Showing posts with label krisis politik Mesir. Show all posts
Showing posts with label krisis politik Mesir. Show all posts

Tuesday, April 29, 2014

Pray Egypt

 

 

 

Pray Egypt

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 
Seruan Syaikh Shalih As Suhaimi Kepada Ahlul Kinanah

Ketika ada seorang penanya dalam pengajian bertanya kepada Syaikh Shalih As Suhaimi Hafizhahullah,
 
“di negeri kami, wallahul musta’an, dunia politik senantiasa menimbulkan banyaknya pertikaian, pembunuhan, keributan dan prahara“.
 
Beliau pun kontan menjawab bahwa ini semua adalah tanda-tanda datangnya hari kiamat.
 
Apa yang sekarang terjadi di khususnya negeri-negeri kaum Muslimin dan juga di dunia internasional adalah tanda-tanda datangnya hari kiamat, yaitu banyaknya keributan (chaos) yang telah dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.
 
Yaitu terkadang orang yang membunuh tidak tahu mengapa ia membunuh.
Ia melihat orang lain melakukan sesuatu lalu ia pun ikut-ikutan menembakkan senjatanya.

Syaikh juga melontarkan sebuah pertanyaan yang perlu kita renungkan secara mendalam :
 
“demi apa semua itu dilakukan?“.
 
Demi sebuah revolusi?
ataukah demi sepotong roti?
atau demi rasa lapar?
atau demi membela seseorang?
padahal terkadang orang yang dibela itu adalah seorang thagut.
 
Demi semua itu rela dan ridha terjadi banyak keributan (chaos) yang menghilangkan ribuan lebih nyawa kaum Muslimin?

Syaikh juga mengungkap sebuah fakta yang aneh, orang-orang yang terlibat dalam keributan tersebut beranggapan bahwa semua orang yang mati disana itu syahid meski ia orang Yahudi, Nasrani atau orang musyrik penyembah kubur.
 
Mereka semua dianggap syuhada, haasyaa Lillalah! Dan ini tidak lepas dari fatwa-fatwa serampangan dari orang yang dianggap ulama atau tokoh di tengah mereka.

Lalu Syaikh As Suhaimi pun berpesan:  
“Berdoalah kepada Allah untuk kebaikan negeri-negeri Islam yang sedang mengalami fitnah semacam ini.
Berdoalah kepada Allah agar Ia melindungi negeri-negeri kaum muslimin dari fitnah semacam ini. Yaitu ketika orang yang membunuh tidak tahu mengapa ia membunuh.
 
Dan yang dibunuh pun tidak tahu mengapa ia dibunuh.
Kelak orang yang dibunuh akan berdiri di hadapan Allah ‘Azza Wa Jalla dengan membawa kepala si pembunuh dengan kedua tangannya lalu menanyakan kepada si pembunuh “mengapa engkau membunuhku?””.

Beliau juga menjelaskan mengapa demonstrasi itu bukan jalan yang sesuai dengan prinsip Islam. Yaitu ketika Sumayyah radhiallahu’anha dibunuh dengan sadis, kaum Muslimin tidak berdemonstrasi dan tidak tumpah ke jalan serta berteriak-teriak.

Ketika orang-orang Yahudi berusaha membunuh Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, kaum Muslimin juga tidak berdemontrasi.
Namun yang mereka lakukan pergi berjihad di jalan Allah dan mengeluarkan orang-orang Yahudi dari Madinah atas perintah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.
 
Di dalam proses demonstrasi juga mengandung banyak hal-hal yang melanggar aturan syari’at.
Laki-laki bercampur-baur dengan wanita, lalu terjadilah perampasan dan pelanggaran kehormatan, zina, diminumnya khamar, berkurangnya rasa malu, didendangkan nyanyian.
 
Apakah ini semua bagian dari agama Allah?? Tentu bukan.

Jelas saja karena demonstrasi hakikatnya adalah ajaran orang-orang Barat yang sedemikian rupa mereka menanamkan prinsipnya itu hingga dianggap bagus oleh sebagian umat Islam.

Lalu Syaikh Shalih As Suhaimi pun kembali berpesan disambung dengan doa :
“Hendaknya mereka bertaqwalah kepada Allah dan kembali ke rumah-rumah mereka.
Sampaikan perkataan ini kepada mereka: bertaqwalah kalian kepada Allah di negeri Kinanah (Mesir), yang demi Allah ini negeri yang kami muliakan.
Tetapi banyak penduduknya yang tidak memuliakannya.
Andaikan mereka memuliakannya, tentunya mereka tidak akan melakukan perbuatan semacam ini.
 
