Showing posts with label salafi. Show all posts
Showing posts with label salafi. Show all posts

Monday, April 28, 2014

FATWA MUI JAKARTA SALAFI BUKAN ALIRAN SESAT


Bismillaah
Semoga masyarakat lebih jelas dakwah manhaj Salaf dan golongan Salafiyyah. Ini fatwa MUI, Alhamdulillah.Allaahul musta'aan.



Bismillah...

*FATWA MUI JAKARTA SALAFI BUKAN ALIRAN SESAT*

Alhamdulilah segala puji hanya milik Allah yang telah mengutus para Rasul dan petunjuk.
-Sesungguhnya dakwah Salafy atau Ahlussunnah Waljama'ah adalah dakwah yang meneruskan Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam.

Dakwah yang memmurnikan tauhid dari noda-noda syirik,dakwah yang memmurnikan sunnah dari noda-noda bid'ah ,dakwah yang memmurnikan agama ini dari segala macam penyimpangan dan maksiat.

-Akan senantiasa ada sekelompok orang yang berjuang di jalan Allah ,menegakkan amar ma'ruf nahi munkar.
-Beliau Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:
"Senantiasa ada dari umatku sekelompok orang yang menegakkan kebenaran tidak merugikannya orang yang menghinanya sampai datang hari kiamat dan mereka dalam keadaan demikian (HR.Muslim).

-Mereka itulah yang berusaha meniti jalan yang telah ditempuh oleh pendahulunya dan Nabi dan sahabat yang telah sampai dulu kesurga.

-Firman Allah Ta'ala:
"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk islam) diantara orang-orang muhajirin dan anshor ,serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik ,Allah ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya ,itulah kemenangan yang besar (QS. At-Taubah 100).

-Dengan bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala ,MEMUTUSKAN.

"PANDANGAN MUI KOTA ADMINISTRASI JAKARTA UTARA TENTANG SALAFY:

-Penjelasan tentang apa itu SALAF /SALAFY.

1- Salaf/Salafy tidak termasuk kedalam 10 kriteria sesat ,yang telah ditetapkan oleh majelis ulama Indonesia ,sehingga Salaf/Salafy bukan merupakan sekte atau aliran sesat sebagaimana yang berkembang belakangan ini.
2- Salaf/Salafy adalah nama yang di ambil dari kata Salaf yang secara bahasa berarti orang-orang terdahulu yang mendahului kaum muslimin dalam iman Islam dst.
Mereka adalah para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka.
3- Penamaan Salafy ini bukanlah penamaan yang baru saja muncul ,namun sejak dahulu kala.
4- Dakwah Salaf adalah ajakan untuk memurnikan agama Islam ,dengan kembali kepada Alquran dan Assunnah dengan mengunakan pemahaman para sahabat radhiallahu anhum.

-Tausiyah Untuk Masyarakat.

1- Hendaknya Masyarakat tidak memudahkan kata sesat kepada suatu dakwah tanpa di klarifikasi terlebih dahulu.
2- Hendaknya masyarakat tidak terprovokasi dengan peryataan-peryataan yang tidak bertanggung jawab.
3- Kepada para Da'i Ustadz-ustadz tokoh agama ,serta tokoh masyarakat hendaknya dapat menenangkan serta memberikan penjelasan yang objektif tentang masalah ini kepada masyarakat.
4- Hendaknya masyarakat tidak bertindak anarkis dan main hakim sendiri ,sebagaimana terjadi di beberapa daerah di Indonesia.
--Ditebitkan di : Jakarta.

--Pada tanggal : 12 Rabi'ul Akhir 1430 H. 08 april 2009 M.
DEWAN PIMPINAN MAJELIS ULAMA INDONESIA KOTA ADMINISTRASI JAKARTA UTARA.
Silahkan di bagikan sebanyak-banyaknya!!!"

