Showing posts with label Syiah Sesat. Show all posts
Showing posts with label Syiah Sesat. Show all posts

Wednesday, April 2, 2014

Habib Zain al-Kaff (Pakar Syiah dari Jawa Timur): “Waspadai Syi’ah!”


[Al Kulaini, salah saorang ulama penting Syi’ah, menulis dalam kitab Al Kahfi, bahwa sepeninggal Rasululloh, semua sahabat murtad, kecuali beberapa orang saja. Padahal, dalam Alquraan, Alloh jelas-jelas memuji sahabat. Allooh ridho pada mereka, dan mereka pun ridho pada Alloh. Demikian jelas Habib Zain.]

.

Jakarta – Indonesia saat ini sedang mengalami pemurtadan besar-besaran. Baik pemurtadan dari Islam kepada agama lain, atau dari Islam kepada aliran-aliran sesat. Saat ini, aliran-aliran sesat sengaja dikembangkan di Indonesia untuk merusak iman kaum muslimin. Demikian tutur Al Ustadz Al Habib Ahmad Zain Al Kaff dalam acara Tabligh Akbar dengan tema: “Memperkokoh Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dari Ancaman Penyimpangan Ajaran Syi’ah”, pada hari Ahad, 30 Maret 2014, di Jalan Otista II, Jakarta Timur.
Ketua Yayasan Albayyinat dan PWNU Jawa Timur ini menyatakan bahwa aliran-aliran sesat yang tumbuh subur di negara Indonesia belakangan ini sengaja diimpor dari negara lain. Dari Amerika, masuk aliran sesat Jaringan Islam Liberal. Dari India, masuk Ahmadiyah. Dari Iran, masuk Syi’ah Rofidhoh, yang di Indonesia mereka mengaku sebagai mahzab ahlul bait.

“Aliran sesat yang paling berbahaya yang masuk ke Indonesia adalah Syi’ah. Kenapa? Sebab, mereka didukung negara besar yang kaya: Iran. Dan mereka bekerja keras siang malam untuk memasukkan paham mereka ke Indonesia,” jelas Habib, yang sejak bertahun-tahun lalu, sudah gencar menyeru tentang bahaya Syi’ah.

Sejak dini, generasi mudah Ahlus Sunnah mestinya diberi pemahaman yang benar mengenai hakikat kesesatan Syi'ah, agar mereka dapat melindungi aqidahnya dari kerusakan.

Sejak dini, generasi mudah Ahlus Sunnah mestinya diberi pemahaman yang benar mengenai hakikat kesesatan Syi’ah, agar mereka dapat melindungi aqidahnya dari kerusakan.
“Mereka (Syi’ah) melakukan pendekatan kepada tokoh-tokoh kita. Banyak tokoh kita diundang tamasya ke Iran. Tokoh-tokoh yang pernah ditamasyakan ke Iran, pasti ada apa-apanya. Karena itu, jangan heran ketika mereka dengan lantang bicara membela Syi’ah, dan berani mengatakan bahwa Syi’ah tidak sesat. Padahal, mudah sekali mengetahui suatu aliran dikatakan sesat atau tidak. Tinggal kita cocokkan saja apakah ia sesuai Alqura’an dan Assunnah atau tidak.”
Habib Zain juga menyatakan keprihatinannya terhadap banyaknya mahasiswa kita yang mudah tertipu iming-iming beasiswa. Kata beliau, ,“Banyak mahasiswa yang berangkat masih muslim, ketika pulang, mereka sudah murtad (menjadi Syi’ah).”
Habib yang juga penulis banyak buku tentang kesesatan Syi’ah ini menyatakan bahwa ketika kita ingin mengkaji sesatnya Syi’ah, mestinya kita rujuk langsung pada kitab rujukan mereka. Jangan mengikuti kata-kata tokoh semisal Jalaluddin Rakhmat, atau tokoh-tokoh lainnya. Tetapi, ketahuilah bagaimana Syi’ah dari rujukan asli mereka, semisal Kitab Al Kahfi.
Dalam kitab tersebut, Al Kulaini, salah saorang ulama Syi’ah, menulis bahwa sepeninggal Rosuulullooh, semua sahabat murtad, kecuali beberapa orang saja. Padahal, dalam Alqura’an, Alloh jelas-jelas memuji sahabat. Alloh ridho pada mereka, dan mereka pun ridho pada Alloh. Demikian jelas Habib Zain.
Habib Zain termasuk salah satu tokoh yang sejak tahun 80-an aktif mensosialisasikan pada ummat mengenai bahaya Syi'ah.

Habib Zain termasuk salah satu tokoh yang sejak tahun 80-an aktif mensosialisasikan pada ummat mengenai bahaya Syi’ah.
Beliau juga menyatakan bahwa klaim Syi’ah sebagai pecinta ahlul bait itu hanya bualan belaka. Bagaimana mungkin mereka mengaku cinta ahlul bait, tetapi mengutuk istri Rosul? Sebab, para istri Rosul itu termasuk bagian dari ahlul bait.

Orang-orang Syi’ah menuduh Ummul Mukminin Aisyah Rodhiyallohu ‘Anha melakukan selingkuh. Bahkan menistakan beliau dengan menuduhnya sebagai pelacur. Padahal, dalam Alqura’an, Alloh sudah menjelaskan kesucian beliau (A’isyah)
.
Berkaitan dengan hujatan dan penistaan orang-orang Syi’ah terhadap Ummul Mukminin, Habib Zain al-Kaff bertanya kepada jama’ah yang hadir dalam tabligh akbar tersebut: “Sekarang, saya tanya, apa yang sudah Saudara lakukan untuk membela Rosul? Apa bukti bahwa Saudara cinta Rosul?”

“Waspadai Syi’ah. Jika mereka minoritas dan lemah, mereka akan mengajak taqriib, mengajak ukhuwwah Islaamiyyah. Tetapi, lihatlah, ketika mereka mayoritas, mereka menindas Ahlus Sunnah.”

Dalam tabligh akbar tersebut, berulang kali Habib Zain mengajak kaum muslimin untuk mewaspadai Syi’ah. Bahkan, beliau menyatakan siap berjihad melawan Syi’ah.

Laporan dari Muhammad Faisal, S.Pd, M.MPd/Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat
By nahimunkar.com on 2 April 2014

(nahimunkar.com)
- See more at: http://www.nahimunkar.com/habib-zain-al-kaff-pakar-syiah-dari-jawa-timur-waspadai-syiah/#sthash.6wquNPY3.dpuf

Habib Zain al-Kaff (Pakar Syiah dari Jawa Timur): “Waspadai Syi’ah!”

Habib Zain al-Kaff (Pakar Syiah dari Jawa Timur): “Waspadai Syi’ah!”
Al Kulaini, salah saorang ulama penting Syi’ah, menulis dalam kitab Al Kahfi, bahwa sepeninggal Rasululloh, semua sahabat murtad, kecuali beberapa orang saja. Padahal, dalam Alquraan, Alloh jelas-jelas memuji sahabat. Allooh ridho pada mereka, dan mereka pun ridho pada Alloh. Demikian jelas Habib Zain.
.
 
Jakarta – Indonesia saat ini sedang mengalami pemurtadan besar-besaran. Baik pemurtadan dari Islam kepada agama lain, atau dari Islam kepada aliran-aliran sesat. Saat ini, aliran-aliran sesat sengaja dikembangkan di Indonesia untuk merusak iman kaum muslimin. Demikian tutur Al Ustadz Al Habib Ahmad Zain Al Kaff dalam acara Tabligh Akbar dengan tema: “Memperkokoh Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dari Ancaman Penyimpangan Ajaran Syi’ah”, pada hari Ahad, 30 Maret 2014, di Jalan Otista II, Jakarta Timur.
Ketua Yayasan Albayyinat dan PWNU Jawa Timur ini menyatakan bahwa aliran-aliran sesat yang tumbuh subur di negara Indonesia belakangan ini sengaja diimpor dari negara lain. Dari Amerika, masuk aliran sesat Jaringan Islam Liberal. Dari India, masuk Ahmadiyah. Dari Iran, masuk Syi’ah Rofidhoh, yang di Indonesia mereka mengaku sebagai mahzab ahlul bait.
“Aliran sesat yang paling berbahaya yang masuk ke Indonesia adalah Syi’ah. Kenapa? Sebab, mereka didukung negara besar yang kaya: Iran. Dan mereka bekerja keras siang malam untuk memasukkan paham mereka ke Indonesia,” jelas Habib, yang sejak bertahun-tahun lalu, sudah gencar menyeru tentang bahaya Syi’ah.
Sejak dini, generasi mudah Ahlus Sunnah mestinya diberi pemahaman yang benar mengenai hakikat kesesatan Syi'ah, agar mereka dapat melindungi aqidahnya dari kerusakan.
Sejak dini, generasi mudah Ahlus Sunnah mestinya diberi pemahaman yang benar mengenai hakikat kesesatan Syi’ah, agar mereka dapat melindungi aqidahnya dari kerusakan.
“Mereka (Syi’ah) melakukan pendekatan kepada tokoh-tokoh kita. Banyak tokoh kita diundang tamasya ke Iran. Tokoh-tokoh yang pernah ditamasyakan ke Iran, pasti ada apa-apanya. Karena itu, jangan heran ketika mereka dengan lantang bicara membela Syi’ah, dan berani mengatakan bahwa Syi’ah tidak sesat. Padahal, mudah sekali mengetahui suatu aliran dikatakan sesat atau tidak. Tinggal kita cocokkan saja apakah ia sesuai Alqura’an dan Assunnah atau tidak.”
Habib Zain juga menyatakan keprihatinannya terhadap banyaknya mahasiswa kita yang mudah tertipu iming-iming beasiswa. Kata beliau, ,“Banyak mahasiswa yang berangkat masih muslim, ketika pulang, mereka sudah murtad (menjadi Syi’ah).”
Habib yang juga penulis banyak buku tentang kesesatan Syi’ah ini menyatakan bahwa ketika kita ingin mengkaji sesatnya Syi’ah, mestinya kita rujuk langsung pada kitab rujukan mereka. Jangan mengikuti kata-kata tokoh semisal Jalaluddin Rakhmat, atau tokoh-tokoh lainnya. Tetapi, ketahuilah bagaimana Syi’ah dari rujukan asli mereka, semisal Kitab Al Kahfi.
Dalam kitab tersebut, Al Kulaini, salah saorang ulama Syi’ah, menulis bahwa sepeninggal Rosuulullooh, semua sahabat murtad, kecuali beberapa orang saja. Padahal, dalam Alqura’an, Alloh jelas-jelas memuji sahabat. Alloh ridho pada mereka, dan mereka pun ridho pada Alloh. Demikian jelas Habib Zain.
Habib Zain termasuk salah satu tokoh yang sejak tahun 80-an aktif mensosialisasikan pada ummat mengenai bahaya Syi'ah.
Habib Zain termasuk salah satu tokoh yang sejak tahun 80-an aktif mensosialisasikan pada ummat mengenai bahaya Syi’ah.
Beliau juga menyatakan bahwa klaim Syi’ah sebagai pecinta ahlul bait itu hanya bualan belaka. Bagaimana mungkin mereka mengaku cinta ahlul bait, tetapi mengutuk istri Rosul? Sebab, para istri Rosul itu termasuk bagian dari ahlul bait.
Orang-orang Syi’ah menuduh Ummul Mukminin Aisyah Rodhiyallohu ‘Anha melakukan selingkuh. Bahkan menistakan beliau dengan menuduhnya sebagai pelacur. Padahal, dalam Alqura’an, Alloh sudah menjelaskan kesucian beliau (A’isyah).
Berkaitan dengan hujatan dan penistaan orang-orang Syi’ah terhadap Ummul Mukminin, Habib Zain al-Kaff bertanya kepada jama’ah yang hadir dalam tabligh akbar tersebut: “Sekarang, saya tanya, apa yang sudah Saudara lakukan untuk membela Rosul? Apa bukti bahwa Saudara cinta Rosul?”
“Waspadai Syi’ah. Jika mereka minoritas dan lemah, mereka akan mengajak taqriib, mengajak ukhuwwah Islaamiyyah. Tetapi, lihatlah, ketika mereka mayoritas, mereka menindas Ahlus Sunnah.”
Dalam tabligh akbar tersebut, berulang kali Habib Zain mengajak kaum muslimin untuk mewaspadai Syi’ah. Bahkan, beliau menyatakan siap berjihad melawan Syi’ah.
Laporan dari Muhammad Faisal, S.Pd, M.MPd/Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat
(nahimunkar.com)
- See more at: http://www.nahimunkar.com/habib-zain-al-kaff-pakar-syiah-dari-jawa-timur-waspadai-syiah/#sthash.6wquNPY3.dpuf

Mereka (Syi’ah Rofidhoh) Bukan Saudara Kita




.Mereka Bukan Saudara kita!!!

