Showing posts with label Akidah Tauhid. Show all posts
Showing posts with label Akidah Tauhid. Show all posts

Sunday, May 20, 2012

MANFAAT TAUHID ..




: MANFAAT TAUHID :: Al-FIRQAH AN-NAJIAH (Jalan Golongan yang Selamat Bag 11) Syaikh Muhammad Jamil Zainu

Jika tauhid yang murni terealisasi dalam hidup seseorang, baik secara pribadi maupun jama'ah, niscaya akan menghasilkan buah yang amat manis.

Di antara buah yang didapat adalah: 

1. Memerdekakan manusia dari perbudakan serta tunduk kepada selain Allah, baik benda-benda atau makhluk lainnya: Semua makhluk adalah ciptaan Allah. Mereka tidak kuasa untuk menciptakan, bahkan keberadaan mereka karena diciptakan. Mereka tidak bisa memberi manfaat atau bahaya kepada dirinya sendiri. Tidak mampu mematikan, menghidupkan atau membangkitkan. Tauhid memerdekakan manusia dari segala perbudakan dan penghambaan kecuali kepada Tuhan yang menciptakan dan membuat dirinya dalam bentuk yang sempurna. 

Memerdekakan hati dari tun-duk, menyerah dan menghinakan diri. Memerdekakan hidup dari ke-kuasaan para Fir'aun, pendeta dan dukun yang menuhankan diri atas hamba-hamba Allah. Karena itu, para pembesar kaum musyrikin dan thaghut-thaghut jahiliyah menentang keras dakwah para nabi, khususnya dakwah Rasulullah . Sebab mereka mengetahui makna laa ilaaha illallah sebagai suatu permakluman umum bagi kemerdekaan manusia. Ia akan menggulingkan para penguasa yang zhalim dan angkuh dari singgasana dustanya, serta meninggikan derajat orang-orang beriman yang tidak bersujud kecuali kepada Tuhan semesta alam. 

 2. Membentuk kepribadian yang kokoh

 Tauhid membantu dalam pembentukan kepribadian yang kokoh. Ia menjadikan hidup dan pengalaman seorang ahli tauhid begitu istimewa. 
Arah hidupnya jelas, tidak mempercayai Tuhan kecuali hanya kepada Allah. KepadaNya ia menghadap, baik dalam kesendirian atau ditengah keramaian orang. Ia berdo'a kepadaNya dalam keadaan sempit atau lapang.
 Berbeda dengan seorang musyrik yang hatinya terbagi-bagi untuk tuhan-tuhan dan sesembahan yang banyak. Suatu saat ia menghadap dan menyembah kepada orang hidup, pada saat lain ia menghadap kepada orang yang mati.
 Sehubungan dengan ini, Nabi Yusuf Alaihissalam berkata: "يا صاحبي السجن أأرباب متفرقون خ ير أم الله الواحد القهار" "Hai kedua penghuni penjara, manakah yang lebih baik tuhantuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Mahaesa lagi Mahaperkasa?" (Yusuf: 39)

Orang mukmin menyembah satu Tuhan. Ia mengetahui apa yang membuatNya ridha dan murka. Ia akan melakukan apa yang membuatNya ridha, sehingga hatinya tenteram. Adapun orang musyrik, ia menyembah tuhan-tuhan yang banyak. Tuhan ini menginginkannya ke kanan, sedang tuhan lainnya menginginkannya ke kiri. Ia terombang-ambing di antara tuhan-tuhan itu, tidak memiliki prinsip dan ketetapan.
 
 3. Tauhid sumber keamanan manusia: Sebab tauhid memenuhi hati para ahlinya dengan keamanan dan ketenangan. Tidak ada rasa takut kecuali kepada Allah. Tauhid menutup rapat celah-celah kekhawatiran terhadap rizki, jiwa dan keluarga.

Ketakutan terhadap manusia, jin, kematian dan lainnya menjadi sirna. Seorang mukmin yang mengesakan Allah hanya takut kepada satu, yaitu Allah. Karena itu, ia merasa aman ketika manusia ketakutan, serta merasa tenang ketika mereka kalut.

Hal itu diisyaratkan oleh Al-Qur'an dalam firmanNya: "الذين آمنوا و لم يلبسوا إيمام بظلم ، أولئك لهم الأمن و هم مهتدون" (سورة الأنعام) "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik) mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (Al-An'am: 82)

Keamaan ini bersumber dari dalam jiwa, bukan oleh penjagapenjaga polisi atau pihak keamanan lainnya. Dan keamanan yang dimaksud adalah keamanan dunia. Adapun keamanan akhirat maka lebih besar dan lebih abadi mereka rasakan. Yang demikian itu mereka peroleh, sebab mereka mengesakan Allah, mengikhlaskan ibadah hanya untuk Allah dan tidak mencam-puradukkan tauhid mereka dengan syirik, karena mereka mengetahui, syirik adalah kazhaliman yang besar.

 4. Tauhid sumber kekuatan jiwa: Tauhid memberikan kekuatan jiwa kepada pemiliknya, karena jiwanya penuh harap kepada Allah, percaya dan tawakkal kepadaNya, ridha atas qadar (ketentuan)Nya, sabar atas musibahNya, serta sama sekali tak mengharap sesuatu kepada makhluk. Ia hanya menghadap dan meminta kepadaNya. Jiwanya kokoh seperti gunung.

