Showing posts with label semasa. Show all posts
Showing posts with label semasa. Show all posts

Wednesday, November 3, 2010

Indonesia Bertobat



Indonesia Bertobat..!!!

Indonesia diguncang gempa, diterpa tsunami, dan diterjang banjir besar. Masihkah seluruh bencana ini hanya dianggap kejadian alam biasa? Tiadakah terfikir bahwa semua ini adalah peringatan dari Allah SWT., kepada umat Islam Indonesia bahwa mereka harus kembali kepadaNya, kembali kepada Islam, dengan menerapkan seluruh aturanNya? Saatnya Indonesia bertobat!


Sebuah Peringatan Dari Allah SWT

Syekh Muhammad Rowi, seorang ulama dari Kairo, Mesir, mengatakan

dalam “Musibah Dunia” :

Saya ingin mengingatkan, bahwa gempa dapat terjadi dimana saja. Maka itu adalah peringatan bagi seluruh makhluk agar mereka sadar bahwa bumi yang telah Allah jadikan sebagai tempat tinggal mereka tunduk terhadap perintah Allah.


Lalu, masihkan kita hanya menganggap semua bencana ini terjadi begitu saja? Tidakkah kita takut dan mengambil pelajaran dari seluruh kejadian tersebut ? Ataukah kita hanya menunggu saja hingga gempa dan berbagai musibah itu kembali menerpa kita?

Sesungguhnya, Allah SWT mengingatkan orang-orang yang lalai, dengan mendatangkan tanda-tanda dan peringatan-Nya.

“Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.”

“Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur…?”

“Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu dhuha ketika mereka sedang bermain?

“Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah, tiadalah yang merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi.”


Demikianlah ayat-ayat peringatan dari Allah SWT yang realisasinya bisa merupakan gempa bumi, tsunami, banjir bandang, angin topan, dan sejenisnya. Hendaknya manusia memahami, khususnya bangsa Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim, bahwa Allah SWT tengah murka kepada kita dan sengaja memberikan seluruh tanda-tanda tersebut untuk menakut-nakuti kita, mengingatkan kita, agar sadar dan segera kembali kepada Islam.


Wajib Mencegah Kemungkaran!

Syekh Umar Bakri Muhammad dalam “Kitabul Hisbah” menjelaskan bahwa ada beberapa kondisi yang akan terjadi jika kita meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar, diantaranya :


1. Tersebarnya Kemaksiatan

Dengan ditinggalkannya amar ma’ruf nahi munkar, maka kemungkaran alias kemaksiatan akan tersebar luas. Masyarakat akan bangga dan tidak takut lagi untuk melakukan kemungkaran. Mereka tidak takut lagi melakukan perbuatan haram, kufur, bahkan syirik. Saat ini kita bisa melihat tersebarnya semua kemesuman dan kemaksiatan seperti minuman keras, pornografi, prostitusi, perkosaan, pencurian, talbis, dan syirik secara bebas dan tanpa malu-malu tersebar mulai dari daerah hingga kota besar, tanpa sedikitpun hukuman.

2. Turunnya Adzab Allah SWT

Allah SWT telah memperingati bahwa hukuman Allah SWT tidak hanya berdampak pada orang-orang yang melakukan dosa tetapi itu juga akan menimpa kita, jika kita hanya berdiam diri saja. Allah SWT berfirman :

“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang dzalim saja di antara kamu. Dan Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al Anfal (8) : 25)

Rasulullah SAW., bersabda :

Demi jiwa yang aku berada ditanganNya, telah jelas kalian harus menyeru ma’ruf dan kalian harus mencegah munkar atau dengan kata lain Allah akan menimpakan kepada kalian sebuah hukuman kemudian doa dan permohonan kalian tidak akan dikabulkan.