Asy-Syaikh DR. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan (ulama besar kota Riyadh) -semoga Allah menjaganya- ditanya sebagai berikut:

 Penanya : Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan,

 Sebagian dai dan penuntut ilmu ketika berbicara tentang Syi’ah dan  Rofidhoh, mengatakan: “sesungguhnya mereka adalah saudara kita”.

 Apakah boleh kita mengatakan demikian? Dan kewajiban apa (yang harus dilakukan) dalam hal itu?

 Asy Syaikh: “Kita berlepas diri kepada Allah dari mereka, dan kita berlepas diri kepada Allah dari ucapan ini , mereka (Syi’ah Rofidhoh) bukan saudara-saudara kita, demi Allah! Mereka bukan saudara-saudara kita,  bahkan mereka adalah saudara-saudaranya syaithan. Karena mereka mencaci-maki ibu kaum mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah Allah pilih (sebagai istri) nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia (Aisyah) adalah As-Shiddiiqah(wanita jujur) putri As-Shiddiiq(Abu Bakar)

Mereka juga mengkafirkan dan melaknat Abu Bakar dan Umar, mereka mengkafirkan para Shahabat secara menyeluruh kecuali Ahlulbait Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu, sedangkan Ali(radhiyallahu ‘anhu) berlepas diri dari mereka (Syi’ah Rofidhoh), Ali(radhiyallahu ‘anhu) adalah imam kita dan bukan imam mereka, ia (Ali radhiyallahu ‘anhu) adalah imam Ahlussunnah dan bukan imam (syi’ah) Rofidhoh yang keji.

Maka kita berlepas diri kepada Allah dari mereka, mereka bukan saudara-saudara kita, barangsiapa yang mengatakan mereka adalah saudara-saudara kita, maka hendaknya ia bertaubat kepada Allah dan beristighfar kepada Allah.

Allah Jalla wa ‘Alaa telah mewajibkan kita untuk berlepas diri dari orang-orang sesat dan berloyalitas kepada orang-orang yang beriman”.

(Sumber : http://m.youtube.com/watch?v=q6N0gR8eYUs&desktop_uri=%2Fwatch%3Fv%3Dq6N0gR8eYUs)

Keterangan  tambahan:

Wajar jika seorang ulama berkata demikian, karena mereka mengetahui dan mengilmui tentang kesesatan dan kekufuran agama Syi’ah Rofidhoh.

Berikut sedikit fakta dari sekian banyak fakta kesesatan agama saudara-saudara syaithan (Syi’ah Rofidhoh) :
 1. Abu Jakfar Ath-Thusiy(ulama agama Syi’ah Rofidhoh) berkata:

 “Dahulu Aisyah terus-menerus memerangi Ali, sedangkan ia(Aisyah) belum bertaubat. Hal ini menunjukkan tentang kekafirannya dan tetap berada di atas kekafirannya”. (Al-Iqtishaad fiimaa Yata’allaqu fi Al-I’tiqaad, hal. 36, karya Ulama Agama Syiah Abu Jakfar Ath-Thuusiy)

 2. Muhammad Husain Asy-Syiraaziy berkata:

 “di antara perkara yang menunjukkan kepemimpinan 12 imam kita, sesungguhnya Aisyah adalah wanita kafir yang berhak masuk neraka, hal ini merupakan konsekwensi kebenaran madzhab kita dan kebenaran kepemimpinan 12 imam kita…setiap orang yang berkeyakinan tentang kepemimpinan 12 imam mengatakan: ia(Aisyah) berhak mendapatkan laknat dan adzab” (Al-Arba’in fi Imaamti Aimmah Al-Muthahhiriin, halaman 615)

 3. Muhammad bin Mas’ud Al-’Ayyaasyi berkata, ketika ia menafsirkan ayat dalam surah Al-Hijr ayat 44 :

 “Neraka Jahannam akan didatangkan yang memiliki tujuh pintu…dan pintu ke enam untuk Askar”. (Tafsir Al-’Ayyaasyi, karya Muhammad bin Mas’uud bin Muhammad Al-’Ayyasyi ulama agama syi’ah)

 Tahukah anda siapa yang dimaksud dengan “Askar”(tentara)? Yang dimaksud adalah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Aisyah Radhiyallahu ‘anha, hal ini sebagaimana yang diungkapkan sendiri oleh Al-Majlisiy(ulama agama Syi’ah) :

 “bentuk ungkapan penamaan “askar”  bagi namanya, karena ia(Aisyah) dahulu menunggangi unta dalam perang Jamal, maka ia disebut “askar” (Bihaar Al-Anwaar 4/378, 8/220, karya Muhammad Baaqir Al-Majlisiy wafat 1111 Hijriyyah)

 4. Muhammad Baaqir Al-Majlisiy ini juga berkata:

 “akidah(keyakinan) dalam madzhab kita : sesungguhnya kita berlepas diri dari empat berhala: Abu Bakar, Umar, Utsman dan Mu’awiyah, dan juga empat wanita: Aisyah, Hafshah, Hindun, dan Ummu Al-Hakam, beserta seluruh pembela dan pengikut mereka, dan sesungguhnya mereka adalah makhluk paling buruk dipermukaan bumi ini, dan sesungguhnya keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya tidak akan sempurna kecuali setelah berlepas diri dari musuh-musuh mereka”. (Haqqul Yaqiin, halaman 519 dalam bahasa Persia, buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa arab oleh Syaikh Muhammad AbdusSattaar At-Tuunisiy dalam bukunya yang berjudul “Buthlaan ‘Aqaaid Asy-Syi’ah, halaman 53)

Mungkin masih ada para penganut agama Syi’ah Rofidhoh yang berkata: “itu kan dulu!!”,

Hal itu wajar, karena memang agama Syi’ah Rofidhoh ini dibangun di atas “taqiyyah” (berbohong) untuk menutupi keburukan dan kehinaan agama mereka. Tapi ternyata sampai sekarang warisan keyakinan sesat dan kufur ini masih saja diwarisi oleh tokoh-tokoh agama syi’ah, berikut faktanya:

 Seorang tokoh revolusi Iran bernama Al-Khumainy (pernah dengar nama glamour ini kan?) berkata:

“adapun seluruh sekte dari kalangan An-Nasshoob(maksudnya selain Syi’ah) bahkan khawarij, maka tidak ada dalil yang menunjukkan tentang kenajisan mereka, walaupun adzab yang mereka dapatkan lebih berat daripada orang-orang kafir. Seandainya penguasa memberontak atas Amiirul mukminin bukan berdasarkan agama, bahkan atas dasar merebut kekuasaan atau tujuan lainnya seperti Aisyah, Az-Zubair, Tholhah, Mu’awiyah dan yang semisal dengan mereka, atau salah seorang mereka menancapkan kebencian kepadanya(Ali), atau kepada salah seorang imam bukan atas dasar agama, bahkan karena permusuhan Quraisy, atau Bani Hasyim, atau bangsa Arab, atau karena ia telah membunuh anak atau ayahnya atau yang lainnnya, (semua) ini tidaklah mengharuskan kenajisan (mereka) secara lahiriyyah, walaupun (sebenarnya) mereka lebih keji dari anjing-anjing dan babi-babi” (Kitab At-Thaharah jilid 3, halaman 457, karya Al-Khumainiy, cetakan Muassasah Tanzhiim wa Nasyr Aatsaar Al-Imaam Al-Khumainiy)

(lihat screenshoot kitabnya di sini:http://alshia-tashi3.blogspot.com/2010/10/blog-post_14.html)

Tidak ketinggalan pula, seorang tokoh agama syi’ah Rofidhoh asal Kuwait yang bernama Yaasir Al-Habiib (sang munafik,  ulama agama Syi’ah yang menjadi buronan pemerintah Kuwait atas perilaku bejatnya menghina Istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, disebabkan hal tersebut  dan memiliki kewarganegaraan ganda (Kuwait-Inggris) pemerintah Kuwait mencabut kewarganegaraannya. Berikut ucapannya:

 “Sesungguhnya aku ingin menetapkan, sesungguhnya Aisyah binti Abu Bakar  pada hari berada dalam neraka, bahkan ia berada dalam kerak Neraka Jahannam!” Dalam acara yang sama ia mengatakan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi sallam sering memperingatkan Aisyah dari bahaya lisannya, untuk diketahui, bahwasanya lisan Asiyah itu kotor, keji. Pencela sampai derajat paling rendah. Ia adalah wanita yang tidak beradab, ia mencaci banyak orang”.

(Saksikan videonya di sini :http://m.youtube.com/watch?v=iXKErTAjgb0&desktop_uri=%2Fwatch%3Fv%3DiXKErTAjgb0)

(Selanjutnya baca di : http://www.drsregeb.com/index.php?action=detail&nid=51)

Dan masih banyak lagi ucapan-ucapan kejinya terhadap istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam demikian pula terhadap para Shahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in.
 Maha Suci Allah, sesungguhnya ini adalah kudustaan yang sangat keji!!!

 Berat rasanya menulis kalimat di atas, namun semua ini demi membela kehormatan Ibunda kaum mukminin (Aisyah radhiyallahu ‘anha) dan agar kamu muslimin mengetahui dan mengerti tentang bahaya serta kekufuran agama Syi’ah.

Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Janganlah kalian mencela shahabatku, Allah melaknat orang yang mencela shahabatku” (Diriwayatkan Ath-Thobariniy dalam Mu’ajmul Ausath 5/94, seluruh perawinya adalah perawi Ash-Shahih kecuali Ali bin Sahl ia adalah tsiqoh, lihat Majma’ Az-Zawaaid karya Al-Haitsamiy, 10/21)

 Al-Imam Ibnu Katsiir rahimahullah ketika menafsirkan ayat dalam surah An-Nuur ayat 23-25, berkata:

 “Sesungguhnya para ulama –semoga Allah merahmati mereka- telah bersepakat secara pasti, bahwa sesungguhnya barangsiapa yang mencacinya (Aisyah radhiyallahu ‘anha) setelah ini dan menuduhnya dengan tuduhannya setelah apa yang disebutkan dalam ayat ini, sesungguhnya ia telah kafir karena ia telah membangkang terhadap Al-Qur’an

(Tafsir Ibnu Katsiir, 8/4150, tepatnya pada tafsir surah An-Nuur ayat 23-25, cetakan Maktabah Aulaad Asy-Syaikh Li At-Turots)

Ayat yang dimaksud adalah penjelasan tentang kesucian ibunda kaum mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha.
Masih banyak lagi ucapan ulama Islam yang mengecam ajaran sesat bahkan kekufuran agama Syi’ah, namun ucapan Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah di atas sudah cukup sebagai peringatan bagi kaum muslimin.