~ Manaf Al Ansari shared Abdul Aziz's

Wednesday, August 1, 2012

Salafi - Pengikut generasi salaf






Salafi ialah sebutan bagi orang yang menisbatkan dirinya kepada Salaf, atau dengan kata lain mereka adalah pengikut generasi Salaf dan yang dimaksud disini ialah mengikuti para Shahabat radhiyallaahu 'anhum jami'an dalam memahami nash al-Qur'an dan As-Sunnah sebab merekalah generasi terbaik ummat ini yang telah Allah berikan pujian kepada mereka dengan sebaik-baik manusia untuk menemani Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
"Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Allah menyedia bagi mereka Surga-Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar."
(QS. At-Taubah 9 : 100)

Dari 'Abdullah bin Mas'ud radhiyallaahu 'anhu, ia berkata,

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Sebaik-baik manusia adalah pada masaku ini (yaitu masa para Shahabat), kemudian yang sesudahnya (tabi'in), kemudian yang sesudahnya."
(HR. Al-Bukhari, no. 2652, 3651, 6429, 6658, Muslim, no. 2533 [212], Ahmad, I/378, 417, 434, 438, 442, an-Nasaa-i, no. 5988, at-Tirmidzi, no. 3859, Ibnu Majah, no. 2362, dan Ibnu Hibbaan, no. 7178, 7183, 7184)

Dalam riwayat lain dari jalan Shahabat, Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu disebutkan,

"Sebaik-baik ummatku adalah generasi yang aku diutus kepada mereka (para Shahabat radhiyallaahu 'anhum)."
(HR. Muslim, no. 2534 [213])

Dari 'Imran bin Hushain radhiyallaahu 'anhu, ia berkata,

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Sebaik-baik ummat ini adalah generasi yang aku diutus di tengah-tengah mereka (para Shahabat), kemudian yang setelahnya."
(HR. Muslim, no. 2535 [215])

Diriwayatkan dari 'Aisyah radhiyallaahu 'anha, ia berkata,

"Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam.
Ia berkata,
'Siapakah manusia yang paling baik?'
Beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam menjawab,
'Generasi yang aku berada di tengah-tengahnya (para Shahabat), kemudian generasi yang kedua, kemudian generasi yang ketiga.'"
(HR. Muslim, no. 2536)

'Abdullah bin Mas'ud radhiyallaahu 'anhu berkata,

"Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling lurus ilmunya, paling sedikit bebannya, paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus."
(Diriwayatkan oleh Ahmad, IV/126 - 127, Abu Dawud, no. 4607, at-Tirmidzi, no. 2676, Ibnu Majah, no. 42, ad-Darimi, I/44, al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah, I/205, dan al-Hakim, I/95, Irwaa-ul Ghaliil, no. 2455
~Pentingnya Menuntut Ilmu Syar'i

Wednesday, June 22, 2011

APA ITU SALAF..

Apa itu Salaf,Salafiyyah dan siapa Salafi Dan Nama-Nama Lain Bagi Mereka.

Ramai di kalangan para penuntut ilmu yang terkeliru apabila disebut kepada mereka tentang perkataan Salaf, pelbagai definisi dan takrif yang keluar dari mulut-mulut kebanyakan mereka yang tidak berdasarkan dalil dan hujjah malah hanya mengikuti hawa nafsu,emosi dan kejahilan.Dalam permasalahan ini mereka terbahagi kepada beberapa kelompok yang masing-masing cuba menafsirkan golongan yang membawa panji-panji al-Quran, al-Sunnah dan kefahaman salafussoleh dengan pelbagai label seperti golongan wahhabi, golongan muda, salafi wahabi, salafi syadid,jalur keras,ekstrim,pemecah belah dan pelbagai label lagi.




Apa itu Salaf,Salafiyyah dan siapa Salafi ?