(…hadits dilanjutkan dan Dia SAW., mengutip ayat)

“Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (QS. Al Maidah (5) : 78-79)


Allah SWT memperingati kita untuk tidak meninggalkan tugas ini (amar ma’ruf nahi munkar) atau Allah SWT akan mempercepat menghukum kita dalam kehidupan ini dan nanti (Hari Kiamat), dan itu menjadi penyebab hukuman dari Allah SWT.
Rasulullah SAW., bersabda :

Jika seseorang melihat seorang pemimpin yang dzalim yang membuat sesuatu yang dilarang menjadi boleh, yang melanggar hak Allah, yang memerintahkan orang-orang dengan apa yang tidak Allah SWT., telah turunkan tanpa bangkit melawannya dengan sebuah perkataan atau perbuatan, Allah SWT., akan menghukumnya dengan orang dzalim tersebut.” (HR. Ibnu Hibban)


3. Munculnya Pekelahian, Perselisihan, dan Perpecahan


Meninggalkan kewajiban ini akan menyebabkan fitnah (Fitnah berarti kekufuran, syirik, atau bisa juga merupakan cobaan dari Allah) diantara Muslim, orang-orang akan mulai untuk berperang satu sama lain, cekcok, dan mereka akan kehilangan kriteria dengan apa mereka seharusnya mengadili segala masalah.


4. Musuh Akan Menguasai Kaum Muslimin


Rasulullah SAW., dan Shahabat-shahabatnya mengajarkan kepada kita bahwa kita tidak menang di medang perang atau peperangan dengan (hanya) senjata kita atau dengan jumlah kita, tetapi juga dengan perbuatan kita, iman kita, Do’a dan Tawakkal pada Allah SWT.


Inilah sebabnya mengapa Umar Ibnu Khattab ra. pada saat dia memerintahkan kepada para prajurit untuk memperkuat dalam medan peperangan, dia telah mengirimkan sebuah peringatan kepada mereka untuk memelihara perbuatan mereka karena hal itu adalah penyebab kemenangan.

Sungguh jika kita berhenti saling menasihati antara satu dengan yang lain, menyeru kebaikan dan mencegah kemungkaran, kita tidak akan pernah menang dan Allah SWT akan membiarkan kita untuk didominasi dan ditaklukan oleh musuh. Naudzu billah min dzalik!


5. Tidak Dikabulkannya Do’a

Rasulullah SAW., memperingati kita bahwa Allah tidak akan menjawab semua do’a kita, jika kita melepaskan atau meninggalkan seruan kita kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran (amar ma’ruf nahi munkar).

Beliau SAW., bersabda :

“Demi jiwa yang aku berada ditanganNya, telah jelas kalian harus menyeru ma’ruf dan kalian harus mencegah munkar atau dengan kata lain Allah akan menimpakan kepada kalian sebuah hukuman kemudian do’a dan permohonan kalian tidak akan dikabulkan.” (HR Tirmidzi)


6. Hukuman Keras Di Hari Akhir

Allah SWT menjanjikan hukuman yang berat di akhirat jika kita meninggalkan dakwah ini, DiaSWT., memperingati kita di banyak waktu yang kita akan berhadapan dengan hukuman di neraka jika kita berhenti menyeru kebaikan dan mencegah kemunkaran.
7. Kemiskinan & Krisis Ekonomi

Allah SWT menjanjikan kemelaratan jika kita tidak menaati Allah SWT., dan menginformasikan kepada kita bahwa kita tidak akan kehilangan semua rezqi kita karena kita menyeru kebaikan dan mencegah kemungkaran serta menginformasikan kepada kita bahwa kita akan berhadapan dengan kemiskinan dan malapetaka jika kita meninggalkannya.


8. Candu Kepada Munkar

Jika kita tidak mencegah orang-orang melakukan kemunkaran, itu akan menjadi mudah bagi mereka untuk melakukan demikian (kemungkaran) sampai mereka menjadi kecanduan untuk melakukan semua kemungkaran tersebut.


Mengubah Kemungkaran Asasi

Kemungkaran manakah yang lebih prioritas untuk segera dibasmi? Sungguh kemungkaran tidak terjadi dengan sendirinya tetapi seringkali terjadi bersamaan dan tidak bisa diubah secara bersamaan, terutama sekali jika kita berhadapan dengan Munkar Asasi, yaitu munkar yang menyebabkan kemungkaran yang lainnya.

Sungguh pada saat kita bangkit untuk menyeru kebaikan dan mencegah kemungkaran, kita harus membuat skala prioritas(keutamaan ) mana yang lebih penting. Dalam kasus ini, maka Munkar Asasi (akar kemungkaran yang menyebabkan kemungkaran yang lain) selalu lebih tinggi dan didahulukan untuk dibasmi di atas Munkar Far’i (cabang kemunkaran).

