Showing posts with label Tarbiyyah. Show all posts
Showing posts with label Tarbiyyah. Show all posts

Monday, October 4, 2010

Membiasakan Anak 'Hidup Bersama' Al-Quran


Setiap orang tua pasti menginginkan buah hatinya menjadi anak yang soleh dan solehah.

Anak soleh-solehah merupakan harta yang paling berharga bagi orang tua.

Untuk mendapatkan semua itu, tentu harus ada kesungguhan yang tinggi dari orang tua dalam mendidik anak.

Salah satu yang wajib diajarkan kepada anak adalah segala hal tentang al-Quran kerana ia adalah pedoman hidup manusia.

Rasulullah SAW pernah bersabda (yang ertinya):

Didiklah anak-anakmu dengan tiga perkara: mencintai Nabimu; mencintai ahlul baitnya; dan membaca al-Quran kerana orang-orang yang memelihara al-Quran itu berada dalam lindungan singahsana Allah pada hari ketika tidak ada perlindungan selain daripada perlindungan-Nya; mereka beserta para nabi-Nya dan orang-orang suci. - HR ath-Thabrani

Allah SWT berfirman:

Sesungguhnya al-Quran ini memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberikan khabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal soleh bahawa bagi mereka ada pahala yang besar. - QS al-Isra' (17: 9)

Bila al-Quran sebaiknya diajarkan pada anak? Tentu seawal mungkin.

Semakin awal semakin baik. Akan sangat bagus jika sejak anak dalam kandungan seolah-olah calon anak kita itu sudah terbiasa 'hidup bersama' al-Quran; yakni ketika si ibu yang mengandungnya, rajin membaca al-Quran.

7M Agar Anak Selalu Hidup Bersama al-Quran

01.Mengenalkan
Saat yang paling tepat mengenalkan al-Quran adalah ketika anak sudah mulai tertarik dengan buku. Sayang, banyak orang tua yang lebih suka menyimpan al-Quran di rak almari paling atas.

Sesekali perlihatkanlah al-Quran kepada anak sebelum mereka mengenal buku-buku lain, apalagi buku dengan gambar-gambar yang lebih menarik.

Mengenalkan al-Quran juga boleh dilakukan dengan mengenalkan terlebih dulu huruf-huruf hijaiyah; bukan mengajarinya membaca, tetapi sekadar memperlihatkannya sebelum anak mengenal A, B, C, D.

Tempelkan gambar-gambar tersebut di tempat yang sering dilihat anak; lengkapi dengan gambar dan warna yang menarik.

Dengan sering melihat, anak akan terpancing untuk bertanya lebih lanjut.

Saat itulah kita boleh memperkenalkan huruf-huruf al-Quran.

02.Memperdengarkan
Memperdengarkan ayat-ayat al-Quran boleh dilakukan secara langsung atau dengan memainkan kaset atau CD.

Kalau ada teori yang mengatakan bahwa mendengarkan muzik klasik pada janin dalam kandungan akan meningkatkan kecerdasan, insyaAllah memperdengarkan al-Quran akan jauh lebih baik pengaruhnya bagi bayi.

Apalagi jika ibunya yang membacanya sendiri. Ketika membaca al-Quran, suasana hati dan fikiran ibu akan menjadi lebih khusyuk dan tenang.

Kondisi seperti ini akan sangat membantu perkembangan psikologi janin yang ada dalam kandungan.

Ini kerana, secara teori kondisi psikologi ibu tentu akan sangat berpengaruh pada perkembangan bayi, khususnya perkembangan psikologinya.

Kondisi tertekan pada ibu tentu akan berpengaruh buruk pada kandungannya. Memperdengarkan al-Quran boleh dilakukan bila-bila sahaja dan di mana sahaja; juga tidak mengenal batas usia anak.

Untuk anak-anak yang belum boleh berbicara, insyaAllah lantunan ayat al-Quran itu akan terakam dalam memorinya.

Jangan pelik kalau tiba-tiba si kecil lancar melafazkan surah al-Fatihah, misalnya, begitu dia boleh berbicara.

Untuk anak yang lebih besar, memperdengarkan ayat-ayat al-Quran (surah-surah pendek) kepadanya terbukti memudahkan si anak menghafalkannya.

03.Menghafalkan
Menghafalkan al-Quran boleh dimulai sejak anak lancar berbicara.