Aku berdoa kepada Allah agar Ia melindungi mereka dari keburukan fitnah ini.
Dan semoga Allah mengembalikan mereka kepada kebenaran.
Semoga Allah menjauhkan mereka dari para pengacau di antara mereka, yang selalu membuat perselisihan antara berbagai pihak yang sangat membahayakan”.
Kemudian perhatian dengan seksama seruan beliau ini, beliau berkata :
“Wahai manusia, kembalilah ke rumah-rumah kalian maka akan selesai masalah ini, dan bersabarlah terhadap pemerintah kalian.
Benar, kami memang mengingkari kudeta militer yang mereka lakukan sebelumnya.
Perbuatan mereka ini adalah kebatilan.
Akan tetapi setelah mereka berkuasa maka wajib bagi kita untuk diam dan kita menuntut agar kekuasaan dikembalikan tetapi dengan jalan yang syar’i.
Bukan dengan jalan mengumpulkan massa, memerangi dan menduduki berbagai fasilitas umum”.

Beliau juga menasehati bahwa adanya kekelompokkan (hizbiyyah) merupakan hal yang batil.
Segala bentuk kekelompokkan merupakan bentuk taqlid terhadap prinsip orang Yahudi dan Nasrani.
Maka orang-orang yang terjerumus dalam hizbiyyah hendaknya takut kepada Allah ‘Azza Wa Jalla dan melepaskan diri dari sikap fanatisme golongan.
Solusi yang diajukan Syaikh Shalih As Suhaimi kepada penduduk Mesir, karena mereka menggunakan sistem pemilu, hendaknya mereka bersabar menunggu pemilu selanjutnya untuk melengserkan orang yang sekarang berkuasa.
Namun beliau menggaris bawahi bahwa sebenarnya beliau tidak setuju dengan sistem pemilu yang merupakan sistem thaghut dan tidak bisa dipercaya.
 
Namun dengan kondisi yang sekarang ini, langkah itu lebih menjaga darah kaum Muslimin.

Lalu Syaikh mengajak setiap rakyat Mesir untuk kembali ke jalan Allah dan mengikuti aturan syari’at-Nya serta menjauhi fitnah.
Diantaranya dengan meninggalkan demonstrasi yang merupakan perbuatan yang bodoh dan tidak sesuai dengan akal sehat.
 
Dan orang-orang yang berdemonstrasi tersebut kebanyakan tidak mengajak kepada agama Allah melainkan hanya berteriak-teriak “hidup Fulan”, “jatuhkan Fulan”.

Oleh karena itu beliau juga memuji sebagian saudara-saudara kita di Mesir yang menjauhkan diri dari fitnah ini, walhamdulillah, mereka mengajak kepada agama Allah dan juga kepada sunnah.
Dan sampai hari ini mereka selamat dari ketergelinciran ke dalam fitnah ini.
Dan mereka juga selamat dari keterlibatan dalam membunuh kaum muslimin dalam peristiwa ini.

Lalu Syaikh menutup risalahnya dengan doa : 
 
“Aku mohon kepada Allah Al-Karim untuk menganugerahkan kebaikan kepada seluruh negeri kaum muslimin, merahmati mereka dan menyatukan kalimat mereka di atas tauhid.
Kembalilah kepada Sunnah wahai penduduk Kinanah (Mesir).
Kembalilah kepada tauhid.
Hancurkan kuburan yang disembah selain Allah.
Tinggalkan fanatisme golongan dan tinggalkan kelompok yang mengajak pada hizbiyyah. Kembalilah kepada Rabb kalian Subhanahu Wa Ta’ala.
Bersatulah dalam merealisasikan kalimat “Laa ilaaha illallah dan Muhammadur Rasulullah“”.

Disadur dari ceramah Syaikh Shalih As Suhaimi hafizhahullah di link berikut:
http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=34270

Penyusun: Yulian Purnama
Artikel Muslim.Or.Id
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sunday, July 14, 2013

Pertembungan yang panjang


Pertembungan yang panjang

Seorang ulamak terkemuka, Sheikh Dr Yusuf Al Qaradhawi telah mengeluarkan fatwa tentang kewajiban ke atas semua rakyat Mesir untuk turun memberikan sokongan kepada Presiden Mesir yang sah yang telah telah dipilih melalui pilihanraya umum iaitu Ir Dr Muhammad Mursi.