Sungguh, jika hukum buatan manusia menjadi umum dan pada waktu yang sama wanita berjalan dengan “telanjang” (tidak menutup auratnya) maka kewajiban kita adalah mengutamakan syirik dari hukum buatan manusia, dan pada saat kita tertuju kepada wanita yang tidak menutupi auratnya kita harus menghubungkannya pada akar penyebabnya yaitu hukum buatan manusia.

Syirik adalah kemunkaran yang paling besar dan penyebab munkaraat (kemungkaran) yang lain.

“Dan sungguhnya kami Telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, Maka diantara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (QS An Nahl (16) : 36)


Allah telah menetapkan sebagai prioritas dalam dakwah untuk mengubah masyarakat menuju keridhaan Allah SWT. Allah SWT menunjukkan kepada kita apa yang menjadi prioritas penting yaitu bahwa syirik adalah sebuah kemungkaran terbesar (asasi) dan menjadi penyebab kemungkaran lainnya. Untuk itu, kita harus mengekspos dan melepaskan syirik dan hukum kufur buatan manusia dengan tujuan untuk menerapkan hukum Islam.


Indonesia Bertobat!

Kini, sudah saatnya Indonesia bertobat! Krisis multidimensi yang dialami bangsa ini hingga hari ini memerlukan penyelesaian dan perbaikan menyeluruh sekarang juga. Setahun pemerintahan SBY-Boediono terbukti gagal mensejahterakan rakyat. Bahkan negeri ini terus saja diguncang dan dihantam musibah berturut-turut. Semua ini adalah peringatan dan hukuman dari Allah SWT kepada kita kaum muslimin negeri ini, agar segera kembali kepada syariat Islam, sebagai satu-satunya solusi.

Indonesia Bertobat. Caranya adalah dengan jalan menjadikan syariat Islam sebagai satu-satunya pondasi dalam bernegara dan mengatur seluruh urusan serta menjadikannya sebagai rujukan utamanya. Syariat Islam harus dijadikan hukum yang akan mengatur bangsa ini keluar dari keterpurukan menuju keadilan dan kedamaian yang hakiki.

Ini adalah solusi global berbagai persoalan bangsa yang kini tengah dilanda krisis multi dimensi dan dirudung malapetaka tiada henti. Indonesia Bertobat adalah sebuah keniscayaan dan satu-satunya solusi. Terlebih mengingat mayoritas penduduk negeri ini adalah ummat Islam. Untuk itu, menjadi suatu kewajiban bagi ummat Islam berjuang menegakkan syariat Islam [deenul ISLAM.."an aqimuddeen" ] di negeri ini.. jika mereka memang ingin selamat dunia dan akhirat.

Wallahu’alam bis showab!

(Talazum/almuhajirun.net)

Islam diancam di Malaysia

ISLAM DIANCAM DI MALAYSIA...


Dunia akhir zaman semakin menakutkan bila
berkait dgn soal akidah. Nak jadi apa dah ni??
Patut laa ada yang kata tak nak ada anak.
Bukan takut nak beranak, tapi takut
ada anak yang terpesong akidah.. baik tak de langsung!!

Mufti Perak, Datuk Harussani Zakaria bangkit dalam isu ini dengan
membuat kenyataan akhbar bahwa umat Islam wajib isytihar perang
terhadap pertubuhan IFC itu dan minta 50 ahli politik Islam yang menurunkan
signature sebagai menyokong penubuhan IFC itu bertaubat kepada Allah swt
kerana dibimbangi aqidah mereka sudah terbatal [3].

Datuk Harussani juga
minta kepada semua penceramah, semua ustaz-ustaz yang mengajar
kuliah-kuliah dan semua khatib-khatib, supaya jangan lupa cakap benda ni
dalam kuliah-kuliah dan di atas mimbar-mimbar Jumaat bahwa pertubuhan
IFC ini adalah musuh Islam di M`sia.

