita menegur anak bukan kerana ingin membetulkan kesalahan tetapi kerana ingin meluahkan rasa marah.

Memang bukan mudah untuk menahan tatkala berhadapan situasi ini, namun kita PERLU TERUS MENERUS BELAJAR MEREDAKAN EMOSI saat menghadapi anak, terutama semasa menghadapi perilaku mereka yang membuat kita ingin berteriak dan melalak. Jika kita tidak berjaya menahan emosi itu, teguran kita tidak akan efektif. Bahkan anak kita akan semakin menunjukkan "kenakalannya"..Betul tak?

Walau sesulit mana dan masih sering gagal untuk menahannya...kita perlu berusaha untuk MENENANGKAN EMOSI saat menghadapi anak sebelum menegur mereka, SEBELUM kita
MEMARAHI mereka..


 
Part 2: Ajarkan kepada mereka konsekuensi (akibat/kesan), bukan ancaman
Anak-anak belajar dari kita. Mereka suka mengancam kerana kita sering mengancam. Mereka melihat bahawa dengan cara mengancam, apa yang diinginkannya dapat tercapai.. Dari kita, mereka juga belajar meluapkan kemarahannya untuk menunjukkan "kenakalannya". Namun begitu ada juga banyak faktor luar seperti rakan sebaya yang mempengaruhi yang boleh mengubah tingkahlaku anak.

Cara ancaman pada anak seringkali tidak menghasilkan perubahan yang baik. Ancaman tidak banyak memberi manfaat untuk menghentikan kenakalan anak atau perilaku yang membuatkan sejuk mata memandangnya. 


Sebaliknya ancaman akan membuatkan anak merasa ibu bapanya tidak menyayangi ketika kita meneriakkan ancaman di telinga mereka. Kita asyik memberi ancaman kepada mereka kita sering lupa menunjukkan apa yang seharusnya dilakukan oleh anak... "Adik jangan kacau abang nak buat kerja sekolah"
"Jangan melompat nanti tumpaaaahh!!!kan abah tariiiiiiiikk telinga ni"



Apa yang sepatutnya kita lakukan?

 
1. Pegang pada prinsip adalah buruk menghukum tanpa memberikan penjelasan(qubhunal 'iqab bila bayan). Berbual dan bercerita tentang peraturan/adab, semasa duduk bersama dengnan anank-anak dalam SUASANA YANG MESRA.

 
2. Dalam anak nak mematuhi peraturan/adab kita boleh berkerjasama dengan anak-anak. Contohnya minta anak agar tenang ketika ada tetamu, jika anak meninginkan sesuatu hendaklah dia sampai kan kepada ibu bapanya dengan baik-baik dan bersabar apabila permintaan anak belum dipenuhi.


Kita boleh menceritakan pada anak tentang akibat/kesan apa yang akan berlaku apabila anak-anak mengamuk semasa ada tetamu. Ini disampaikan dengan nada yang sangat mesra dan rapat. Bukan secara nada ancaman. 


Bila anak melakukan hal negatif yang sangat mengganggu, ibubapa boleh meningatkan kembali anak tentang peraturan dan sekali lagi dalam nada yang bukan ancaman. Ibu bapa perlu berusaha untuk konsisten melakukan ini...walaupun ia sangaaaaaat susah.

Di sinilah sangat sukar...kita seringkali mudah hilang kawalan emosi. Kita lebih mudah melalak/menjerit dan sewaktu denganya saat marah, tetapi LUPA untu KONSISTEN...

Astagfirullahal a'zim....


 Part3: " Kan ummi dah cakap banyak kali"

Tingkahlaku yang kurang sopan mudah diingat, lebih memberkas dan cenderung menggerakkan kita segera bertindak. Sebaliknya tingkahlaku positif cenderung untuk kita kurang memberi komen/balasan, kecuali jika tingkahlaku tersebut benar-benar mengesankan kita...Kita mudah ingat tingkahlaku negatif anak, sementara anak mungkin tidak boleh melupakan tindakan kita yang menyakitkan hatinya...
Salah satu kebiasaan umum kita yang menyakitkan hati anak sehingga melemahkan jati dirinya adalah ungkapan,"Kan ummi dah cakap banyak kali, tapi kamu tak nak dengar"

Ungkapan ini memang berkesan untuk membuatkan anak duduk diam. Tetapi dia diam kerana harga dirinya jatuh, bukan kerana menyedari kesalahan.


Jika ini sering terjadi, anak akan memiliki jati diri yang buruk. Kesan seterusnya, konsep diri dan harga diri (self esteeem) anak akan lemah. Anak belajar memandang dirinya secara negatif, sehingga lupa dengan kebaikan dan kehebatan yang dia miliki...

Begitu juga kesan pada kita, semakin sering kita berkata seperti itu kepada anak, kita akan semakin mudah berreaksi secara impulsif. Kita telah menanam dalam separa minda kita bahawa anak-anak kita memang degil dan susah nak dengar cakap dan dinasihati.

Ayuh bermula saat ini kita DELETE ungkapan seperti...
"Tu lah kan abah dah pesan"
"Padan muka"
"Rasakan"
"Kan ummi dah cakap banyak kali"
dan sewaktu denganya...

Kuatkan TEKAD untuk berkata yang lebih positif..
"Bertuahnya anak ni...""Solehnya anak ni...""Hebatnya anak ni..."


 
Ingatlah Allah SWT setiap masa




~ AnakkuSayang.com

Guru nak mendidik anak murid untuk bertanggung jawab mengemas tempat tidur dan membantu rakan yang lain..




 Anak-anak di tadika baru bangun tidur...bantal dan alas tidur belum dikemaskan..Guru nak mendidik anak murid untuk bertanggung jawab mengemas tempat tidur dan membantu rakan yang lain..Anak-anak di tadika ini selalu dicerita tentang bestnya masuk syurga..

Guru : Anak-anak, nak tahu tak dalam syurga kita akan dapat apa yang kita minta, contohnya nak permainan, ting terus dapat, nak makan ayam goreng Upin Ipin ting terus dapat..
Anak-anak murid : Nak masuk syurgaaa..(sambil mengangkat tangan beria-ria)
Guru : Orang nak masuk syurga mesti dapat pahala banyak2, tolong cikgu kemaskan tempat tidur in sha Allah dapat pahala, Allah sayang orang yang tolong cikgu, kawan-kawan dan ibu bapa. Bila Allah dah sayang kita Allah akan bagi pahala..
Umar (murid paling hero dikelas) terus susun bantal-bantal banyak2 dan bawa ke tempat simpanan..sambil guru memuji
Guru : Alhamdulillah, gagah dan hebat Umar ni angkut bantal banyak-banyak, cikgu doakan Umar disayangi Allah dan dapat masuk syurga

Kawan-kawan yang lain ikut serta mengemas alas tidur dan bantal..petang tu kerja dan stress guru pun kurang..harmoni sungguh tadika..tak perlu nak jerit-jerit minta anak-anak mengemas..

Guru : Alhamdulillah hebat2 anak-anak cikgu ni..cikgu doakan semua orang disayangi Allah dan dapat masuk syurga..aminnn

Kita boleh praktikkan di rumah agar kurang stress kita nak marah anak dan kerja rumah menjadi ringan,walaupun apa yang anak kita buat tu  tak  sekemas yang kita lakukan..