Beliau menekankan kewajiban untuk mengheret keluar pihak ketenteraaan dari medan politik Mesir. Beliau menambah lagi, bahawa campur-tangan tentera dalam pemecatan Presiden telah menafikan sistem demokratik dan undang-undang. Beliau juga menegaskan bahawa para alim ulamak Universiti Al-azhar Sharif bersetuju dengan pendapat itu.

Dalam masa yang sama jutaan rakyat Mesir telah turun ke medan untuk mempertahan dan memperjuangakan hak-hak mereka yang termaktub di dalam undang-undang serta bersedia untuk berhadapan dengan sebarang kemungkinan. Tidak ada tanda-tanda bahawa mereka akan mengundur diri mahu pun menyerah kalah kepada pasukan bersenjata Mesir yang didalangi oleh pihak yang berkepentingan daripada dalam dan juga di luar negara.

Didoakan agar pasukan bersenjata Mesir 'berubah' pendirian dan mengembalikan kepimpinan kepada yang selayaknya secara terhormat.

Didoakan agar Ramadhan ini adalah Ramadhan yang bermakna buat rakyat dan negara Mesir, khususnya kepada para mahasiswa dan pengunjung dari Malaysia yang bermastautin di sana.

Moga-moga umat ini akan terus bekerja, berkeringat dan bergegas menuju kejayaan dan kemenangan yang hakiki di sisi Allah swt.


Baca lagi :

https://www.facebook.com/MesirKini?fref=ts

https://www.facebook.com/ismamesir?fref=ts
 

Tuesday, July 2, 2013

Semoga yang terbaik untuk Mesir dan umat ini





Semoga yang terbaik untuk Mesir dan umat ini

Negara Mesir atau bumi Kinaanah adalah bumi istimewa yang telah menempatkan para anbiya dan pengorbanannya. Bumi ini juga merupakan bumi yang menempatkan firaun dan hasil kekejamannya.

Bumi ini kaya dengan generasi pewaris para nabi yang soleh dan bumi ini juga sarat dengan generasi pewaris genetik firaun yang sombong lagi zalim.

Negara Mesir juga adalah 'abang sulung' kepada negara-negara Arab dan negara-negara umat Islam di dunia antarabangsa. Jatuh dan bangunnya Islam di bumi istimewa ini sangat mengesani kehangatan perjuangan dan semangat perubahan umat Islam sejagat.

Sejak kejatuhan regim zalim Hosni 'Ghaira Mubarak dan pemilihan Ir Dr Muhammad Mursi sebagai pemimpinnya, pihak musuh tidak pernah senang diri daripada berbuat pelbagai perancangan bersama demi untuk menjatuhkannya. Kedutaaan AS, Israel, puak sekularis, puak liberal, syiah, Qibti dan sebagainya tekun berkeringat bagi mencari titik noktah bersama.

Semoga Allah memberikan ketabahan kepada rakyat Mesir dalam mengharungi situasi sukar ini. Moga-moga Allah berikan kemenangan kepada Morsi dan pendokong kebenaran dalam melepasi pertembungan di antara hak dan yang bathil.

Doa kami bersama kalian....



Saturday, December 15, 2012

"MILITIA BarisanPenyelamat Mesir" MENGGANAS


 
 
 
 
"MILITIA BarisanPenyelamat Mesir' MENGGANAS

Berita dari ISKANDARIAH: Lebih 300 anggota 'militia' Hamdin Sobahi, Amru Musa dan Mohammad El-Baradei (atau dikenali BARISAN PENYELAMAT MESIR) mengepung Masjid Qaid Ibrahim, Iskandariah selepas solat Jumaat tadi
.

Tanpa menyertai solat Jumaat, mereka menunggu sehingga solat Jumaat selesai sebelum melaungkan slogan anti-Mursi dan Ikhwan Muslimin dan bertindak ganas menyerang kumpulan penyokong Mursi yang berkumpul di perkarangan masjid tersebut.

Lebih malang, mereka menyerang dan mencederakan imam masjid, Syeikh Mahellawi yang sebelumnya menyampaikan khutbah meminta rakyat turun esok dan bersetuju dengan perlembagaan baru. Kumpulan samseng Sobahi itu turut membakar kereta Syeikh Mahellawi dan 12 buah kereta lain.