Tuan-tuan tau depa minta apa kat PM?...
Depa send memorandum kepada PM meminta 15 perkara berhubung
dengan Islam supaya dimasukkan dalam perlembagaan Malaysia
Antaranya:

1) Setiap anak yang baru dilahirkan di Malaysia jangan dikaitkan dengan
mana-mana agama sehinggalah anak itu berusia 18 tahun
- Tu dia tuan-tuan. Ini apa cerita ni? Maknanya, anak-anak kita langsung tidak boleh
dididikkan dengan cara Islam. Kita tak boleh bubuh nama Islam kat
anak-anak. Sampai umur 18 tahun, baru boleh duduk bincang di mahkamah,
tanya kat anak kita, 'Hang nak ikut ugama apa?'....Kalau dia kata nak
jadi hindu, maka jadi hindulah dia. Kita tak boleh nak buat apa sebab dah
digazetkan dalam Perlembagaan Negara.[nampak, betapa ceteknya fikiran mereka ini, habis bila masa nak didik memahami dan berpegang pada agama !!]

2) Di dalam dokumen pengenalan mykad dan passport dihapuskan kolum
identiti agama - maknanya, perkataan 'Islam' yang ada kat mykad kita itu,depa
minta di'tiada' kan .

3) Mana-mana orang bukan Islam kalau nak kahwin dengan orang Islam, dia
tidak perlu masuk Islam.

4) Mana-mana orang Islam yang nak kahwin dengan orang bukan Islam,
mestilah dia tukar agama kepada bukan Islam.

5) Sebagaimana kerajaan Malaysia menyalurkan dana kepada masjid-masjid,
begitu juga kerajaan Malaysia mesti menyalurkan dana kepada semua rumah
ibadat orang bukan Islam.

6) Peraturan sekolah yang mengizinkan anak orang Islam menutup aurat
hendaklah dimansuhkan, kerana ia menghina agama bukan Islam.

7) Hapuskan mahkamah syariah kerana ia juga menghina agama-agama lain -
mahkamah syariah kalau takdak, habih la kita tuan-tuan... Walaupun la ni
bukannya perfect, tapi itulah satu-satunya mahkamah yang defence agama
kita. Kalau mahkamah syariah disingkirkan, masalah faraid pusaka, masalah
nikah kahwin, cerai talak apa semua tu macamana?...Kalau tak dak mahkamah
syariah, maknanya, perkahwinan tidak akan berjalan di atas akad nikah,
sebaliknya, perkahwinan akan dibuat secara berdaftar.

8) Mana-mana orang bukan Islam yang masuk Islam, semua hartanya
dikembalikan kepada waris yang tidak beragama Islam.

9) Mana-mana pasangan yang bukan Islam, apabila masuk Islam, maka hak
penjagaan anak tidak boleh diberikan kepada mereka.

10) Sebagaimana program-program di radio dan tv yang menerangkan tentang
ajaran Islam dalam bahasa ibunda masing-masing, begitu juga
ajaran-ajaran lain daripada Islam juga perlu diberi ruang.

11) Sepertimana Quran, hendaklah kerajaan Malaysia turut mencetak bible
dalam bahasa Melayu untuk diedarkan di seluruh negara.

12) Apa istimewanya Islam sehingga ditabalkan sebagai agama rasmi di
Malaysia ? ...lagi 3 ana tak ingat, anta boleh refer dalam Majalah Millenium
Muslim.

Ini dia tuan-tuan, Islam diludah depan mata kita sendiri, so mana
sensitiviti kita terhadap agama kita sendiri?...Datuk Harussani tegur PM
dan 50 ahli politik Islam yang sokong pertubuhan tersebut supaya
dibatalkan pertubuhan itu. Tau 50 orang Islam tu kata apa?...Depa kata kat
Mufti Perak, 'Ni lah kalau dah terlalu tua jadi mufti, tak open minded
langsung!'...Datuk Harussani balas dalam majalah 'Millenium Muslim',
katanya, 'Di atas sikap open-minded rakyat Malaysia yang terlampau lebih,
maka inilah hadiahnya!'...
Ini dia kata-kata seorang ulama di Malaysia . Yang lainnya sunyi sepi termasuklah akhbar-akhbar,
macam ada benda dalam mulut sampai tak boleh nak buka!

Kata Al-Imam Ibn Kathir didalam tafsirnya: Sepertimana yang Tartar
berhukum dengan berteraskan sistem pemerintahan yang diambil daripada raja
mereka Genghiz Khan yang telah mencipta untuk mereka undang-undang Yasak
yang merupakan sebuah buku menghimpunkan hukum-hakam yang diambil
daripada syariat yang berbagai, iaitu Yahudi, Nasrani, Islam dan lain-lain.