Terkhusus bagi sebagian tokoh masyarakat di Indonesia yang masih membela Agama Syi’ah, entah karena benar-benar tidak tahu atau pura-pura tidak tahu. Intinya mereka akan mempertanggungjawabkan semua statement mereka di hadapan Allah Azza wa Jalla pada hari kiamat kelak. Semoga Allah Azza wa Jalla mengokohkan kita semua di atas agama Islam yang mulia ini dan menyelamatkan kita dan anak-keturunan kita dari kesesatan dan kekufuran agama Syi’ah.
 و صلى الله على نبينا محمد و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين
December 8th 2013 by Abu Zakariyya
Masjid An-Nabawiy, Madinah.

http://al-atsariyyah.com/mereka-bukan-saudara-kita.html

(nahimunkar.com)
- See more at: http://www.nahimunkar.com/mereka-syiah-rofidhoh-bukan-saudara-kita/#sthash.rLStXSvw.dpuf
http://www.nahimunkar.com/mereka-syiah-rofidhoh-bukan-saudara-kita/



Mereka (Syi’ah Rofidhoh) Bukan Saudara Kita!




Mereka (Syi’ah Rofidhoh) Bukan Saudara Kita!
.
December 8th 2013 by Abu Zakariyya
Mereka Bukan Saudara kita!!!
Asy-Syaikh DR. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan (ulama besar kota Riyadh) -semoga Allah menjaganya- ditanya sebagai berikut:
 Penanya : Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan,
 Sebagian dai dan penuntut ilmu ketika berbicara tentang Syi’ah dan  Rofidhoh, mengatakan: “sesungguhnya mereka adalah saudara kita”.
 Apakah boleh kita mengatakan demikian? Dan kewajiban apa (yang harus dilakukan) dalam hal itu?
 Asy Syaikh: “Kita berlepas diri kepada Allah dari mereka, dan kita berlepas diri kepada Allah dari ucapan ini , mereka (Syi’ah Rofidhoh) bukan saudara-saudara kita, demi Allah! Mereka bukan saudara-saudara kita,  bahkan mereka adalah saudara-saudaranya syaithan. Karena mereka mencaci-maki ibu kaum mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah Allah pilih (sebagai istri) nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia (Aisyah) adalah As-Shiddiiqah(wanita jujur) putri As-Shiddiiq(Abu Bakar)
Mereka juga mengkafirkan dan melaknat Abu Bakar dan Umar, mereka mengkafirkan para Shahabat secara menyeluruh kecuali Ahlulbait Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu, sedangkan Ali(radhiyallahu ‘anhu) berlepas diri dari mereka (Syi’ah Rofidhoh), Ali radhiyallahu ‘anhu berlepas diri dari mereka. Ali(radhiyallahu ‘anhu) adalah imam kita dan bukan imam mereka, ia (Ali radhiyallahu ‘anhu) adalah imam Ahlussunnah dan bukan imam (syi’ah) Rofidhoh yang keji.
Maka kita berlepas diri kepada Allah dari mereka, mereka bukan saudara-saudara kita, barangsiapa yang mengatakan mereka adalah saudara-saudara kita, maka hendaknya ia bertaubat kepada Allah dan beristighfar kepada Allah.
Allah Jalla wa ‘Alaa telah mewajibkan kita untuk berlepas diri dari orang-orang sesat dan berloyalitas kepada orang-orang yang beriman”.
Keterangan  tambahan:
Wajar jika seorang ulama berkata demikian, karena mereka mengetahui dan mengilmui tentang kesesatan dan kekufuran agama Syi’ah Rofidhoh.
Berikut sedikit fakta dari sekian banyak fakta kesesatan agama saudara-saudara syaithan (Syi’ah Rofidhoh) :
 1. Abu Jakfar Ath-Thusiy(ulama agama Syi’ah Rofidhoh) berkata:
 “Dahulu Aisyah terus-menerus memerangi Ali, sedangkan ia(Aisyah) belum bertaubat. Hal ini menunjukkan tentang kekafirannya dan tetap berada di atas kekafirannya”. (Al-Iqtishaad fiimaa Yata’allaqu fi Al-I’tiqaad, hal. 36, karya Ulama Agama Syiah Abu Jakfar Ath-Thuusiy)
 2. Muhammad Husain Asy-Syiraaziy berkata:
 “di antara perkara yang menunjukkan kepemimpinan 12 imam kita, sesungguhnya Aisyah adalah wanita kafir yang berhak masuk neraka, hal ini merupakan konsekwensi kebenaran madzhab kita dan kebenaran kepemimpinan 12 imam kita…setiap orang yang berkeyakinan tentang kepemimpinan 12 imam mengatakan: ia(Aisyah) berhak mendapatkan laknat dan adzab” (Al-Arba’in fi Imaamti Aimmah Al-Muthahhiriin, halaman 615)
 3. Muhammad bin Mas’ud Al-’Ayyaasyi berkata, ketika ia menafsirkan ayat dalam surah Al-Hijr ayat 44 :
 “Neraka Jahannam akan didatangkan yang memiliki tujuh pintu…dan pintu ke enam untuk Askar”. (Tafsir Al-’Ayyaasyi, karya Muhammad bin Mas’uud bin Muhammad Al-’Ayyasyi ulama agama syi’ah)
 Tahukah anda siapa yang dimaksud dengan “Askar”(tentara)? Yang dimaksud adalah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Aisyah Radhiyallahu ‘anha, hal ini sebagaimana yang diungkapkan sendiri oleh Al-Majlisiy(ulama agama Syi’ah) :
 “bentuk ungkapan penamaan “askar”  bagi namanya, karena ia(Aisyah) dahulu menunggangi unta dalam perang Jamal, maka ia disebut “askar” (Bihaar Al-Anwaar 4/378, 8/220, karya Muhammad Baaqir Al-Majlisiy wafat 1111 Hijriyyah)
 4. Muhammad Baaqir Al-Majlisiy ini juga berkata:
 “akidah(keyakinan) dalam madzhab kita : sesungguhnya kita berlepas diri dari empat berhala: Abu Bakar, Umar, Utsman dan Mu’awiyah, dan juga empat wanita: Aisyah, Hafshah, Hindun, dan Ummu Al-Hakam, beserta seluruh pembela dan pengikut mereka, dan sesungguhnya mereka adalah makhluk paling buruk dipermukaan bumi ini, dan sesungguhnya keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya tidak akan sempurna kecuali setelah berlepas diri dari musuh-musuh mereka”. (Haqqul Yaqiin, halaman 519 dalam bahasa Persia, buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa arab oleh Syaikh Muhammad AbdusSattaar At-Tuunisiy dalam bukunya yang berjudul “Buthlaan ‘Aqaaid Asy-Syi’ah, halaman 53)
Mungkin masih ada para penganut agama Syi’ah Rofidhoh yang berkata: “itu kan dulu!!”,
Hal itu wajar, karena memang agama Syi’ah Rofidhoh ini dibangun di atas “taqiyyah” (berbohong) untuk menutupi keburukan dan kehinaan agama mereka. Tapi ternyata sampai sekarang warisan keyakinan sesat dan kufur ini masih saja diwarisi oleh tokoh-tokoh agama syi’ah, berikut faktanya:
 Seorang tokoh revolusi Iran bernama Al-Khumainy (pernah dengar nama glamour ini kan?) berkata:
“adapun seluruh sekte dari kalangan An-Nasshoob(maksudnya selain Syi’ah) bahkan khawarij, maka tidak ada dalil yang menunjukkan tentang kenajisan mereka, walaupun adzab yang mereka dapatkan lebih berat daripada orang-orang kafir. Seandainya penguasa memberontak atas Amiirul mukminin bukan berdasarkan agama, bahkan atas dasar merebut kekuasaan atau tujuan lainnya seperti Aisyah, Az-Zubair, Tholhah, Mu’awiyah dan yang semisal dengan mereka, atau salah seorang mereka menancapkan kebencian kepadanya(Ali), atau kepada salah seorang imam bukan atas dasar agama, bahkan karena permusuhan Quraisy, atau Bani Hasyim, atau bangsa Arab, atau karena ia telah membunuh anak atau ayahnya atau yang lainnnya, (semua) ini tidaklah mengharuskan kenajisan (mereka) secara lahiriyyah, walaupun (sebenarnya) mereka lebih keji dari anjing-anjing dan babi-babi” (Kitab At-Thaharah jilid 3, halaman 457, karya Al-Khumainiy, cetakan Muassasah Tanzhiim wa Nasyr Aatsaar Al-Imaam Al-Khumainiy)
(lihat screenshoot kitabnya di sini:http://alshia-tashi3.blogspot.com/2010/10/blog-post_14.html)
Tidak ketinggalan pula, seorang tokoh agama syi’ah Rofidhoh asal Kuwait yang bernama Yaasir Al-Habiib (sang munafik,  ulama agama Syi’ah yang menjadi buronan pemerintah Kuwait atas perilaku bejatnya menghina Istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, disebabkan hal tersebut  dan memiliki kewarganegaraan ganda (Kuwait-Inggris) pemerintah Kuwait mencabut kewarganegaraannya. Berikut ucapannya:
 “Sesungguhnya aku ingin menetapkan, sesungguhnya Aisyah binti Abu Bakar  pada hari berada dalam neraka, bahkan ia berada dalam kerak Neraka Jahannam!” Dalam acara yang sama ia mengatakan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi sallam sering memperingatkan Aisyah dari bahaya lisannya, untuk diketahui, bahwasanya lisan Asiyah itu kotor, keji. Pencela sampai derajat paling rendah. Ia adalah wanita yang tidak beradab, ia mencaci banyak orang”.
(Saksikan videonya di sini :http://m.youtube.com/watch?v=iXKErTAjgb0&desktop_uri=%2Fwatch%3Fv%3DiXKErTAjgb0)
(Selanjutnya baca di : http://www.drsregeb.com/index.php?action=detail&nid=51)
Dan masih banyak lagi ucapan-ucapan kejinya terhadap istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam demikian pula terhadap para Shahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in.
 Maha Suci Allah, sesungguhnya ini adalah kudustaan yang sangat keji!!!
 Berat rasanya menulis kalimat di atas, namun semua ini demi membela kehormatan Ibunda kaum mukminin (Aisyah radhiyallahu ‘anha) dan agar kamu muslimin mengetahui dan mengerti tentang bahaya serta kekufuran agama Syi’ah.
Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Janganlah kalian mencela shahabatku, Allah melaknat orang yang mencela shahabatku” (Diriwayatkan Ath-Thobariniy dalam Mu’ajmul Ausath 5/94, seluruh perawinya adalah perawi Ash-Shahih kecuali Ali bin Sahl ia adalah tsiqoh, lihat Majma’ Az-Zawaaid karya Al-Haitsamiy, 10/21)
 Al-Imam Ibnu Katsiir rahimahullah ketika menafsirkan ayat dalam surah An-Nuur ayat 23-25, berkata:
 “Sesungguhnya para ulama –semoga Allah merahmati mereka- telah bersepakat secara pasti, bahwa sesungguhnya barangsiapa yang mencacinya (Aisyah radhiyallahu ‘anha) setelah ini dan menuduhnya dengan tuduhannya setelah apa yang disebutkan dalam ayat ini, sesungguhnya ia telah kafir karena ia telah membangkang terhadap Al-Qur’an”
(Tafsir Ibnu Katsiir, 8/4150, tepatnya pada tafsir surah An-Nuur ayat 23-25, cetakan Maktabah Aulaad Asy-Syaikh Li At-Turots)
Ayat yang dimaksud adalah penjelasan tentang kesucian ibunda kaum mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha.
Masih banyak lagi ucapan ulama Islam yang mengecam ajaran sesat bahkan kekufuran agama Syi’ah, namun ucapan Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah di atas sudah cukup sebagai peringatan bagi kaum muslimin. Terkhusus bagi sebagian tokoh masyarakat di Indonesia yang masih membela Agama Syi’ah, entah karena benar-benar tidak tahu atau pura-pura tidak tahu. Intinya mereka akan mempertanggungjawabkan semua statement mereka di hadapan Allah Azza wa Jalla pada hari kiamat kelak. Semoga Allah Azza wa Jalla mengokohkan kita semua di atas agama Islam yang mulia ini dan menyelamatkan kita dan anak-keturunan kita dari kesesatan dan kekufuran agama Syi’ah.