Salaf menurut bahasa arab bermaksud golongan atau kaum terdahulu(nenek moyang) ataupun sesiapa sahaja yang mendahului kita sama ada ibu bapa kita atau kaum kerabat kita


[ Lisanul`Arab, 9/158,Qamus al-Muhit, 2/391]


Menurut istilah pula,Salaf bermaksud generasi pertama dan terbaik dari kalangan umat Islam, yang terdiri dari Rasulullah sallallahu`alaihiwasallam, para Sahabat, Tabi`in, Tabi` at-Tabi`in, dan para pengikut mereka yang terdiri daripada para ahli Hadith, imam-imam yang membawa petunjuk pada tiga kurun pertama yang dimuliakan oleh Allah ta`ala.Dasarnya ialah firman Allah ta`ala:


وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ


Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah redha kepada mereka dan mereka pun redha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.


[ At-Taubah:100 ]


Mereka ialah golongan yang mendahului umat ini dalam menyahut seruan Islam, Iman, berjihad dan menegakkan agama Allah.Tidak syak lagi mereka ialah para sahabat Nabi sallallahu`alaihiwasallam.[ Taysir al-Karim ar-Rahman Fi Tafsir Kalam al-Mannaan, Dar al-Hadith, ms 365]


Tidak perlu dinafikan lagi merekalah yang disebut Salafussoleh yang mendahului kita dalam akidah, ibadah, jihad dan perjuangan.Mereka meredhai Allah dan Allah meredhai mereka dan menjanjikan mereka ganjaran syurga begitu juga bagi sesiapa yang sudi dan hendak mengikuti dan menyelusuri jalan mereka.Jaminan ini dikuatkan lagi dengan pengakuan dan jaminan Nabi sallallahu`alaihiwasallam seperti dalam sabda baginda :


خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ


Sebaik-baik manusia adalah pada kurunku ini(para sahabat)kemudian yang setelahnya(Tabi`in),kemudian yang setelahnya( Tabi`tabi`in).


[ HR Bukhari no: 3322, 3458, Muslim no: 4601 ]


Merekalah sebaik-baik manusia yang wajib kita cn iidkuti dalam akah,ibadah, dakwah dan akhlak kita, hal ini kerana ianya merupakan Siratul Mustaqim (jalan yang lurus), dan merupakan perintah yang datang dari Allah ta`ala dan ontohi daRasulNya agar mengikutinya.

Salafi dan penisbahan golongan yang menisbahkan dengan nama ini juga adalah sesuatu yang ditunjuk oleh Nabi sallallahu`alaihiwasallam bukan sepertimana sangkaan sesetengah pihak yang memandang ianya sesuatu yang tiada dasar dalam agama hal ini dibuktikan oleh perkataan baginda sallallahu`alaihiwasallam kepada puteri kesayangannya Fatimah radiallahu`anha:


نِعْمَ السَّلَفُ أَنَا لَكِ


Sebaik-baik Salaf bagi engkau ialah aku.


[ HR Bukhari no:6285,Muslim no:2450 ]


Berkata Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah rahimahullah:


Bukanlah menjadi satu keaiban ke atas sesiapa yang menzahirkan Mazhab Salaf,dan menisbahkan kepadanya dan berbangga dengannya,bahkan wajib menerimanya dengan kesepakatan,kerana Mazhab Salaf tidaklah ada melainkan ianya benar.


[ Majmu` Fatawa 4/149 ]



Perlu diperbetulkan juga bahawa mereka bukanlah satu pertubuhan berdaftar,organisasi,gerakan teroris atau parti politik seperti difahami segelintir orang.Mereka disebut salafi kerana mereka mengikuti manhaj Salafussoleh iaitu para sahabat, Tabi`in,Tabi`tabi`in kemudian para imam dan ulama`yang mengikuti manhaj mereka hingga hari kiamat.Selain dari menisbahkan diri mereka kepada Salaf mereka juga terkenal dengan beberapa nama lain yang juga diambil berdasarkan al-Quran, al-Sunnah dan kefahaman Para Sahabat, antara lain ialah:



1. Ahli Sunnah wal Jama`ah


Nama ini adalah nama yang paling dominan sehingga ramai kelompok sesat dan menyeleweng turut mendakwa mereka adalah ahli Sunnah.Dasar nama ahli Sunnah wal Jama`ah ini berdasarkan firman Allah ta`ala:


يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ


pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram


[ Ali-Imraan:106 ]


Berkata Ibnu `Abbas radiallahu`anhuma: iaitulah pada hari Kiamat kelak, ketika muka-muka ahli Sunnah wal Jama`ah putih berseri, manakala muka-muka ahli Bid`ah wal-Firqah hitam dan muram


[ Tafsir al-Quran al-`Azhim,Ibn Kathir, 2/91 ]



Daripada Anas bin Malik Radiallahu`anhu,katanya: Rasulullah sallallahu`alaihiwasallam telah bersabda:


إِنَّ بَنِي إِسْرَائِيلَ افْتَرَقَتْ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِينَ فِرْقَةً وَإِنَّ أُمَّتِي سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلَّا وَاحِدَةً وَهِيَ الْجَمَاعَةُ


Sesungguhnya Bani Israil berpecah kepada tujuh puluh satu kelompok, dan sesungguhnya ummatku akan berpecah kepada tujuh puluh dua kelompok kesemuanya di dalam neraka kecuali satu iaitulah Al-Jamaah


[ HR Ibn Majah no:3983,Abu Dawud:3981,At-Tirmidzi no:2565.dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalamSilsilah As-Shahihah ]


Dalam riwayat At-Tirmidzi:


وَمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي


Sahabat bertanya: Siapakah Dia (Al-Jamaah itu) wahai Rasulullah? Baginda menjawab: Apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya.


2. Ahli Hadith


Firman Allah Ta`ala:


يَوْمَ نَدْعُوا كُلَّ أُنَاسٍ بِإِمَامِهِمْ


(ingatlah) hari Kami menyeru tiap-tiap kumpulan manusia Dengan nama imamnya;


[ Al-Isra`:71]


Berkata sebahagian Salaf: Ini merupakan kemuliaan yang terbesar bagi Ahli Hadith kerana Imam mereka ialah NabiSallallahu`alaihiwasallam.


[Tafsir Al-Quran Al-`Azhim, Ibn Kathir 5/103 ]


Berkata Syeikhku, Al-Muhaddith Syeikh Yahya bin Ali Al-Hajurri Hafizahullah ketika menafsirkan ayat dia atas dalam pelajaran Tafsir Ibn Kathir: Maka perkataan sebahagian Salaf ini rahimahumullah tidak ada syak lagi akan kebenarannya,akan tetapi ayat ini umum meliputi golongan awam di kalangan Ahli Tauhid.[ -selesai perkataan beliau-]


Mereka juga dikenali dengan ahlul Hadith disaat ramai manusia yang menolak hadith-hadith Nabi sallallahu`alaihiwasallam dan tidak mahu beramal dengannya.Dasarnya ialah hadith:


لَا يَزَالُ مِنْ أُمَّتِي أُمَّةٌ قَائِمَةٌ بِأَمْرِ اللَّهِ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ وَلَا مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَ


Sentiasa ada segolongan dari ummatku yang selalu menegakkan perintah Allah, tidak akan mencelakai mereka orang yang tidak menolong mereka dan orang-orang yang menyelisihi mereka sampai datang perintah Allah dan mereka tetap berada di atas yang demikian itu.


[ HR Bukhari no:3369,6906, Muslim no: 3544, 3548 ]


Berkata Imam Ahmad Ibn Hanbal rahimahullah:


إِنْ لَمْ يَكُونُوا أَهْل الْحَدِيث فَلَا أَدْرِي مَنْ هُمْ


Kalaulah mereka bukan ahli Hadith maka aku tidak tahu siapa lagi mereka.


[ Fathul Bari, Ibn Hajar al-`Asqalani 20/368 ]


Begitu juga yang berpendapat mereka adalah ahli hadith ialah `Ali Ibn al-Madini dan Imam al-Bukhari.