Mulailah dengan surah atau ayat yang pendek atau potongan ayat (misalnya fastabiq al-khayrât, hudan li an-nâs, birr al-walidayn, dan sebagainya).

Menghafal boleh dilakukan dengan cara seringkali membacakan ayat-ayat tersebut kepada anak. Jadi latihlah anak untuk menirunya.

Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai anak hafal di luar kepala. Masa kanak-kanak adalah masa meniru dan memiliki daya ingat yang luar biasa.

orang tua harus menggunakan kesempatan ini dengan baik jika tidak ingin menyesal kehilangan masa emas (golden age) pada anak.

Supaya anak lebih mudah mengingat, ayat yang sedang dihafal anak boleh juga sering dibaca ketika ayah menjadi imam atau ketika naik kereta dalam perjalanan.

Disamping anak tidak mudah lupa, hal itu juga sebagai usaha membiasakan diri untuk mengisi kesibukan dengan amalan yang bermanfaat.

Nabi SAW bersabda: Demi Zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya hafalan al-Quran itu lebih cepat lepasnya daripada seekor unta pada tambatannya. - HR al-Bukhari dan Muslim

04.Membaca
Siapa saja yang membaca satu huruf dari Kitab Allah maka dia akan mendapat satu kebaikan. Satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat.

Aku tidak mengatakan bahawa alif-lam-mim adalah satu huruf. Akan tetapi, alif adalah satu huruf, lam satu huruf, dan mim juga satu huruf. (HR at-Tirmidzi).

Sungguh luar biasa pahala dan kebaikan yang dijanjikan kepada siapa saja yang biasa membaca al-Quran.

Bimbing dan doronglah anak agar terbiasa membaca al-Quran setiap hari walau cuma beberapa ayat.

orang tua penting memberikan contoh.

Jadikanlah membaca al-Quran, terutamanya pada pagi hari usai solat subuh atau usai solat maghrib, sebagai kegiatan rutin dalam keluarga.

Ajaklah anak-anak yang belum boleh membaca untuk bersama-sama mendengar abang-kakaknya yang sedang membaca al-Quran.

orang tua mempunyai kewajipan untuk mengajarkan kaedah-kaedah dan adab membaca al-Quran.

Untuk boleh membaca al-Quran, termasuk mengetahui kaedah-kaedahnya, sekarang ini tidaklah sulit.

Telah banyak metode yang ditawarkan untuk boleh mudah dan cepat membaca.

Ada metode Iqra, Qiroati dan sebagainya.

Metode-metode itu telah terbukti memudahkan ribuan anak-anak bahkan orang tua untuk mahir membaca al-Quran.

Alangkah baiknya membaca al-Quran ini dilakukan secara bersama-sama oleh anak-anak di bawah bimbingan orang tua.

Ketika seorang anak membaca, yang lain menyemaknya.

Jika anak salah membaca, yang lain boleh membetulkan.

Dengan cara itu, rumah akan selalu dipenuhi dengan bacaan al-Quran sehingga berkat.

05.Menulis

Belajar menulis akan mempermudah anak dalam belajar membaca al-Quran. Ajarkan kepada anak kata-kata tertentu yang mempunyai makna.

Dengan begitu, selain anak boleh menulis, sekaligus anak belajar bahasa Arab.

Mulailah dengan kata-kata pendek.

Misalnya, untuk mengenalkan tiga kata alif, ba, dan dal anak diminta menulis a, ba da (tolong tuliskan Arabnya, ya: a-ba-da) ertinya diam; ba-da-a (yang ini juga) ertinya mulai; dan sebagainya.

Sesekali di rumah, cuba adakan lumba menulis ayat al-Quran.

Berilah hadiah untuk anak yang paling kemas menulis. Jika anak memiliki kemampuan yang lebih dalam menulis huruf al-Quran, mereka boleh diajari lebih lanjut dengan mempelajari seni kaligrafi.

Rangkaian huruf menjadi sukukata yang mengandungi erti bertujuan untuk melatih anak dalam memperkaya kosakata, di samping memberikan kesempatan bagi mereka untuk bertanya tentang setiap kata yang diucapkan serta mengembangkan cita rasa seni mereka.

Jadi, tidak hanya bertujuan mengenalkan huruf al-Quran semata-mata.