 و صلى الله على نبينا محمد و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

Masjid An-Nabawiy, Madinah.
05 Shafar 1435 Hijriyyah/ 08 Desember 2013.
- See more at: http://www.nahimunkar.com/mereka-syiah-rofidhoh-bukan-saudara-kita/#sthash.rLStXSvw.dpuf



Mereka (Syi’ah Rofidhoh) Bukan Saudara Kita!




Mereka (Syi’ah Rofidhoh) Bukan Saudara Kita!
.
December 8th 2013 by Abu Zakariyya
Mereka Bukan Saudara kita!!!
Asy-Syaikh DR. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan (ulama besar kota Riyadh) -semoga Allah menjaganya- ditanya sebagai berikut:
 Penanya : Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan,
 Sebagian dai dan penuntut ilmu ketika berbicara tentang Syi’ah dan  Rofidhoh, mengatakan: “sesungguhnya mereka adalah saudara kita”.
 Apakah boleh kita mengatakan demikian? Dan kewajiban apa (yang harus dilakukan) dalam hal itu?
 Asy Syaikh: “Kita berlepas diri kepada Allah dari mereka, dan kita berlepas diri kepada Allah dari ucapan ini , mereka (Syi’ah Rofidhoh) bukan saudara-saudara kita, demi Allah! Mereka bukan saudara-saudara kita,  bahkan mereka adalah saudara-saudaranya syaithan. Karena mereka mencaci-maki ibu kaum mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah Allah pilih (sebagai istri) nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia (Aisyah) adalah As-Shiddiiqah(wanita jujur) putri As-Shiddiiq(Abu Bakar)
Mereka juga mengkafirkan dan melaknat Abu Bakar dan Umar, mereka mengkafirkan para Shahabat secara menyeluruh kecuali Ahlulbait Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu, sedangkan Ali(radhiyallahu ‘anhu) berlepas diri dari mereka (Syi’ah Rofidhoh), Ali radhiyallahu ‘anhu berlepas diri dari mereka. Ali(radhiyallahu ‘anhu) adalah imam kita dan bukan imam mereka, ia (Ali radhiyallahu ‘anhu) adalah imam Ahlussunnah dan bukan imam (syi’ah) Rofidhoh yang keji.
Maka kita berlepas diri kepada Allah dari mereka, mereka bukan saudara-saudara kita, barangsiapa yang mengatakan mereka adalah saudara-saudara kita, maka hendaknya ia bertaubat kepada Allah dan beristighfar kepada Allah.
Allah Jalla wa ‘Alaa telah mewajibkan kita untuk berlepas diri dari orang-orang sesat dan berloyalitas kepada orang-orang yang beriman”.
Keterangan  tambahan:
Wajar jika seorang ulama berkata demikian, karena mereka mengetahui dan mengilmui tentang kesesatan dan kekufuran agama Syi’ah Rofidhoh.
Berikut sedikit fakta dari sekian banyak fakta kesesatan agama saudara-saudara syaithan (Syi’ah Rofidhoh) :
 1. Abu Jakfar Ath-Thusiy(ulama agama Syi’ah Rofidhoh) berkata:
 “Dahulu Aisyah terus-menerus memerangi Ali, sedangkan ia(Aisyah) belum bertaubat. Hal ini menunjukkan tentang kekafirannya dan tetap berada di atas kekafirannya”. (Al-Iqtishaad fiimaa Yata’allaqu fi Al-I’tiqaad, hal. 36, karya Ulama Agama Syiah Abu Jakfar Ath-Thuusiy)
 2. Muhammad Husain Asy-Syiraaziy berkata:
 “di antara perkara yang menunjukkan kepemimpinan 12 imam kita, sesungguhnya Aisyah adalah wanita kafir yang berhak masuk neraka, hal ini merupakan konsekwensi kebenaran madzhab kita dan kebenaran kepemimpinan 12 imam kita…setiap orang yang berkeyakinan tentang kepemimpinan 12 imam mengatakan: ia(Aisyah) berhak mendapatkan laknat dan adzab” (Al-Arba’in fi Imaamti Aimmah Al-Muthahhiriin, halaman 615)
 3. Muhammad bin Mas’ud Al-’Ayyaasyi berkata, ketika ia menafsirkan ayat dalam surah Al-Hijr ayat 44 :
 “Neraka Jahannam akan didatangkan yang memiliki tujuh pintu…dan pintu ke enam untuk Askar”. (Tafsir Al-’Ayyaasyi, karya Muhammad bin Mas’uud bin Muhammad Al-’Ayyasyi ulama agama syi’ah)
 Tahukah anda siapa yang dimaksud dengan “Askar”(tentara)? Yang dimaksud adalah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Aisyah Radhiyallahu ‘anha, hal ini sebagaimana yang diungkapkan sendiri oleh Al-Majlisiy(ulama agama Syi’ah) :
 “bentuk ungkapan penamaan “askar”  bagi namanya, karena ia(Aisyah) dahulu menunggangi unta dalam perang Jamal, maka ia disebut “askar” (Bihaar Al-Anwaar 4/378, 8/220, karya Muhammad Baaqir Al-Majlisiy wafat 1111 Hijriyyah)
 4. Muhammad Baaqir Al-Majlisiy ini juga berkata:
 “akidah(keyakinan) dalam madzhab kita : sesungguhnya kita berlepas diri dari empat berhala: Abu Bakar, Umar, Utsman dan Mu’awiyah, dan juga empat wanita: Aisyah, Hafshah, Hindun, dan Ummu Al-Hakam, beserta seluruh pembela dan pengikut mereka, dan sesungguhnya mereka adalah makhluk paling buruk dipermukaan bumi ini, dan sesungguhnya keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya tidak akan sempurna kecuali setelah berlepas diri dari musuh-musuh mereka”. (Haqqul Yaqiin, halaman 519 dalam bahasa Persia, buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa arab oleh Syaikh Muhammad AbdusSattaar At-Tuunisiy dalam bukunya yang berjudul “Buthlaan ‘Aqaaid Asy-Syi’ah, halaman 53)
Mungkin masih ada para penganut agama Syi’ah Rofidhoh yang berkata: “itu kan dulu!!”,
Hal itu wajar, karena memang agama Syi’ah Rofidhoh ini dibangun di atas “taqiyyah” (berbohong) untuk menutupi keburukan dan kehinaan agama mereka. Tapi ternyata sampai sekarang warisan keyakinan sesat dan kufur ini masih saja diwarisi oleh tokoh-tokoh agama syi’ah, berikut faktanya:
 Seorang tokoh revolusi Iran bernama Al-Khumainy (pernah dengar nama glamour ini kan?) berkata:
“adapun seluruh sekte dari kalangan An-Nasshoob(maksudnya selain Syi’ah) bahkan khawarij, maka tidak ada dalil yang menunjukkan tentang kenajisan mereka, walaupun adzab yang mereka dapatkan lebih berat daripada orang-orang kafir. Seandainya penguasa memberontak atas Amiirul mukminin bukan berdasarkan agama, bahkan atas dasar merebut kekuasaan atau tujuan lainnya seperti Aisyah, Az-Zubair, Tholhah, Mu’awiyah dan yang semisal dengan mereka, atau salah seorang mereka menancapkan kebencian kepadanya(Ali), atau kepada salah seorang imam bukan atas dasar agama, bahkan karena permusuhan Quraisy, atau Bani Hasyim, atau bangsa Arab, atau karena ia telah membunuh anak atau ayahnya atau yang lainnnya, (semua) ini tidaklah mengharuskan kenajisan (mereka) secara lahiriyyah, walaupun (sebenarnya) mereka lebih keji dari anjing-anjing dan babi-babi” (Kitab At-Thaharah jilid 3, halaman 457, karya Al-Khumainiy, cetakan Muassasah Tanzhiim wa Nasyr Aatsaar Al-Imaam Al-Khumainiy)
(lihat screenshoot kitabnya di sini:http://alshia-tashi3.blogspot.com/2010/10/blog-post_14.html)
Tidak ketinggalan pula, seorang tokoh agama syi’ah Rofidhoh asal Kuwait yang bernama Yaasir Al-Habiib (sang munafik,  ulama agama Syi’ah yang menjadi buronan pemerintah Kuwait atas perilaku bejatnya menghina Istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, disebabkan hal tersebut  dan memiliki kewarganegaraan ganda (Kuwait-Inggris) pemerintah Kuwait mencabut kewarganegaraannya. Berikut ucapannya:
 “Sesungguhnya aku ingin menetapkan, sesungguhnya Aisyah binti Abu Bakar  pada hari berada dalam neraka, bahkan ia berada dalam kerak Neraka Jahannam!” Dalam acara yang sama ia mengatakan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi sallam sering memperingatkan Aisyah dari bahaya lisannya, untuk diketahui, bahwasanya lisan Asiyah itu kotor, keji. Pencela sampai derajat paling rendah. Ia adalah wanita yang tidak beradab, ia mencaci banyak orang”.
(Saksikan videonya di sini :http://m.youtube.com/watch?v=iXKErTAjgb0&desktop_uri=%2Fwatch%3Fv%3DiXKErTAjgb0)
(Selanjutnya baca di : http://www.drsregeb.com/index.php?action=detail&nid=51)
Dan masih banyak lagi ucapan-ucapan kejinya terhadap istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam demikian pula terhadap para Shahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in.
 Maha Suci Allah, sesungguhnya ini adalah kudustaan yang sangat keji!!!
 Berat rasanya menulis kalimat di atas, namun semua ini demi membela kehormatan Ibunda kaum mukminin (Aisyah radhiyallahu ‘anha) dan agar kamu muslimin mengetahui dan mengerti tentang bahaya serta kekufuran agama Syi’ah.
Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Janganlah kalian mencela shahabatku, Allah melaknat orang yang mencela shahabatku” (Diriwayatkan Ath-Thobariniy dalam Mu’ajmul Ausath 5/94, seluruh perawinya adalah perawi Ash-Shahih kecuali Ali bin Sahl ia adalah tsiqoh, lihat Majma’ Az-Zawaaid karya Al-Haitsamiy, 10/21)
 Al-Imam Ibnu Katsiir rahimahullah ketika menafsirkan ayat dalam surah An-Nuur ayat 23-25, berkata:
 “Sesungguhnya para ulama –semoga Allah merahmati mereka- telah bersepakat secara pasti, bahwa sesungguhnya barangsiapa yang mencacinya (Aisyah radhiyallahu ‘anha) setelah ini dan menuduhnya dengan tuduhannya setelah apa yang disebutkan dalam ayat ini, sesungguhnya ia telah kafir karena ia telah membangkang terhadap Al-Qur’an”
(Tafsir Ibnu Katsiir, 8/4150, tepatnya pada tafsir surah An-Nuur ayat 23-25, cetakan Maktabah Aulaad Asy-Syaikh Li At-Turots)
Ayat yang dimaksud adalah penjelasan tentang kesucian ibunda kaum mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha.
Masih banyak lagi ucapan ulama Islam yang mengecam ajaran sesat bahkan kekufuran agama Syi’ah, namun ucapan Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah di atas sudah cukup sebagai peringatan bagi kaum muslimin. Terkhusus bagi sebagian tokoh masyarakat di Indonesia yang masih membela Agama Syi’ah, entah karena benar-benar tidak tahu atau pura-pura tidak tahu. Intinya mereka akan mempertanggungjawabkan semua statement mereka di hadapan Allah Azza wa Jalla pada hari kiamat kelak. Semoga Allah Azza wa Jalla mengokohkan kita semua di atas agama Islam yang mulia ini dan menyelamatkan kita dan anak-keturunan kita dari kesesatan dan kekufuran agama Syi’ah.