Syeikh Mahellawi, seorang ulamak Al-Azhar berusia lebih 80 tahun disegani dan dihormati. Salah seorang yang pernah menuntut ilmu dengan beliau ialah As-Syahid Dr.Abdul Aziz Rantissi, bekas pemimpin HAMAS.

Militia 'Barisan Penyelamat Mesir' terus mengepung masjid tersebut sehingga menjelang Asar dan maghrib tadi serta menghalang muazin untuk melaungkan azan.

Mereka menentang Perlembagaan atau agama?
~Abdul Mali

Wednesday, September 12, 2012

UCAPAN WAKIL SYRIA DI PERSIDANGAN WANITA YANG MEMBUATKAN MEREKA YANG HADIR MENANGIS


 
 
 
 
"BASYAR DAN SYIAH LEBIH ZALIM DARI YAHUDI"-SUMAYYAH MUHAMMAD

Hari ini berlangsungnya Persidangan Wanita Arab Pertama di bandaraya Kaherah anjuran Wanita P
arti Kebebasan dan Keadilan (FJP), sayap politik Ikhwan Muslimin yang turut disertai wakil Palestin, Jordan, Kuwait, Morocco dan Syria.

Persidangan pertama selepas berlakunya revolusi di Timur Tengah ini menampilkan penyelaras revolusi Syria yang diwakili oleh sayap wanitanya, Sumaiyyah Muhammad.

Ucapan beliau yang mengisahkan pembunuhan kejam yang dilakukan oleh rejim Basyar Asad membuatkan seluruh mereka yang hadir mengalirkan air mata. Sumayyah menceritakan apa yang dilakukan oleh rejim Basyar dan pembantunya dari kalangan penganut Syiah terhadap rakyat Syria lebih dahsyat berbanding apa yang dilakukan Yahudi terhadap rakyat Palestin. Menurut Sumayyah, di Syria anak-anak disembelih di hadapan ibu bapa, anak-anak gadis dicabul kehormatan di hadapan keluarga sendiri dan paling menyedihkan wanita-wanita yang hamil dibelah perut mereka hingga membunuh ibu dan janin.

Sumayyah turut mengecam sikap membisu kerajaan-kerajaan Arab dan tindakan yang gagal diambil oleh mereka dalam menghentikan pertumpahan darah.

Kata Sumayyah, "Demi Allah! Kita malu untuk bercakap mengenai revolusi Syria dalam keadaan mereka sekarang menggigil ketakutan dan kesakitan sedang kita hari ini di dalam dewan berhawa dingin dan kerusi yang empuk. Tetapi kami meminta maaf kepada mereka dalam doa untuk mereka."

Sumayyah menutup ucapan dengan doa yang pernah diungkapkan oleh Rasulullah SAW selepas menyampaikan dakwah ke Thoif,Baginda merayu, "Ya Allah! Jika Engkau tidak murka kepada kami maka kami tidak peduli. Akan tetapi keampunanMu lebih meluas kepada kami daripada dosa-dosa kami."
 

Ketua Samseng Mesir, Sabri Nakhnukh akan dibicarakan di Mahkamah Jenayah Mesir

 
 
 
Pejabat Peguam Negara Mesir hari ini telah membawa kes Ketua Samseng Mesir, Sabri Nakhnukh untuk dibicarakan di mahkamah jenayah atas pelbagai kes jenayah berat.

Nakhnukh (gambar), ketua nombor satu kumpulan samseng (baltoji) di Iskandaria
h dan Kaherah telah ditangkap beberapa hari lalu dan sewaktu tangkapan dilakukan telah ditemui di rumahnya lima ekor singa, beberapa ekor harimau dan ular yang berbisa. Kekayaan luar biasa dan kekuasaan yang dimiliki Nakhnukh itu telah menyebabkan akhbar melabelkannya sebagai "Presiden Republik bertaraf samseng".

Di bawah Nakhnukh, dia menguasai 150,000 orang samseng di Iskandariah dan Kaherah yang mampu digerakkan pada bila-bila masa yang diperlukan.

Nakhnukh 'dipelihara' sebelum ini oleh beberapa orang kenamaan "fulul Mubarak" walaupun namanya telah disenaraikan sebagai orang yang dikehendaki.