Dalamnya juga banyak hukum-hakam yang diambil daripada fikiran dan hawa
nafsunya semata, lalu dijadikan undang-undang yang diikuti oleh anak
cucunya. Mereka mendahulukannya melebihi kitab Allah dan Sunnah
Rasulullah, sesiapa yang berbuat demkian maka dia adalah kafir dan wajib diperangi
sehingga dia kembali kepada hukum Allah dan Rasulnya dan tidak berhukum
selain daripadanya dalam perkara kecil ataupun besar (rujukan tafsir
al-Quran al-'Azim oleh al-Imam Ibn Kathir jld. 2, m.s. 70. Cetakan Beirut)


sila sebarkan....!!.., InsyaAllah mendapat ganjaran di sisi Allah, membuktikam kasih kita pada Islam......supaya umat Islam tahu siapa musuh mereka dan siapa yang berniat menghancurkan Islam di Malaysia, juga sebagai peringatan bagi "yg Jahil"...Bersatulah kita atas nama iman dan Islam , jangan ada yang sampai jadi talibarut musuh.....InsyaAllah kita kuat dan musuhpun tak berani menghina dan memijak2 kita, umat Islam....

Sumber :facebook.com/Raizosan Arai





Monday, November 1, 2010

Safron gantikan popi



SEORANG lelaki menuai safron di Herat, Afghanistan yang menjadi alternatif kepada tanaman candu.


SAMBIL menunjukkan sesuatu yang berwarna kuning kemerahan dan kelihatan seperti gumpalan benang di tapak tangannya, Abdul Khaliq Stanikzai menjelaskan bahawa bahan tersebut merupakan penyelamat kepada ketagihan candu di Afghanistan.

Melalui pembangunan pertanian yang dikatakan menjadi penyelamat kepada masalah dadah dan peperangan di negara itu, sebuah program telah diwujudkan. Program yang dikatakan bernilai berjuta-juta dolar itu akan menjadi alternatif kepada petani yang mengusahakan tanaman popi.

Di barat Herat iaitu sebuah wilayah yang bersempadan dengan Iran, tanaman berwarna ungu yang mempunyai akar bebawang itu telah menggantikan tumbuhan popi sedikit demi sedikit. Bagaimanapun, perubahan kepada safron lebih bersifat jangka panjang berbanding popi.

"Menanam safron memerlukan keyakinan dan kesabaran kerana tumbesarannya yang berperingkat-peringkat. Hasilnya hanya boleh dituai pada tahun keempat," kata Pengarah Sanayee Development Organisation di Herat itu.

Tanaman itu mempunyai peranan yang sama seperti badam, anggur, epal dan gandum yang popular di Afghanistan kerana ia adalah alternatif kepada pokok candu yang menjadi rezeki kepada 85 peratus penduduknya.

Afghanistan adalah antara negara yang paling miskin di dunia, tetapi ia adalah pengeluar candu yang terbesar. Ia boleh dikatakan sebagai 'pusat' heroin kerana lebih 90 peratus heroin di dunia dibekalkan negara itu.

Lebih memburukkan keadaan apabila pengeluarnya turut mendapat bantuan keselamatan daripada kumpulan kongsi gelap. Pendapatan pengusaha popi juga terjamin kerana turut mendapat bantuan baja, air dan wang pendahuluan dari orang tengah.

Industri candu di Afghanistan telah menjana pendapatan sebanyak AS$3 bilion (RM9.3 bilion) setahun untuk bekalan di Eropah. Ia juga membantu menyumbangkan dana kepada pemberontak Taliban selama lebih sedekad.

Menurut sumber Pejabat Jenayah dan Dadah Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (UNODC), Afghanistan telah menghasilkan sekitar 3,600 tan candu pada tahun ini. Jumlah itu menghampiri separuh daripada nilai pengeluaran pada tahun 2009.

Pengeluaran candu

Nilai bunga candu pula meningkat sebanyak 38 peratus kepada AS$604 juta (RM1.9 bilion) dan ia sangat menggalakkan pendapatan para petani.

Sebuah laporan menjelaskan, lima peratus daripada Keluaran Dalam Negara Kasar (KDNK) Afghanistan hasil daripada pengeluaran candu adalah enam kali lebih banyak berbanding gandum.