 و صلى الله على نبينا محمد و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

Masjid An-Nabawiy, Madinah.
05 Shafar 1435 Hijriyyah/ 08 Desember 2013.
- See more at: http://www.nahimunkar.com/mereka-syiah-rofidhoh-bukan-saudara-kita/#sthash.rLStXSvw.dpuf

Monday, March 31, 2014

Dusta Syiah terhadap Al-Qur’an




Dusta Syiah terhadap Al-Qur’an

Kenalilah kesesatan aqidah2 syi’ah, salah satunya bagaimana bentuk keyakinan Syi’ah Rafidhah terhadap Al-Qur’an Al-Karim ?

Syi’ah Rafidhah meyakini bahwa Ulama Ahlul Bait sepakat mengatakan: “Al-Qur’an diturunkan dengan empat bagian; seperempat diturunkan kepada kita, seperempat pada musuh kita, seperempat berupa sejarah dan perumpamaan-perumpamaan dan seperempat berupa kewajiban dan hukum.

Mereka berkata: “Jika Al- Qur’an dibaca sesuai dengan apa yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala maka akan muncul dalam Al-Qur’an 70 orang laki-laki Quraisy yang terlaknat nama–namanya serta ayah ibunya. Yang dimaksud mereka adalah para shahabat. Mereka meyakini bahwa Ahlul Bait mempunyai Mushaf yang isinya tidak sama dengan Mushaf umat muslim pada umumnya dan menyebutnya dengan nama Mushaf Fatimah. Mereka juga meyakini bahwa orang yang mengumpulkan Al-Quran dengan sempurna hanyalah sayyidina Ali.

Ni’matullah Al-Jaza-iri -ulama Syi’ah- dalam kitab Al-Anwar An-Nu’maniyah (vol 2 hal 360)
berkata: “Sudah begitu masyhur dalam hadits-hadits bahwa Al-Qur’an sebagaimana ketika diturunkan tidak ada seorangpun yang menyusunnya kecuali Amirul Mu’minin ‘Alaihi sallam (Ali bin Abi Thalib) atas wasiat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam. Setelah Nabi wafat Imam Ali melaksanakan wasiat tersebut selama 6 bulan, kemudian setelah selesai mengumpulkan Al-Qur’an seperti yang diturunkan, beliau mendatangi Khalifah-khalifah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam seraya berkata kepada mereka: “Ini adalah kitab Allah Subhanahu wa Ta’ala seperti yang diturunkan kepada Nabi Muhammad.”

Umar bin Khaththab menjawab: “Kami tidak butuh kamu dan Al-Qur’anmu. Kami sudah punya Al-Qur’an yang ditulis oleh Utsman.

Ali berkata: “Kalian tidak akan bisa melihatnya setelah hari ini dan siapapun juga sampai lahirnya keturunanku yang bernama al-Mahdi, dan Al-Qur’an yang dibawa Al-Mahdi banyak tambahan dan tidak mengalami distorsi sedikit pun. Dikarenakan Utsman termasuk penulis wahyu yang sesuai dengan maslahat yang diinginkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam yaitu jangan sampai ada orang menuduh bahwasannya Al-Qur’an adalah buatan seseorang, atau bukan yang diturunkan oleh malaikat Jibril, sebagaimana yang dituduhkan oleh para pendahulu mereka, ternyata mereka juga berkata seperti itu. Begitu juga Mu’awiyah, diangkat menjadi penulis wahyu selama 6 bulan sebelum wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam dengan alasan seperti di atas. Utsman dan para shahabat tidak pernah berkumpul bersama kecuali di masjid dengan orang banyak. Mereka hanya menulis Al-Qur’an yang telah dibawa oleh malaikat Jibril ‘Alaihi sallam. Adapun Al-Qur’an yang tersimpan dalam rumah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam tidak ada seorang pun yang menulisnya selain Amirul Mu’minin ‘Alaihi sallam, karena beliau punya hubungan mahram yang memudahkannya untuk keluar masuk rumah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam.” (Al-Anwar An-Nu’maniyah , vol 2 hal 360).


Statemen di atas tidak perlu dikomentari karena jelas mengandung kedustaan yang nyata.

Di bawah ini merupakan sebagian dari penjelasan ulama-ulama Syi’ah supaya Ikhwan wa Akhwat bisa mengetahui bahwasannya realita yang ada tidak seperti yang selama ini dituduhkan:

Inilah pendapat ulama Syi’ah yg sangat menyimpang:

1. Syaikh Al-Mufid, yang diklaim orang Syi’ah termasuk salah satu pendiri madzhab Syi’ah berkata: “Beberapa hadits sudah masyhur dari kalangan keluarga Nabi bahwasanya Al-Qur’an itu mengalami perubahan dan terdapat pengurangan dan pembuangan yang dilakukan oleh orang-orang yang dhalim. Disadur dari kitab Awa’il Al-Maqolat hal 91.

2. Abu Al-Hasan Al-’Amili berkata: “Ketahuilah sesungguhnya kebenaran yang harus diakui berdasarkan hadits-hadits mutawatir adalah, “Al-Qur’an yang ada saat ini mengalami banyak perubahan setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam dan para shahabat yang mengumpulkannya banyak membuang kalimat-kalimat dan ayat-ayat. Dikutip dari kitab Mir’atul Anwar wa Misykatul Asror hal 36 pasal keempat yang berjudul Bayanu Khulashoti Aqwali Ulamaina fi Taghyiri Al-Qur’an wa ‘adamihi wa Tazyifi Istidlali Man Ankara At-Thaghyir. Selanjutnya Al-’Amili mengatakan:

Sesungguhnya meyakini Al-Qur’an telah mengalami distorsi merupakan pokok dari ajaran Syi’ah. Redaksi aslinya sebagai berikut: “Dan menurut saya sudah jelas kebenaran asumsi di atas setelah menganalisis hadits-hadits dan meneliti beberapa atsar sehingga memungkinkan untuk mengatakan bahwa pendapat itu menjadi keyakinan mazhab Syi’ah dan termasuk ambisi besar dalam perampasan khilafah.”

3. Ni’matullah al-Jaza-iri berkata: “Menerima kemutawatiran Al-Qur’an merupakan wahyu illahi dan seluruhnya telah diturunkan oleh malaikat Jibril berarti mendustakan hadits-hadits yang sudah masyhur bahkan mutawatir yang menjelaskan terjadinya distorsi dalam Al-Qur’an baik kalimatnya, materinya dan I’robnya. Padahal hadits-hadits tersebut telah disepakati keshahihannya oleh ulama kami. Dari kitab Al-Anwar al-Nu’maniyah (vol:2 hal:357)

4. Sulthan Muhammad al-Khurasani berkata: “Ketahuilah sudah banyak hadits-hadits yang diriwayatkan dari imam–imam yang suci yang menyatakan adanya penambahan, pengurangan dan perubahan dalam Al-Qur’an”.
Refrensi dari kitab Bayanu al-Sa’adah fi Maqomat al- ‘Ibadah.

Pernyataan-pernyataan mereka yang demikian ini sangat banyak. Mereka meyakini bahwasannya para shahabat keliru dalam mengumpulkan dan menyusun mushaf. Pengurangan, penambahan dan kesalahan adalah hasil kerja dari tangan-tangan mereka.

(Hermanzsyah Reza) via fp nahimunkar.com

***

Firman Allah Ta’ala:

{إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ} [الحجر: 9]
9. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya[793]. (QS Al-Hijr/15: 9)

[793] Ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al Quran selama-lamanya.

Silakan, Anda mau percaya kepada perkataan orang-orang syiah atau kepada firman Allah Subhanahu wa Ta’ala?

Kepercayaan itu akan dibawa sampai mati. Bagi yang mengingkari firman Allah Ta’ala, pasti akan mendapatkan balasan siksa kekal di nereka karena kafir. Sebaliknya bagi yang mengimani firman Allah Ta’ala tentu akan mendapatkan pahala, dimasukkan ke surga. Betapa bahagianya.

Di dunia ini tinggal memilih. Bila salah pilih, maka penyesalan di akherat kelak akan menimpanya dan tidak ada tebusannya. Hati-hati dan waspada, sebelum menyesal tiada tara.

(nahimunkar.com)

- See more at: http://www.nahimunkar.com/dusta-syiah-terhadap-al-quran/#sthash.87Gfyrop.dpuf

Sunday, December 29, 2013

KOLEKSI DUSTA PEMERINTAH IRAN


Kalau Nggak Bohong, Bukan Syi'ah Namanya !!!

 









Al-Imam Asy-Syafii berkata :

لَمْ أَرَ أَحَدًا أَشْهَدَ بِالزُّورِ مِنَ الرَّافِضَةِ

"Aku tidak melihat seorangpun yang paling bersaksi dusta lebih dari para Rofidhoh" (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam As-Sunan al-Kubro no 21433)

Kalau tidak hobi dusta bukan syi'ah namanya…wong taqiyyah (berdusta) merupakan aqidah yang prinsipil bagi kaum syi'ah.

Ternyata Imam Syafi'i rahimahullah telah mewanti-wanti sejak jauh-jauh hari bahwasanya syi'ah memang hobinya suka berdusta. Yang menyedihkan adalah berita dusta yang disebarkan syi'ah ini disambut dan ikut disebarkan pula oleh banyak kaum yang mengaku aswaja....

Sejak dahulu hingga saat ini banyak dusta konyol yang disebarluaskan tentang kaum wahabi. Orang yang berakal sehat tentunya tatkala membaca dusta-dusta konyol itu akan tertawa dan dipenuhi tanda tanya akan kebenarannya.