06.Mengkaji


Ajaklah anak mula mempelajari isi al-Quran. Ayah boleh memimpinnya setelah solat maghrib atau subuh.

Paling tidak, seminggu sekali pelajaran sekeluarga ini dilakukan.

Tajuk yang diketengahkan boleh jadi tajuk-tajuk yang ingin disampaikan berkaitan dengan perkembangan perilaku anak selama satu minggu atau beberapa hari.

Kajian bersama, dengan merujuk pada satu atau dua ayat al-Quran ini, sekaligus dapat menjadi sarana tawsiyah untuk seluruh anggota keluarga.

Pada waktu yang sama, tajuk yang akan dikaji boleh diserahkan kepada anak-anak.

Adakalanya anak diminta untuk memimpin kajian.

orang tua boleh memberi arahan atau pembetulan jika ada hal-hal yang kurang tepat.

Cara ini sekaligus untuk melatih keberanian anak menyampaikan isi al-Quran.

07.Mengamalkan dan memperjuangkan


Al-Quran tentu bukan hanya untuk dibaca, dihafal dan dikaji.

Justeru yang paling penting adalah diamalkan seluruh isinya dan diperjuangkan agar benar-benar dapat menyinari kehidupan manusia.

Sampaikan kepada anak tentang kewajiban mengamalkan serta memperjuangkan al-Quran dan pahala yang akan diraihnya. InsyaAllah, hal ini akan memotivasikan anak.

Kepada anak juga boleh diceritakan tentang bagaimana para Sahabat dulu yang sangat teguh berpegang pada al-Quran; ceritakan pula bagaimana mereka bersama Rasulullah sepanjang hidupnya berjuang agar al-Quran tegak dalam kehidupan.

Zulia Ilmawati : iluvislam.com/keluarga/ibu-bapa/

Monday, August 16, 2010

5 Reasons On Why Does Allah Test Us.


5 Reasons On Why Does Allah Test Us.

Allah tests His believing servants with various types of crises and disasters in order to:

1) Reveal the Patient from the Impatient:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَالَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

أُولَـٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

“And certainly, We shall test you with a bit of fear, hunger, loss of wealth, lives and fruits. But give glad tidings to the patient ones who, when afflicted with a calamity, say: “Truly! To Allah we belong and truly, to Him we shall return.” They are those upon whom are the blessings, descend from their Lord, and they receive His Mercy, and it is they who are guided.” (Surah Al-Baqarah 2:155-157)

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ ۖ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ ۖ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ۚ ذَ‌ٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

“And among mankind is he who worships Allah as if he were upon the very edge (i.e. in doubt); if good befalls him, he is content with it;. But if a trial befalls him, he turns back on his face. He loses both this World and the Hereafter. That is the evident loss.”(Surah al-Haj 22:11)

“So, it is a must for the souls to be nurtured by way of tests, and to be severely tested during the course of the battle between truth and falsehood with fear and hardship, and with hunger and decrease in wealth and life and fruits. This testing is a necessity so that the believer can give his share of what his belief requires; so that it becomes dear to him in accordance with that he gives for its sake of sacrifice and burden; so that it becomes dear to him in accordance with what he is willing to give for its sake! The bearers of worthless beliefs that do not require any type of sacrifice will not hesitate to abandon their beliefs at the first sign of hardship. So, the burden here is the personal price that one pays so that this belief becomes dear and valuable in the hearts of its bearers before it becomes dear to the hearts of anyone else. Whenever they experience pain for its sake, and every single time they are forced to give something up for its sake, it becomes even dearer and more valuable to them, and they become even more honored with it. With this, nobody else will realize its value until they see how its bearers are tested because of it and how patient they are upon such tests.”