Pada zaman Mubarak, Nakhnukh dipelihara oleh Menteri Dalam Negeri masa itu, Habib Adli yang menggunakan kumpulan samseng bagi menjaga kepentingannya dan parti Mubarak. Calon-calon dari parti Mubarak yang bertanding dalam Pilihanraya Parlimen kebanyakkannya menggunakan 'khidmat' Nakhnukh bagi memenangkan mereka dengan bayaran sebanyak LE2 juta bagi memastikan mereka berjaya memasuki Parlimen dan bergelar YB.

Kini, kumpulan samseng ini telah tumpas. Jawapan kepada siri peristiwa berdarah yang mengorbankan banyak nyawa rakyat sebelum ini telah diketahui. Kita maklum, semua peristiwa berdarah sama ada di Tahrir, Port Said atau di mana-mana didalangi oleh puak samseng tetapi persoalannya siapa mereka dan kenapa mereka masih belum ditangkap. Hanya beberapa minggu selepas pengunduran Musyir Husin Tantawi, Ketua Pemerintah Tentera dan timbalannya, Sami 'Annan maka Presiden Dr.Mursi bebas membuat sebarang keputusan termasuk dalam usahanya mengembalikan keamanan di Mesir tanpa campurtangan dua 'tali barut' Mubarak ini.

Insya-Allah dengan tertangkapnya Nakhnukh selepas ini Mesir kembali aman tanpa peristiwa berdarah lagi.
 

Tuesday, July 17, 2012

Bila Ikhwan dan Salafiyyah 'menyusahkan' Morsi...



Mohammad Morsi











Dalam satu tulisan, penulis terkenal Mesir, Fahmy Huwaidy mencatatkan 3 masalah utama mendepani Presiden baru Mesir, Dr. Mohammad Morsi.

Menariknya, salah satu daripada 3 masalah itu, dicetuskan golongan islamis sendiri!

Dua lagi masalah berbaki ialah masalah yang dicetuskan ahli-ahli politik, dan masalah sedia ada dalam masyarakat Mesir.

Logiknya, golongan islamis tidak akan menjadi masalah kepada Morsi. Ini kerana, Presiden baru Mesir itu juga seorang islamis. Namun, logik ini nampaknya tidak menjelma di pentas realiti negara yang dijulang rakyatnya sebagai Ummu al-Dunya itu.

Islamis menjadi masalah kepada Morsi yang juga seorang islamis!

Ini yang cuba disampaikan oleh Huwaidy, yang juga seorang islamis dalam blog beliau. Sesetengah orang menyifatkannya sebagai al-mufakkir al-islami, atau pemikir Islam.

Ikhwan dan Salafi

Pada hemat beliau, sebahagian daripada masalah ini puncanya ialah pergerakan Ikhwanul Muslimin (IM) sendiri, pergerakan yang melahirkan sahsiah Mohammad Morsi.

Sebahagian lagi masalah, terbit daripada aliran Salafiyyah, salah satu aktor politik yang dominan di pentas siasah negala perlembahan Nil itu.

IM menjadi masalah kepada Morsi disebabkan prinsip 'pengasingan antara parti politik dan sektor dakwah', masih belum kemas tersemat di kalangan kepimpinan IM.

Keadaan ini menyebabkan kepimpinan IM, yang disifatkan sebagai sektor yang berkecimpung dalam bidang dakwah dan tarbiyah, campur tangan dalam soal politik semasa Mesir, yang merupakan bidang tugas parti politik kelolaannya, iaitu Hizb al-Hurriyyah Wa al-'Adalah (FJP).

Dalam konteks gerakan Islam yang mempraktikkan konsep pengasingan aktiviti politik dari kegiatan dakwah dan tarbiyah seperti IM, dapat dibayangkan saiz masalah yang timbul, apabila sektor dakwah dan tarbiyah campur tangan dalam soal politik.

Bebanan masalah yang bakal ditanggung Morsi makin menekan, apabila aliran Salafiyyah tidak ketingggalan dalam 'menyumbang' masalah kepada Presiden baru Mesir itu.

Menurut Huwaidy, aliran Salafiyyah di Mesir mempunyai pandangan yang pelbagai. Namun, kebanyakan mereka bersepakat dalam soal perlaksanaan Syariat Islam. Tapi, menurut beliau, kefahaman mereka tentang konsep 'perlaksanaan Syariat', adalah kefahaman yang sempit.