Sungguh terlalu banyak tuduhan dusta yang ditempelkan kepada sosok Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah. Diantara tuduhan-tuduhan dusta tersebut adalah :
  • Beliau dituduh mengkafirkan seluruh kaum muslimin yang tidak mengikutinya. Ini tentunya tuduhan dusta yang telah beliau bantah dalam tulisan-tulisannya. Sebagai bukti : Kerajaan Arab Saudi yang meneruskan dakwah beliau ternyata tidak mengkafirkan para jama'ah haji yang berjuta-juta datang setiap tahunnya. Jika para jama'ah haji dianggap kafir dan musyrik tentunya mereka adalah najis dan tidak boleh menginjak tanah Haram di Mekah. Bahkan kenyataannya kerajaan Arab Saudi justru terus meningkatkan pelayanan kepada para jama'ah haji.
  • Beliau dituduh melarang bershalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Tentunya ini merupakan tuduhan dusta. Justru beliau menganjurkan untuk bershalawat. Bahkan salah seorang ulama yang menjadi sumber inspirasi beliau yaitu Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah (murid Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah) telah menulis sebuah buku khusus tentang keutamaan bersholawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang berjudul جَلاَءُ الأَفْهَامِ فِي فَضْلِ الصَّلاَةِ عَلَى خَيْرِ الأَنَامِ. Yang mungkin beliau larang adalah sholawat-sholawat bid'ah yang berisi makna-makna yang menyimpang. Seperti sholawat Faatih yang dipopulerkan oleh Toriqoh At-Tijaaniyah, yang keutamaan membaca shalawat ini sekali saja seperti mengkhatamkan Al-Quran 6000 kali menurut anggapan mereka.
  • Beliau dituduh membenci ahlul bait (keluarga Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam). Ini merupakan kedustaan, bahkan beliau memberi nama anak-anak beliau dengan nama-nama ahlul bait. Diantara nama anak-anak beliau adalah Hasan, Husein, Ali, Ibrahim, Abdullah, abdulaziz, Fatimah. Tentunya seorang yang berakal tidak akan memberi nama anaknya dengan nama orang yang ia benci akan tetapi justru sebaliknya ia akan memberinya nama dengan nama orang yang ia cintai.
  • Beliau dituduh melarang ziarah kuburan, padahal beliau sangat menganjurkan ziarah kuburan –karena ziarah kuburan merupakan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam untuk mengingat akhirat dan mendoakan penghuni kuburan-. Akan tetapi yang beliau larang adalah ziarah kuburan yang di dalamnya ada praktek perkara-perkara yang menyelisihi sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, seperti meminta atau beristighotsah kepada mayat penghuni kuburan, atau beribadah di kuburan, karena hal ini menyelisihi dan melanggar sabda-sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
  • Beliau dituduh mengaku seorang nabi. Ini merupakan kedustaan terkonyol yang pernah disampaikan oleh Ahmad Zaini Dahlan yang dengki kepada dakwah beliau.
Tuduhan-tuduhan ini sering disampaikan oleh kaum yang mengaku aswaja…., semoga Allah mengembalikan mereka kepada jalan yang lurus sehingga benar-benar menjadi aswaja yang sesungguhnya.

Tidak diragukan lagi bahwasanya syi'ah sangat berperan dalam merusak citra kaum wahabiyah. Mereka tidak ragu-ragu untuk menyebarkan kedustaan tentang kaum wahabiyah. Justru penyebaran dusta ini adalah ibadah yang agung menurut mereka !!!

Ada beberapa dusta yang akhir-akhir ini tersebar di dunia internet tentang Arab Saudi, yang setelah diteliti ternyata sumber berita-berita dusta tersebut berasal dari sumber kantor berita Iran : FarsNews.com

Fars News Agency merupakan corong berita pemerintah Iran yang sering menyebarkan berita-berita dusta. 

Diantara kedustaan yang sangat menghebohkan dunia internasional adalah :
Pertama : Pada tahun ini televisi Iran sengaja merubah terjemahan pidato Presiden Mesir, Muhammad Mursi, yang disampaikan dalam bahasa Arab. Mursi mengutuk pemerintah Suriah atas pembantaian terhadap rakyatnya dan mengajak dunia untuk membantu masyarakat Suriah menuju kebebasan dan kebangkitan. 

Namun pidato tersebut diubah oleh Telivisi Iran dengan terjemahan bahasa Persia, agar hendaknya dunia membantu masyakarat Bahrain merdeka dari pemerintah mereka. Ternyata perubahan dengan sengaja ini terjadi berulang-ulang, bahkan diberitakan oleh beberapa corong sumber berita Iran. Ini merupakan kedustaan yang sangat memalukan !!!

Sebagaimana kita ketahui, Suriah merupakan sekutu Iran, baik dalam ideologi Syi’ah maupun pandangan politiknya. Sedangkan Bahrain adalah negara Ahlussunnah atau Sunni dan masyarakat yang memberontak adalah Syi’ah. Oleh karena itu, telivsi Iran memelesetkan terjemahan pidato Presiden Mesir agar pengaruh Teheran di dunia Arab kian kuat. Simak video perubahan pidato tersebut di http://www.youtube.com/watch?v=pNoPNKepQxI&feature=player_embedded

Dan merupakan perkara yang wajar jika Iran berusaha keras untuk membantu pemerintahan rezim Basyaar Asad. Bahkan Nizomuddin Al-Musawi Direktur redaksi Fars News Agency menyatakan : "Wajib atas Iran untuk membela Suriah, karena Iran adalah negara sahabat bagi penduduk Suriah" (http://arabic.farsnews.com/newstext.aspx?nn=9107114898)
Kedua : Fars News Agency juga berdusta dengan menyatakan telah mewancara Muhammad Mursi dan beliau menyatakan secara resmi akan urgennya menjalin kembali hubungan antara Iran dan Mesir. (lihat : http://article.wn.com/view/2012/06/26/Mursi_bantah_pernah_diwawancarai_media_Iran/)

Tatkala dibantah maka Kantor berita Iran (Fars News Agency) membantah kembali dengan merekayasa rekaman wawancara Presiden Muhammad Mursi (lihat : http://www.elwatannews.com/news/details/20646?page=3), akan tetapi pemerintah mesir menegaskan bahwasanya rekaman wawancara tersebut adalah rekayasa dengan penggunaan tekhnologi suara (http://www.marebpress.net/news_details.php?sid=44904)
Ketiga : Fars News Agency menyatakan bahwasanya 77 persen dari kaum berkulit putih pedesaan Amerika lebih mengutamakan Ahmadi Najad daripada Barak Obama (silahkan lihat pembongkaran kedustaan ini di http://internasional.kompas.com/read/2012/09/30/09405881/.FARS.Klaim.Warga.AS.Lebih.Suka.Ahmadinejad, versi bahasa Arab : http://www.aawsat.com/details.asp?section=4&article=697433&issueno=12359), versi bahasa inggrisnya di (http://edition.cnn.com/2012/09/28/world/iran-news-agency-duped/index.html). 

 Jika beritanya pun benar lantas apa yang mau dibanggakan oleh pemerintah Iran?? Apakah mereka bangga jika orang-orang Amerika yang kafir lebih menyukai Ahmadi Najad daripada Barak Obama?
Keempat : Ternyata kantor berita Iran Fars News Agency juga sering mengarang berita dengan merekayasa foto. Hal ini sebagaimana pengakuan salah seorang reporter Amir Farsyad Ibrahimi yang pernah mengirim sebuah foto pada tahun 2008 dimana beliau berbaring di samping serdadu Israel tatkala ada rudal yang jatuh di kota Sderot . Foto tersebut direkayasa oleh Kantor berita Iran dengan mengarang sebuah berita bahwasanya ada rudal yang jatuh di padang Naqob yang menyebabkan dua serdadu Israel terluka. (silahkan lihat http://www.albiladpress.com/article154615-1.html atau http://www.wa-gulf.com/vb/t20785.html)

Ini sekedar sebagian dusta-dusta yang disebarkan oleh Kantor Berita Iran, bahkan sebagian penduduk Iran tatkala mengomentari kedustaan Kantor Berita Iran berkata, "Bukan hanya Kantor Berita Iran yang pendusta, bahkan pemerintahan Iran adalah pemerintahan yang dibangun atas kedustaan. Kami diperintah oleh pemerintahan dusta" (silahkan lihat kembali http://www.albiladpress.com/article154615-1.html)

Pernyataan ini bukanlah pernyataan omong kosong, buktinya sebagaimana telah lalu pemerintah Iran "nekat" merubah terjemahan Muhammad Mursi yang mengecam Suriah menjadi Pengecaman terhadap Bahrain, bahkan berulang-ulang perubahan tersebut. Yang terjemahan tersebut disiarkan secara langsung dengan bahasa Persia dikalangan rakyat Iran melalui pusat-pusat berita Iran dan televisi Iran !!!

Jika Iran (Syi'ah Rofidoh) nekat untuk berdusta atas nama rakyat Ahlus Sunnah secara umum, maka terlebih-lebih lagi berdusta untuk menjatuhkan Kerajaan Arab Saudi yang para ulamanya paling getol membantah pemikiran kesesatan kaum Syi'ah Rofidhoh.
Berikut diantara dusta-dusta tersebut :
Dusta Pertama : Tuduhan bahwa Kerajaan Arab Saudi akan menggusur makam Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam

Padahal, jangankan kuburan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, rencana memperluas mathaaf (tempat thawaf) di sekitar Ka’bah dengan merobohkan tiang-tiang mashaabiih yang merupakan peninggalan atau sentuhan peradaban khilafah Utsmani saja sampai sekarang tidak direalisasikan, karena pemerintah Arab Saudi mempertimbangkan perasaan umat Islam secara umum dan negeri Turki secara khusus.

Hal ini pun dibantah oleh pihak Kedutaan Besar Arab Saudi yang dikonfirmasi oleh redaksi Sabili dengan langsung membantah fitnah tersebut. Mufti Saudi tidak pernah memfatwakan seperti itu. Berita tersebut bersumber dari propaganda Iran, “Mereka dengki karena haji tahun ini berlangsung sukses,” katanya singkat. Yang benar, proyek perluasan Masjid Nabawi meliputi sayap Timur dan Barat masjid tanpa melakukan pengrusakan terhadap kuburan Nabi dan dua sahabatnya yang mulia. (lihat http://www.konsultasisyariah.com/fitnah-arab-saudi-akan-menggusur-makam-nabi/#axzz2B7uMngbC), silahkan baca juga (http://suara-islam.com/read5784-Isu-Pembongkaran-Majid-Nabawi-untuk-Mengadu-Domba-Umat-Islam.html#.UJDLY9aP45I.facebook)
Dusta Kedua : Arab Saudi menghapus Israel dari daftar musuh

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH mengabarkan :-- Kerajaan Arab Saudi dilaporkan menghapus rezim Zionis Israel dari daftar negara-negara yang menjadi musuh Negeri Petrodolar tersebut.

Situs berita Nahrain Net mengungkap kebijakan rezim Al Saud yang menghapus nama Israel dari daftar negara-negara musuh Saudi. Fars News, Selasa (9/10), melaporkan, selain menghapus Zionis Israel dari daftar musuh, Departemen Informasi Saudi memerintahkan media-media di negara tidak mempublikasikan artikel tentang bahaya Israel bagi kawasan Timur Tengah. (lihat : http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/12/10/10/mbnqxp-saudi-hapus-israel-dari-daftar-musuh) atau (http://www.lensaindonesia.com/2012/10/11/masya-allah-saudi-hapus-zionis-israel-dari-daftar-musuh.html)

Ternyata berita inipun diambil dari sumber Kantor berita syi'ah rofidhoh Iran FarsNews. Ini jelas merupaka kedustaan yang sangat nyata, silahkan lihat pernyataan resmi kerajaan arab Saudi di http://www.mofa.gov.sa/aboutKingDom/KingdomForeignPolicy/KingdomPosition/Pages/default.aspx

Betapa seringnya Kerajaan Arab Saudi dengan resmi menyatakan kebenciannya dan ketidaksetujuannya dengan kekejaman Israel.