[ Tuhfatul al-Ahwazi, 6/11 ]


Berkata Qadhi al-`Iyyadh: Sesungguhnya apa yang dimaksudkan oleh Imam Ahmad ialah mereka ialah sesiapa sahaja yang beri`tiqad(berpegang,berkeyakinan,melazimi)mazhab ahli Hadith.


[ Syarah Shahih Muslim An-Nawawi, 6/400 ]


Berkata Ibn Qutaibah Rahimahullah:


Adapun ahli Hadith sesungguhnya mereka mencari al-Hak (kebenaran) dalam segenap aspek dan mereka mengikutinya daripada keyakinannya dan mereka mendekatkan diri kepada Allah dengan ittiba`nya(mengikuti)sunnah-sunnah Rasulullah sallallahu`alaihiwasallam dan pencarian mereka terhadap Athar-atharnya,dan khabar-khabarnya baik melalui jalan daratan mahupun lautan,baik timur ataupun barat, dikalangan mereka terdapat yang berjalan kaki dengan penuh semangat semata-mata untuk mencari satu khabar atau satu As-Sunnah sehingga dia mengambilnya daripada perawinya secara musyafahah(langsung) kemudian mereka terus menerus menyelidiki tentang khabar-khabar dan mengkajinya sehingga mereka mengetahui yang shahihnya dan yang dha`ifnya yang nasikhnya dan mansukhnya dan mereka mengetahui sesiapa yang menyelisihinya di kalangan Fuqaha` (ahli fiqh) yang menggunakan ar-ra`y(pemikiran) dan mereka memperingatkan hal tersebut sehingga terbit kebenaran ketika dulunya terhapus dan ianya menjadi tinggi selepas ianya dipelajari dan dikumpulkan yang mana sebelumnya ianya terpisah-pisah dan berpecah-pecah dan kritikan terhadap As-Sunan bagi sesiapa yang berpaling terhadapnya dan memperingati ke atasnya bagi sesiapa yang dalam keadaan lalai dan berhukum dengan perkataan Rasulullah sallallahu`alaihiwasallam sedangkan sebelumnya mereka berhukum dengan perkataan fulan dan fulan…..[ selesai perkataan beliau ]


[ Ta`wil Mukhtalaf Hadith: 73 ]



3. Tho`ifah al-Mansurah(Golongan yang Mendapat Pertolongan)


Mereka juga disebut sebagai Tho`ifah al-Mansurah, iaitulah kelompok atau golongan yang diberi pertolongan oleh Allah ta`ala,hal ini berdasarkan hadith Nabi sallallahu`alaihiwasallam:


لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي مَنْصُورِينَ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ


Sentiasa akan ada segolongan dari ummatku mereka diberikan pertolongan dan tidak dapat mencelakai mereka orang-orang yang menyelisihi mereka sehingga datangnya hari kiamat.


[ HR Ibn Majah no:6,Shahih Sunan Ibn Majah , 1/78 ]


4. Ghuraba`( Golongan Yang Asing)


Mereka juga disebut sebagai Ghuraba` kerana betapa asingnya mereka disisi manusia, Hal ini sepertimana hadith Nabi sallallahu`alaihiwasallam:


بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ


Islam bermula dengan asing, dan nanti akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka beruntunglah bagi al-Ghuraba`(Orang-orang yang asing)


[ HR Muslim no:208 ]



Al-Ghuraba` sepertimana yang dijelaskan oleh Nabi sallallahu`alaihiwasallam:



الَّذِينَ يُصْلِحُونَ مَا أَفْسَدَ النَّاسُ مِنْ بَعْدِي مِنْ سُنَّتِي


Mereka ialah orang-orang yang memperbaiki sunnahku yang dirosakkan oleh manusia selepas peninggalanku


[ HR Tirmidzi no:2554, Berkata Imam Tirmidzi: Hadith ini Hasan Shahih ]



Dalam riwayat lain disebut:


أُنَاسٌ صَالِحُونَ فِي أُنَاسِ سُوءٍ كَثِيرٍ مَنْ يَعْصِيهِمْ أَكْثَرُ مِمَّنْ يُطِيعُهُمْ


Orang-orang yang shalih yang berada di tengah-tengah banyaknya orang-orang yang jelek, orang yang menentang mereka lebih banyak dari yang mentaati mereka.