Kefahaman yang sempit tentang perlaksanaan Syariat ini tidak mampu 'ditelan' dan ditanggung oleh masyarakat Mesir pada masa kini. Demikian penegasan Huwaidy. Sumber : fahmyhoweidy.blogspot.com

Kefahaman sempit Islam

Beliau tidak pula menghuraikan lebih lanjut kefahaman sempit tentang perlaksanaan Syariat itu.

Namun, dalam tulisannya yang lain, boleh difahami bahawa 'kefahaman yang sempit' tentang perlaksanaan Syariat itu, ialah 'mengurung' Syariat Islam dalam skop penampilan luaran dan tatacara agama tertentu. Disamping kefahaman yang sangat ringkas tentang peranan agama, serta kealpaan tentang realiti dan awlawiyyat semasa. Sumber : fahmyhoweidy.blogspot.com

Kefahaman yang sempit tentang perlaksanaan Islam ini, akan menjadi masalah kepada Morsi. Morsi selaku seorang presiden, tentunya memahami keperluan rakyatnya yang sejak sekian lama hidup dalam kemiskinan, terkongkong dan terkebelakang dalam banyak segi.

Di saat soal keperluan asas-yang hakikatnya adalah tuntutan dan maqasid Islam yang besar-belum selesai, desakan perlaksanaan Syariat dengan maknanya yang sempit, tentunya sukar diterima kebanyakan rakyat Mesir.

Morsi akan tersepit antara kewajipan memenuhi keperluan dharuriy rakyat dan desakan perlaksanaan Islam secara cetek oleh sesetengah aliran Salafiyyah. Keadaan ini akan mencetuskan masalah buat Morsi.

Saiz masalah yang dicetuskan oleh golongan islamis ini kian membesar, apabila satu lagi gerakan Islam iaitu Hizb al-Tahrir, turut 'menyuntik' masalah.

Menurut Huwaidy, bilangan anggota pergerakan yang menolak sistem demokrasi ini, memang kecil. Namun, laungan lantang mereka tentang kewajipan mengembalikan Sistem Khilafah, dalam suasana tidak menentu di Mesir waktu ini, berpotensi besar dalam mencetuskan kegemparan dan kegelisahan dalam masyarakat Mesir.

Bukan sekadar itu sahaja. Laungan Hizb al-Tahrir ini juga memberi modal percuma kepada pihak-pihak berkepentingan, untuk menakut-nakutkan rakyat Mesir dengan kepimpinan islamis yang diterajui Morsi. Sumber : fahmyhoweidy.blogspot.com

Kemenangan Morsi dalam Pilihanraya Presiden baru-baru ini dengan majoriti tipis-yang ditafsirkan sebagai petunjuk kepada ketakutan sebilangan besar rakyat Mesir terhadap penguasaan islamis ke atas politik Mesir-mengesahkan potensi laungan pergerakan radikal itu, dalam membenihkan rasa takut rakyat Mesir terhadap kepimpinan Morsi.

Pengajaran untuk Malaysia

Sebagai persediaan awal, gerakan dan NGO Islam Malaysia, perlu berusaha dari sekarang bagi mencapai kata sepakat dalam memahami erti perlaksanaan Syariat Islam, dan kaedah perlaksanaan hudud dalam realiti semasa Malaysia. Juga dalam menentukan awlawiyyat rakyat Malaysia masa kini dan akan datang.

Adakah perlaksanaan Syariat Islam itu bermakna perlaksanaan hudud-yang merupakan satu juzuk yang kecil dalam Syariat Islam-atau perlaksanaan kesemua ajaran Islam, yang merangkumi seluruh aspek kehidupan manusia.

Adakah perlaksanaan hudud berada pada anak tangga pertama dalam agenda perlaksanaan Islam, atau ia merupakan fasa terakhir dalam agenda tersebut memandangkan ayat-ayat yang mewajibkan perlaksanaannya, merupakan antara ayat-ayat terakhir diturunkan?

Kesemua persoalan ini dan seumpamanya, perlu dirungkai, agar apabila golongan islamis berpeluang menerajui negara, persoalan ini tidak akan menjadi masalah dan beban kepada kepimpinan waktu itu, tidak sebagaimana yang berlaku di Mesir pada masa ini.

http://warisan-semasa.blogspot.com/2012/07/bila-ikhwan-dan-salafiyyah-menyusahkan.html