Bagi orang-orang yang mukim di Mekah dan Madinah betapa sering mendengar para imam Mesjid Nabawi dan Mesjid Al-Haram yang mendoakan kecelakaan bagi kaum yahudi para perampok negeri kaum muslimin. Terlebih-lebih lagi tatkala malam-malam bulan Ramadhan. Tapi yaa begitulah, kaum Syi'ah Iran kalau berdusta tidak punya malu !!! Selain itu masih ada tanda tanya besar di hati penulis, apakah benar Kerajaan Arab Saudi punya daftar negara-negara musuh, lantas bisa ditambah daftarnya atau dihapus?, atau mungkin juga ada daftar negara-negara sahabat??
Dusta Ketiga : Mayat Hangus Di atas Kubah Hijau
Ini juga merupakan kedustaan syi'ah yang sangat konyol. Yang pertama kali mempopulerkan kedustaan ini adalah Az-Zabiidi seorang syi'ah, lalu dipopulerkan dengan penuh semangat oleh situs-situs yang mengaku aswaja !!??.

Dikutip dari Syekh az-Zabidi Asy-Syi'iy: “Para musuh Rasulullah setelah mereka selesai menghancurkan makam-makam mulia di komplek pemakaman al Baqi’, mereka pindah ke Qubah Rasulullah untuk menghancurkannya. Salah seorang dari mereka lalu naik ke puncak Qubah untuk mulai menghancurkannya, tapi kemudian Allah mengirimkan petir/api menyambar orang tersebut yang dengan hanya satu kali hantaman saja orang tersebut langsung mati hingga -raganya- menempel di atas Qubah mulia itu. Setelah itu tidak ada seorangpun yang mampu menurunkan mayat orang tersebut dari atas Qubah; selamanya. Lalu ada salah seorang yang sangat saleh dan bertakwa mimpi diberitahukan oleh Rasulullah bahwa tidak akan ada seorangpun yang mampu menurunkan mayat orang tersebut. Dari sini kemudian orang tersebut “dikuburkan” ditempatnya (di atas Qubah; dengan ditutupkan sesuatu di atasnya) supaya menjadi pelajaran”.

Lihat bantahannya di (http://metafisis.wordpress.com/2011/06/23/membongkar-kedustaan-adanya-mayat-pengikut-wahabi-di-kubah-makan-rasulullah/). Kalau ini benar, maka sesungguhnya mayat tersebut memiliki karomah, karena dikubur di atas kuburan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam??!!

Lantas jika memang si wahabi kesambar petir maka itu merupakan kejadian yang sangat menghebohkan, bukan hanya menghebohkan penduduk madinah, bahkan penduduk saudi, bahkan penduduk dunia. Tentunya berita heboh ini akan disebarkan dunia internasional, terlebih lagi dari gambar tersebut nampak adalah di zaman modern sekarang, dengan adanya HP, kamera, IPhone, dll. Karenanya tentu kita bertanya-tanya kapan terjadi peristiwa "wahabi kesambar petir" ini?, dalam sumber berita manakah? Atau dalam buku sejarah manakah?.

 Tentunya jika berita ini benar maka para orang-orang yang hasad kepada kaum wahabi tidak akan tinggal diam, dan pasti langsung menyebarkannya.

Selain itu, jika memang ada mayat di atas kubah hijau, lantas kenapa tidak dikuburkan? Apakah ada syari'at baru tidak usah dikuburkan agar menjadi pelajaran bagi yang lain??

Jika memang yang kesambar petir seorang wahabi, maka kenapa jenazahnya tidak dikuburkan di tanah? Apakah karena wahabi kafir lantas tidak dikuburkan di tanah?, bukankah orang kafir saja dikuburkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam? Bahkan Abu Jahal dikuburkan oleh Nabi?, apalagi seorang wahabi? Apalagi penegak Al-Quran dan Sunnah-sunnah Nabi?



Saturday, October 19, 2013

Dr Johari: Tidak Wujud Syiah, Kalau Mereka Nafi Apa Yang Ada Dalam Kitab...




Dr Johari: Tidak Wujud Syiah, Kalau Mereka Nafi Apa Yang Ada Dalam Kitab Induk Mereka



Kita sering juga dihidangkan dengan penafian golongan Syiah atau simpatisan Syiah terhadap pelbagai tuduhan yang ditujukan kepada Syiah. Tuduhan berkenaan ada yang sampai ke peringkat kufur. Antaranya ialah, mereka mengkafirkan majoriti sahabat termasuk sahabat besar dan para isteri Rasulullah s.a.w. Dan pelbagai tuduhan berat lainnya. Mereka akan menafikan dengan mengatakan ia adalah fitnah.
Tahukah anda bahawa segala pertuduhan berat yang ditujukan kepada Syiah diambil dari kitaab-kitab induk mereka sendiri? Bukan rekaan Ahlus Sunnah.

Tahukah anda apa akan terjadi jika mereka benar-benar menafikan segala tuduhan-tuduhan berkenaan? Jika mereka menafikannya, bermakna Syiah itu tidak wujud dan tidak perlu wujud..

Antara isikandungan video:

1. Dakwaan tentang kesesatan Syiah boleh dibaca sendiri dalam kitab-kitab induk mereka. Ia memang benar-benar wujud di dalam kitab berkenaan. Kalau syiah tak mengakui apa yang ada dalam kitab induk mereka seperti Usul Kafi dll, maka tak wujud apa yang dinamakan Syiah

2. Kenapa orang Malaysia benci sangat dengan Muawiyah dan Yazid? Kerana sejarah Islam tidak ditulis dengan betul.

3. Asyura.. Apa Itu Asyura? Jawab: Bermaksud kesepuluh.
Kenapa buat bubur pada hari Asyura (10 Muharram)? Jawab: Kerana nak mematikan Sunnah berpuasa pada hari berkenaan.

4. Prinsip Syiah Imamiyah: Perlu Lakukan Yang Bertentangan Dengan Ahlus Sunnah
Ulama Syiah bila ditanya: Bagaimana jika seorang Syiah berada di kalangan Ahlus Sunnah mahu bertanya hukum-hakam?

Jawab: Tanyalah ulama Ahlus Sunnah. Kalau mereka menjawab halal, ia bermaksud haram.

Video: 

Dr Johari: Tidak Wujud Syiah, Kalau Mereka Nafi Apa Yang Ada Dalam Kitab Induk Mereka

Video of Dr Johari: Tidak Wujud Syiah, Kalau Mereka Nafi Apa Yang Ada Dalam Kitab Induk Mereka

Monday, July 29, 2013

Syiah itu Aliran Politik atau Aqidah Tersendiri?

 

 

Assalamu Alaikum Ustadz

Saya ingin bertanya banyak tentang Syiah, saya lihat di media maupun  media sosial kembali menghangat masalah Syiah ini,…banyak  yang pro dan kontra, semuanya mengusung alasan dan dalilnya atas setiap pembelaan maupun penentangannya mengenai syiah ini, apalagi terkait dengan perang di suriah dan hizbullah, yang saya tanyakan sebenarnya syiah ini aliran politik atau ideologi tersendiri ya?
Yunan

Assalamu Alaikum Wr Wb,
Di dalam menjawab ini, saya tidak akan membicarakan tentang Aqidah Syiah secara rinci dan mendetail, karena selain membutuhkan tulisan panjang,  yang dirasa tidak efektif  dan kurang efesien dalam tanya jawab yang sangat terbatas, begitu juga pembahasan tentang Syiah sudah ditulis oleh para uilama-ulama dahulu di dalam buku-buku mereka, serta bisa didapati juga pada buku-buku kontemporer dalam berbagai bahasa, disamping itu bisa diakses dari internet.
Saya hanya menyampaikan pandangan secara umum terkaitan dengan bahaya Aqidah Syiah dalam tataran politik dan keyakinan kaum muslimin secara bersamaan. Kenapa bisa dikatakan seperti itu ?
Kalau kita mau meneliti, akan kita dapatkan bahwa pembicaraan tentang Syiah sudah dilakukan oleh para ulama terdahulu di dalam buku-buku mereka yang menyatakan bahwa  Syiah pada awalnya adalah kelompok-kelompok menyimpang ( firqah ) dalam Islam, seperti halnya Khowarij, Mu’tazilah, Qadariyah, Jabariyah dan lain-lainnya.
Yang menarik, bahwa pembicaraan tentang Syi’ah muncul lagi pada abad sekarang, khususnya sejak munculnya Revolusi Iran yang dipimpin oleh Khomeni pada tahun 1979 H, yang pada awalnya disebut-sebut sebagai Revolusi Islam Iran, tetapi ternyata adalah Revolusi Syiah Iran. Banyak dari kalangan Ahlus Sunnah yang terpedaya dengan  slogan yang diusung oleh Revolusi ini dengan menyebutkan   :
لا شرقية لا غربية إسلامية إسلامية
لا شيعية لا سنية إسلامية إسلامية
Mereka dari kalangan Ahlus Sunnah banyak yang menggantungkan harapan dari Revolusi ini. Tetapi beriring dengan pergantian hari, ternyata terungkap sedikit demi sedikit maksud dan tujuan utama revolusi ini, yaitu menguasai dunia dengan menyebarkan ajaran Syiah Imamiyah.

Tashdir Tsaurah ( Pengiriman Revolusi)  dan Imam Mahdi
Di dalam ajaran Syiah Imamiyah disebutkan bahwa Imam Mahdi ( Imam Ke -12 ) akan muncul di akhir zaman dengan tugas sebagai berikut :
  1. Membawa Syariat  Baru, yaitu Syariat Nabi Daud dan Sulaiman as, sebagaimana yang disebutkan oleh Al Kulaini dalam “Al Kafi”, [1]
  2. Membawa al Qur’an baru yaitu Mushaf Fatimah,
  3. Merobohkan Masjidil Haram  dan Masjid Nabawi,
  4. Membongkar kuburan Abu Bakar dan Umar bin Khottab, kemudian dibakarnya dan dihambur-hamburkan abunya[2]. Artinya mereka akan menyerang negara-negara Arab yang ada disekitarnya. Saat ini, mereka telah merebut Iraq dengan membonceng pasukan Amerika Serikat. Sesuatu yang pernah dilakukan oleh al Alqami dan Nashiruddin Ath Thusi yang memprovokasi Pasukan Tatar untuk membantai kaum muslimin yang ada di Baghdad, dan sejarah itupun terulang kembali [3].
  5. Membalas dendam bangsa Arab [4]
  6. Membunuh Nawashib ( Anti Syiah ) yang selama ini menentang aqidah mereka, kecuali  yang ikut mereka. [5]
Yang perlu diperhatikan disini, bahwa tugas-tugas Imam Mahdi di atas – menurut kesepakatan para pemikir Syiah kontemporer – khususnya yang berhubungan dengan perluasaan kekuasaan dan hak untuk membunuh lawan-lawan politik mereka, terutama Ahlus Sunnah telah diambil alih oleh Negara Iran yang didirikan dan  dipimpin oleh Khomeni.[6]

Hal ini diperkuat dengan adanya ad-Dustur al- Islami Negara Iran yang menyatakan bahwa tentara negara Iran bukan saja menjaga perbatasan negara, tetapi juga bertugas untuk berjihad di seluruh penjuru dunia. Dan disebutkan juga di dalam Dustur tersebut bahwa di saat belum munculnya Imam Mahdi, maka kekuasaan dan kepemimpinan Negara Iran dipegang oleh al Faqih [7], yang kemudian terkenal dengan konsep “ Wilayatul Faqih “ yang disusun oleh Khomeni sebelum terjadinya revolusi.

Disebutkan juga di dalam Dustur tersebut bahwa Revolusi Iran bertanggung jawab untuk membantu orang-orang tertindas menghadapi para penguasa di negaranya masing-masing, sehingga memudahkan untuk membangun sebuah umat internasional yang bersatu di bawah satu kepemimpinan, inilah yang disebut oleh banyak pengamat dengan istilah “ Tasdir Tsaurah “ ( Pengiriman Revolusi ) .