SEKURANG-KURANGNYA 50,000 hingga 75,000 kuntum safron diperlukan untuk mendapatkan setengah kilogram safron kering.


Pokok popi yang mudah ditanam menjadi kontra kepada kaedah alternatif yang diperkenalkan. Bagaimanapun, cabarannya ialah sebahagian petani diugut oleh puak Taliban supaya tidak meneruskannya.

Washington memberi galakan kepada pembangunan pertanian sebagai tambahan kepada usaha ketenteraannya untuk menamatkan peperangan. Melalui program pengurusan Agensi Pembangunan Antarabangsa Amerika Syarikat (USAID) yang bernilai lebih AS$1 bilion (RM3.1 bilion), ia membuka peluang pekerjaan dan menjana pendapatan.

Namun, Pertubuhan Bangsa-bangsa Bersatu (PBB) menjelaskan, sebahagian besar kawasan yang menghasilkan candu masih seperti biasa. Ia secara tidak langsung menyatakan kegagalan untuk meyakinkan para patani agar beralih kepada tanaman alternatif.

UNODC menjelaskan, penurunan jumlah tanaman candu di Helmand secara statistiknya tidak signifikan. Sebaliknya wilayah yang berjiran dengan Kandahar itu menunjukkan penurunan sebanyak 30 peratus.

Jurucakap Kementerian Pertanian, Abdul Majeed Qarar menjelaskan, pihaknya menerima maklum balas positif daripada peladang-peladang tempatan terhadap tanaman safron.

Stigma daripada pokok crocus yang menghasilkan rempah ratus bernilai tinggi itu telah digunakan sejak beribu tahun lalu. Ia adalah untuk menambahkan keharuman, rasa dan warna makanan. Rempah itu juga digunakan dalam perubatan berasaskan herba, pewarna dan minyak wangi.

Kelebihan safron

Sebanyak 50,000 hingga 75,000 kuntum bunga diperlukan untuk menghasilkan setengah kilogram safron kering dan ia boleh dijual pada harga yang mencecah AS$5,000 (RM15,515).

Stanikzai menjelaskan, harga candu pada awal tahun ini ialah AS$95 (RM294) sekilogram berbanding AS$2,000 (RM6,206) safron.

Namun Afghanistan masih kerdil di pasaran antarabangsa berbanding negara lain seperti Iran, Itali, Sepanyol, India, Greece, Azerbaijan dan Morocco. Qarar menjelaskan, safron di Afghanistan kini mendapat tempat di negara Teluk dan India.

Melalui bantuan daripada Amerika Syarikat (AS), Perancis dan Belanda, petani-petani dari seluruh negara mengunjungi Herat untuk menimba pengetahuan mengenai kelebihan safron.

"Musim tanaman safron bermula dari pertengahan bulan September sehingga pertengahan November iaitu di luar musim tanaman lain. Ia juga mudah membesar dan memerlukan kuantiti air yang sedikit.


STIGMA daripada bunga safron menambah aroma, rasa dan warna pada makanan.


"Ia juga memberikan pulangan yang lebih berbanding popi. Petani hanya menjana pendapatan sehingga AS$3,000 (RM9,309) hingga AS$5,000 (RM15,515) setiap hektar candu, tetapi mereka boleh mendapat sehingga AS$30,000 (RM93,092) dalam tempoh tiga tahun dengan keluasan tanah yang sama," katanya.

Qarar menjelaskan, safron diusahakan di 300 hektar kawasan di Herat dan jumlah yang sama di kawasan lain seperti Uruzgan, Kalisa dan Parwan. Tanah-tanah di 20 kawasan lain turut di kaji sama ada tumbuhan itu boleh hidup subur.

Dengan pemberontakan yang semakin meningkat dan bulan Julai 2011 yang semakin hampir iaitu permulaan kepada gencatan senjata tentera Amerika Syarikat (AS), Qarar menjelaskan, terdapat tekanan untuk membina semula pembangunan tumbuhan alternatif.

Di Herat Saffron Shop yang menjual safron pada harga AS$5 (RM15.50) segram, pemiliknya, Yaser Jahn menjelaskan, pembekal tumbuhan itu yang dahulunya pengusaha candu kini hidup dengan lebih baik. - AFP