Bila datang musibah ia segera mengharap kepada Allah agar dibebaskan darinya. Ia tidak meminta kepada orang-orang mati. Syi'ar dan semboyannya adalah sabda Rasulullah : "إذا سألت فاسأل الله، و إذا استعنت فاستع ن بالله" (رواه الترمذي و قال حسن صحيح) "Bila kamu meminta maka mintalah kepada Allah.
Dan bila kamu memohon pertolongan maka mohonlah pertolongan kepada Allah." (HR. At-Tirmidzi, ia berkata hadits hasan shahih)

Dan firman Allah : "و إن يم س سك الله بضر فلا كاشف له إلا هو" (سورة الأنعام) "Jika Allah menimpakan kemudharatan kepadamu maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri." (Al-An'am: 17)
 5. Tauhid dasar persaudaraan dan persamaan: Tauhid tidak membolehkan pengikutnya mengambil tuhan-tuhan selain Allah di antara sesama mereka. Sifat ketuhanan hanya milik Allah satu-satunya dan semua manusia wajib beribadah kepadaNya. Segenap manusia adalah hamba Allah, dan yang paling mulia di antara mereka adalah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Bersambung InsyaAllah..

~
Iyan Syahrial Syam Guci was tagged in NHawadaa Chan's photo.

Tuesday, May 10, 2011

Aqidah Tauhid :Tujuan & Objektif Utama bagi Pengajian

Tujuan utama dalam pengajian Aqidah Tauhid adalah :

1) Mengenal makna TAUHID [*] serta mempelajari ilmu berkaitan TAUHID..

  • Mengetahui bahawa Tauhid adalah kewajipan pertama bagi setiap hamba di muka bumi ini.
  • Mengenal maksud dan pengertian bagi kalimah TAUHID (La Ilaha Illa Allah)
  • Keperluan berilmu dengan Aqidah Tauhid serta beramal dengannya (Teori dan juga Praktikal)

2) Mempraktikkan Tauhid dalam kehidupan seharian

  • Mengikut Rasulullah SAW dengan mentaati perintah RASUL sesuai dalam merealisasikan kalimah : Muhammad(itu adalah) Rasul (pesuruh ) Allah
  • Mengikut jalan dan garis panduan orang Mukmin yang telah diberi kepercayaan oleh Allah Taala danoleh Rasulullah SAW (Iaitu para sahabat nabi SAW, dan para Salaf As-Salih dan mereka yang telah melalui jalan ini dari kalangan Ahli Ilmi yang Rabbani)
  • Menolak segala perkara atau syubahat yang boleh memesongkan tauhid serta dalam masa yang sama menjauhkan kaum muslimin daripada : (1) keterpesongan Ahli Mujtahid dari kalangan pemuja Aqal dan; (2) juga dari Ahli Ibadat yang melampau dalam Ibadahnya serta juga ; (3)dari kelompok yang membenci seruan kepada Kitab dan Sunnah atas pemahaman Salaf As-Salih.

3) Bersatu dan berpaut di bawah Panji Tauhid serta memurnikan Ukhuwwah atas keshahihan Tauhid..

  • Mengenali siapa itu Ahli Tauhid dan hubungan kesaudaraan dan pembina ukhuwwah agar kesatuan yang dibina itu akan utuh..
  • Mencintai Ahli Tauhid antara satu sama lain dan bantu membantu dalam memurnikan Agama Allah Taala serta berkasih sayang sesama mereka (رحماء بينهم)..
  • Mendengar dan Mentaati Pemerintah dari kalangan kaum muslimin pada segala suruhan kebaikan ; pada masa yang sama membenci segala kejahatan dan kemaksiatan mereka ; serta MENASIHATI mereka dengan cara yang betul bukan dengan emosi dan kebencian terhadap PEMERINTAH..
  • Berlepas diri dari kaum yang Kafir serta mereka yang tidak beriman dengan seruan TAUHID dari kalangan kaum musyrikin, atheis, dan kelompok-kelompok yang terkeluar daripada MANHAJ AQIDAH Ahli Sunnah Wal-Jamaah serta TIDAK MENGAMBIL MEREKA SEBAGAI TEMAN & RAKAN TAULAN (Juga menjelaskan kebathilan mereka agar ummah terhindar daripada doktrin virus suntikan mereka)..

4) Seruan kepada pemurnian Tauhid dan meninggalkan segala taqlid buta dan taksub jahil pada kelompok-kelompok tertentu (Memberitahu kepada mereka agar patuh kepada DALIL dan juga menimbang pendapat yang datang daripada SARJANA @ USTAZ @ TOK LEBAI dengan Syara')- Sebelum menerima maupun menolakknya.

  • Berilmu dalam berdakwah mengajak manusia kepada kebenaran.
  • Memiliki hikmah dalam mengajak manusia kembali kepada Al-Qur'an dan Hadis kerana terlalu sukar untuk manusia menerima perkara yang telah sebati dalam darah daging mereka apa yang telah mereka pegangi sebelum ini..
  • Kesabaran, Tawakkal pada Allah Taala serta memohon hidayah dan petunjuk untuk Umat Islam agar mereka diberi kefahaman terhadap agama ini sesuai dengan kefahaman Kurun Awal Islam..

Akhir sekali,, aku memohon agar dikurniakan taufiq dan kefahaman dalam beragama,, kerana engkaulah Allah Taala yang pemberi hidayah pada sekalian manusia dan juga tuhan yang tiada sekutu dengan apa jua sekalipun, Segala puji bagi Allah Taala Tuhan yang layak mendapat pujian dan kemuliaan sebagaimana engkaulah jua adalah penerima taubat bagi setiap kesalahan hambaNYA yang lemah.

Wallahu A'lam.

*Abu Urwah Al-Athari Al-Madani,

Thullab Syaikh Dr Abdul Razak Al-Badr,

dan Syaikh Dr. Salih bin Sa'ad As-Suhaimi,

& Syaikh Dr. Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaili,

Universiti Islam Madinah Munawwarah,1432 H

credit to : Gomo Ppuah, May 10, 2011