[ HR Ahmad no:6362 ]



Di dalam kitab al-I`tishom, Imam Syatibi rahimahullah membawakan satu riwayat yang menjelaskan lagi maksud al-ghuraba`;


الذين يحيون ما أمات الناس من سنتي


Iaitulah mereka yang menghidupkan sebahagian Sunnahku yang telah dimatikan.


Berkata Muhaddith Syam Syeikh Salim bin `Eid Al-Hilali Hafizahullah:


Mereka ialah sesiapa yang berjalan di atas manhaj Sahabat, dan Tabi`in (mereka yang mengikuti sahabat) dengan baik dalam berpegang dengan Al-Kitab dan As-Sunnah, dan mendahulukan keduanya di atas kesemua perkataan baik dalam manhaj, atau `Akidah, atau `ibadah, atau mu`amalah, atau akhlak, atau siasah, atau setiap urusan daripada urusan-urusan kehidupan baik yang kecil mahupun besar.


[ Al-Jama`aat Al-Islamiyyah Fi Dhau` Al-Kitab wa As-Sunnah bifahmi Salafil Ummah:59 ]


Berkata Muhaddith Yaman Al-Imam Muqbil Al-Wadi'i Rahimahullah :


"Dan diantara yang wajib diperhatikan adalah bahawa semua kelompok menyatakan dirinya sebagai Firqatun An-Najiyah. Akan tetapi Al-Kitab dan As-Sunnah telah menjelaskan tentang siapakah Firqatun An-Najiyah ini". Kemudian beliau berdalil dengan surah Al-'Asr dan Al-Mu'minun ayat 1-11 dan menyebutkan hadith Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Al-Imam Bukhari:

(كل أمتي يدخلون الجنة إلا من أبى). قالوا: يا رسول الله ومن يأبى؟ قال: (من أطاعني دخل الجنة ومن عصاني فقد أبى)


"Seluruh umatku akan masuk syurga kecuali orang yang enggan." Mereka (para shahabat) bertanya: "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang enggan itu?" Maka dijawab: "Barangsiapa mentaatiku, maka dia akan masuk Syurga dan barangsiapa bermaksiat kepadaku, maka dia sungguh telah enggan (untuk masuk Syurga)."


Kemudian beliau melanjutkan perkataannya: "Maka siapa saja yang terpenuhi padanya sifat-sifat yang tersebut di dalam surat Al-'Asr dan Al-Mu'minun serta hadith ini, maka dia termasuk Firqatun An- Naajiyah, dan orang yang paling dekat dalam memenuhi sifat-sifat tersebut adalah ahli hadith."


[Riyadhul Jannah Fi Radd `Ala `Aadaais-Sunnah:23 ]


Benarlah memang mereka golongan yang asing ini ialah mereka yang soleh(baik) sentiasa berpegang dan mengamalkan Tauhid dan sunnah ketika ramai manusia yang mengamalkan syirik, bid`ah dan maksiat, mereka sentiasa kembali kepada al-Quran dan al-Sunnah serta kefahaman Salafussoleh apabila berlaku perselisihan di kalangan mereka. Mereka berpegang teguh dengan Al-Jamaah .Mereka menjauhi perpecahan dan Hizbiyyah Bilangan mereka sangat sedikit berbanding golongan yang mencela,menentang dan mengingkari mereka.




23 Jamadil Akhir 1432H/26 Mei 2011M


Universiti Islam Madinah An-Nabawiyyah