Tentunya, Al Khomeni dengan pernyataan-pernyataan tersebut[8] telah menyelisihi apa yang telah menjadi kesepakatan para ulama Syiah sepanjang sejarah bahwa yang mengaku Mahdi sebelum waktu keluarnya dinyatakan kafir.

Akan tetapi karena Khomeni berhasil mendirikan sebuh negara dengan seluruh kekuatannya, maka keyakinan yang selama ini dipegang teguh oleh ulama-ulama pendahulu mereka menjadi luntur. Sehingga kita dapatkan ulama-ulama kontemporer Syiah mulai mendukung konsep Wilayatul Faqih Khomeni tersebut. Bagi mereka yang menyelisihinya akan dikucilkan, bahkan kalau perlu dibunuh. [9]

Yang menguatkan adanya hubungan erat antara gerakan politik syiah dengan aqidah mereka adalah para imam 12 yang mereka yakini setelah Ali, Hasan dan Husein semuanya adalah keturunan Husein. Pertanyaannya adalah kenapa harus keturunan Husein  ? Kenapa orang-orang Syiah cintanya kepada Husein jauh berlebihan jika dibandingkan dengan cinta mereka kepada Hasan ? Bahkan Hasan tidak disebut-sebut dalam buku-buku mereka kecuali sangat sedikit sekali ? Setelah ditelusuri ternyata isteri dari Husein adalah seorang putri istana kerajaan Persia yang bernama Syahrubanu, yang merupakan putri raja Persia terakhir yang bernama Yazdajrid, disinilah terjadi pertemuan darah al Hasyimiyah dan darah as Sataniyah. [10]

Kekuasaan dan Imamah
Konsep Imamah adalah doktrin syiah yang paling mendasar. Sebuah doktrin yang sudah merupakan harga mati dan tidak ditawar-tawar lagi. Mungkin saja, seorang syiah menutupi-nutupi ajaran lainnya dengan bisakonsep “ Taqiyah “. Tetapi dalam masalah Imamah ini, seperti mereka tidak bisa bertaqiyah.

Ulama kontemporer mereka Muhammad Husen Ali Kasyif al Ghitoi mengarang buku “ Ashlu Syiah wa Usuluha “ dalam rangka untuk ( At-Taqrib ) mendekatkan antara Syiah dan Sunnah, maka buku ini dikirim ke seluruh dunia dan diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Di dalam buku tersebut Muhammad Husen Ali Kasyif al Ghitoi menjelaskan dengan gamblang bahwa masalah Imamah adalah masalah yang paling mendasar dalam Syiah Imamiyah dan merupakan titik perbedaan yang paling penting antara Syiah dengan Sunnah. [11]

Di dalam konsep Imamah ini didapatkan poin-poin sebagai berikut :
  1. Imamah merupakan jabatan Ilahi, maka yang memilih para imam-imam mereka adalah Allah swt secara langsung melalui nash.[12]
  2. Wilayah ( Kepimpinan ) merupakan rukun Islam yang kelima. [13]
  3. Para Imam yang berjumlah 12 orang mempunyai kedudukan yang tidak bisa dicapai oleh malaikat yang paling dekat dengan Allah, maupun oleh nabi yang diutus. [14]
  4. Para imam mereka lebih utama dari ulul azmi dari kalangan nabi.[15]
  5. Yang mengingkari salah satu Imam sama dengan mengingkari kenabian, artinya telah kafir dan sesat serta masuk dalam neraka selama-lamanya [16]. Dengan alasan seperti ini mereka mengkafirkan seluruh sahabat kecuali tiga orang yaitu Miqdad, Salman dan Abu Dzar, bahkan mereka mengkafirkan seluruh kaum muslimin non syiah, serta menghalalkan darah mereka.
  6. Imam mereka mengetahui kapan mereka mati, dan mereka tidak akan mati kecuali dengan mereka. [17]
  7. Para Imam adalah maksum ( terjaga) dari berbuat salah dan dosa, baik yang kecil maupun yang besar, baik sengaja maupun tidak sengaja. Mereka juga terjaga dari kelengahan, kekeliruan dan lupa.[18]
Doktrin Imamah ini sebagaimana telah disebut di atas, merupakan doktrin yang paling penting. Doktrin inilah yang mewarnai hampir seluruh ajaran Syiah secara umum, seperti Tahrif al Qur’an, Pengkafiran para sahabat dan umat Islam non Syiah, penghalalan darah mereka, dan lain-lainnya.

Hal itu sangat dimaklumi, karena di dalam konsep Imamah inilah kekuasaan akan bisa diraih, semua pengikutnya diwajibkan untuk mentaati imam-imam mereka yang maksum dan tidak pernah berbuat salah, apalagi mereka diangkat langsung oleh Allah swt dengan melalui nash dan wasiat dari Rasulullah saw.

Tentunya, dengan diterapkannya konsep Imamah ini dalam tataran politik, akan membentuk kekuatan yang luar biasa, karena akan didukung oleh para pengikutnya yang sangat fanatik dan rela mengorbankan apa saja demi tercapai tujuan-tujuan yang telah diletakkan oleh para Imam mereka. Revolusi Iran merupakan contoh nyata dari penerapan konsep Imamah tersebut.

Tahrif al Qur’an.[19]
Doktrin tentang Tahrif al Qur’an dimunculkan syiah untuk mendukung konsep Imamah, oleh karenanya, kita dapati hampir seluruh ayat-ayat Al Qur’an ditakwilkan untuk mendukung  kekhilafahan Ali bin Abu Thalib ra, seperti dalam QS Al Maidah : 55 dan 67. Bahkan untuk tujuan tersebut, mereka tidak segan-segannya untuk menambah ayat –ayat di dalam Al Qur’an. Sehingga muncullah doktrin-doktrin di bawah ini :
  1. Al Qur’an yang sebenarnya terdiri dari 17.000 ayat. [20]
  2. Yang bisa mengumpulkan dan menghafal al Qur’an persis seperti apa yang diturunkan oleh Allah hanyalah para imam. [21]
  3. Mereka mempunyai Mushaf Fatimah, yang tebalnya tiga kali lipat dari al Quran yang dipegang kaum muslimin sekarang, dan tidak ada satu hurufpun yang ada dengan al Qur’an sekarang.[22]
Tentunya, masih banyak doktrin-doktrin Syiah yang bertentangan dengan aqidah umat Islam, bahkan doktrin-doktrin tersebut bisa mengganggu keamanan masyarakat, karena berujung pada revolusi berdarah untuk merebut kekuasaan.

Oleh karenanya, umat Islam harus selalu waspada dengan gerakan-gerakan seperti ini, agar peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau seperti pembantaian umat Islam secara masal yang terjadi  di Baghdad pada masa Khilafah Abbasiyah, kemudian terulang kembali di saat jatuhnya Saddam Husein, begitu  juga sabotase berdarah yang terjadi di Mekkah al Mukarramah yang diikuti dengan pencurian Hajar Aswad, konflik berdarah yang tidak kunjung selesai yang terjadi di Pakistan, Yaman, dan Bahrain serta peristiwa –peristiwa lainnya, agar semua itu bisa dihindari khususnya di negara Indonesia yang mayoritas umat Islamnya bermadzhab Ahlus Sunah.

Yang terakhir, kami mengajak umat Islam, khususnya para ulama dan cendikiawan untuk banyak membaca buku-buku literatur aliran Syiah ini, dan mengikuti perkembangan politik yang ada di Timur Tengah, supaya kita benar-benar mengetahui hakekat gerakan aliran ini, sehingga tidak mudah terkecoh dengan slogan-slogan kosong yang sering diusung, padahal kenyataannya tidak demikian.

Mudah-mudahan Allah membimbing kita kepada jalan-Nya yang lurus, dan memberikan kepada kita kekuatan untuk selalu memegang kebenaran hingga akhir hayat kita, Amien.
Dr Ahmad Zain

[1] Lihat Al Kulaini dalam Al Kafi : 1/397. Disini sangat kelihatan persamaan keyakinan Syiah dengan keyakinan Yahudi, yang hendak menghancurkan Masjid al- Aqsa dan membangun di atas  reruntuhannya kuil Nabi Daud dan Sulaiman, dan dari situ orang-orang Yahudi akan memimpin dunia ini. Hal ini semakin menyakinkan kajian yang menyatakan bahwa aliran Syiah ini pertama kali dimunculkan oleh  Abdullah bin Saba’ yang merupakan orang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam dengan tujuan merusak Islam dari dalam. Abdullah bin Saba’ ini bukanlah tokoh fiktif seperti yang diisukan oleh sebagian ulama syiah kontemporer seperti Murtadha al Askari dan Muhammad  Husen Ali Kasyif Ghitoi dalam bukunya:  Ashlu asy Syiah wa Ushuluha. Para ulama syiah terdahulu sendiri mengakui keberadaan Abdullah bin Saba’, seperti Sa’ad Al Qummi yang terkenal dengan ats Tsiqah di dalam bukunya al Maqalat wa al Firaq, An Nubakhty di dalam bukunya  Firaqu as Syi’ah, dan al Kusi di dalam Rijal al Kusi, dan ahli sejarah mereka al Ya’qubi  dalam bukunya Tarikh al Ya’qubi.
[2] Lihat At Thusi di dalam bukunya : “ Al Istibshor “ dan “ AtTahdzib “, Al Majlisi di dalam  Bihar al Anwar 52/ 386.
[3] Lihat umpamanya : DR. Imad Ali Abdus Sami’ di dalam bukunya “ Khiyanat asy Syi’ah wa Atsaruha fi Hazaim al Ummah al-Islamiyah.”
[4] Al Majlisi, Bihar Al Anwar : 52/ 338
[5] Al Majlisi, Bihar Al Anwar : 52 / 373
[6] Lihat Ali Al Kurani, al Mumahidun lil al Mahdi, hlm 126- 127, sebagaimana dinukil oleh Mundzir as Syarif dari Ulama Najef, dalam bukunya : Al Mukhaththath Al Ijrami Li Ibadati Umat Al Islam Tahta Musamma Khuruj Al Imam Al Mahdi, hlm :62
[7] Lihat Dustur al Islami Negara Iran, hlm : 18
[8] Lihat lebih lengkap dalam al Khomeni, al Hukumat al Islamiyah,hlm : 26, 48, 80, 113
[9] Mundzir as Syarif, Al Mukhaththath Al Ijrami, hlm : 61
[10] Utsman bin Muhammad al Khomis, Madza Ta’rif ‘an Dien as Syiah , hlm : 87
[11] Muhammad Husen Ali Kasyif Ghitoi, Ashlu asy Syiah wa Ushuluha, hlm : 133
[12] Muhammad Husen Ali Kasyif Ghitoi, Ashlu asy Syiah wa Ushuluha, hlm : 134
[13] Al Kulaini, Al Kafi : 2/ 18
[14] Al Khomeni, al Hukumat al Islamiyah, hlm : 52
[15] Abdul Husain Nikmatullah al Jazairi, al Anwar an Nukmaniyah : 1/ 20-21
[16] Al Majlisi, Bihar al Anwar :  27/ 62
[17] Al Kulaini, al Kafi : 1/258
[18] Al Majlisi, Bihar al Anwar : 25/ 191
[19] At Tabrisi, seorang ulama syiah telah menulis sebuah buku yang menyatakan adanya doktrin Tahrif al Qur’an dalam ajaran Syiah, buku tersebut diberi judul : “ Fashl al Khithab fi Itsbati Tahrif Kitabi Rabb al Al Arbab. “
[20] Al Kulaini, al Kafi : 2/ 634.