(‘Fi Dhilal al-Qur’an’; 1/145)

2) Remove Our Sins and Reward the Righteous:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَفَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ

وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُقَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا ۚ إِنَّا كَذَ‌ٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَإِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُوَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

“And, when he was old enough to walk with him, he said: “O my son! I have seen in a dream that I am slaughtering you, so what do you think?” He said: “O my father! Do that which you are commanded, if Allah Wills, you will find me to be of the patient.” Then, when they had both submitted, and he had laid him prostrate on his forehead, and We called out to him: “O Ibrahim! You have fulfilled the dream!” Verily! Such do We reward the good-doers.” (Surah as-Saffat :102-7)

Sa’ad bin Abi Waqqas reported that he asked the Messenger of Allah (SAW): “Which of the people are tested most severely?” Rasulullah (SAW) replied: “The Prophets, then the righteous, then those who are most like them, then those who are most like them from the people. A man is tested according to his religious commitment. So, if his religious practice is sound, then his testing is increased, and if his religious practice is weak, then his testing is reduced. A servant continues to be tested until he walks the Earth without a single sin on him.” (Ahmad, Tirmidhi)

3) Purify the Ranks and Distinguish the Righteous from the Wicked:

مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلَـٰكِنَّ اللَّهَ يَجْتَبِي مِنْ رُسُلِهِ مَنْ يَشَاءُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۚ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ

“Allah will not leave the believers in the state in which you are now until He distinguishes the wicked from the good.” (Surah Al ‘Imrân 3:179)

أُولَـٰئِكَ الَّذِينَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

“And when the believers saw the Confederates, they said: “This is what Allah and His Messenger had promised us, and Allah and His Messenger had spoken the truth,” and it only added to their faith and submissiveness.” (Surah Ahzaab 33:22)

“Allah might make easy the affairs of the people of evil so that they may increase in sin and corruption, and so that they might increase in their buildup of sins and crimes. Then, he may deal with them in this World or the Hereafter – depending on His Wisdom and Decision – on account of this sinister buildup of deeds! On the other hand, He may also prevent them from ease so that they would increase in evil and sin and crimes and suffocation, eventually losing hope in the Mercy of Allah, resulting in an increase in their buildup of evil and misguidance. Likewise, Allah can make easy the affairs of the people of good so that they may become established in their righteous actions and carry out as much of them as they can while increasing in their sustenance, so that they may thank Him for these blessings with their hearts, tongues, and pleasant actions. With all of this, they increase in a buildup of good deeds that they rightfully deserve with Allah because of their righteousness and because of the good that Allah Knows is in their hearts. On the other hand, he may also prevent them from ease in order to observe their patience upon this state, as well as their confidence and hope in their Lord, their relaxation at the realization of His Power, their being pleased with Him as their only Lord – and He is better than all others – resulting in an increase in their buildup of good.”

(Fi Dhilal al-Qur’an)

4) Emphasize the Hardships of This World in Comparison to the Hereafter:

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌالَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Blessed is He in Whose Hand is the kingdom, and He is Able to do all things. The One Who has created death and life in order to test you and see which of you is best in deed, and He is the All-Mighty, the Oft-Forgiving.” (Surah al-Mulk 67:1-2)

5) Expose the Reality of the Human Being:

إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًاإِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا

“Verily, We have created man from drops of mixed semen in order to test him, so We made him hearer, seer. Verily, We showed him the way, so he is either grateful or ungrateful.” (Surah al-Insan 76: 2-3)

إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

“Verily, We have made that which is on earth as an adornment for it so that We may test them as to which of them are best in deeds.” (Surah al-Kahf 18:7)

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

“And it is He Who has made you generations after generations, replacing each other on the earth. And He has raised you in ranks – some above others – that He may test you in that which He has bestowed on you. Surely, your Lord is Swift in retribution, and certainly He is Oft*-Forgiving, Most Merciful.” (Surah al-An’am 6:165)

“A human being is tested so that he may come to know the reality of himself and others. Life is consists of constant testing; testing with what is bad, or testing with what is good. However, what is best for the believer may be found in what he hates, and what is bad for him may be found in what he likes. The true believer is the one who loves that which Allah has chosen for him. So, if He tests him with something that he loves, he thanks Him, and if He tests him with that which he hates, he is patient and thanks Him in this case, as well. And Allah – the Glorified – gives the believer in accordance with what will lead to his happiness in either this World or the next. So, if it is better for him to have something, Allah gives it to him. If it is better for him not to have something, Allah prevents him from having that thing, just as one who is sick is prevented from too much food or water. Therefore, it is upon a person to completely submit to Allah – the Glorified – in regards to what He has chosen for him, and to be pleased with what Allah has given him, and to understand that if Allah prevents him from something, then it is because Allah wishes to save him from being tested with that thing.”

http://amuslimsistermaria200327.wordpress.com/2009/08/11/5-reasons-on-why-does-allah-test-us/