Showing posts with label Dakwah kepada Islam. Show all posts
Showing posts with label Dakwah kepada Islam. Show all posts

Sunday, January 20, 2013

Ribuan Pekerja Asing di Kuwait Masuk Islam...


Ribuan Pekerja Asing di Kuwait Masuk Islam...

KUWAIT CITY -- Sebanyak 4.915 pekerja asing Kuwait memeluk Islam sepanjang 2012.

Pencapaian itu merupakan wujud keberhasilan kampanye Komite Dakwah Islam (IPC) bertajuk 'Dakwah adalah Tanggung Jawab Setiap Muslim'.

Ketua IPC, Abdul Aziz Al-Dajeej mengatakan keberhasilan kampanye ini, merupakan efek dari setiap program yang dijalankan. Program itu menyasar seluruh segmen dari masyarakat yang selanjutnya mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

"Dalam pelaksanaan kampanye itu kami memanfaatkan setiap lini komunikasi," kata dia seperti dikutip arabtimes.com, Sabtu (19/1).

Keberhasilan itu, kata lanjut Abdul, juga didukung dengan kemuliaan hati para donatur yang menyumbangkan bantuan finansial untuk kelancaran kampanye.

Selama kampanye, komite melibatkan lebih dari seratus ulama dari berbagai negara. Kampanye ini juga melibatkan 18 cabang IPC yang tersebar di seluru wilayah Kuwait.
 
-
Ribuan Pekerja Asing di Kuwait Masuk Islam...

KUWAIT CITY -- Sebanyak 4.915 pekerja asing Kuwait memeluk Islam sepanjang 2012.

Pencapaian itu merupakan wujud keberhasilan kampanye Komite Dakwah Islam (IPC) bertajuk 'Dakwah adalah Tanggung Jawab Setiap Muslim'.

Ketua IPC, Abdul Aziz Al-Dajeej mengatakan keberhasilan kampanye ini, merupakan efek dari setiap program yang dijalankan. Program itu menyasar seluruh segmen dari masyarakat yang selanjutnya mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

"Dalam pelaksanaan kampanye itu kami memanfaatkan setiap lini komunikasi," kata dia seperti dikutip arabtimes.com, Sabtu (19/1).

Keberhasilan itu, kata lanjut Abdul, juga didukung dengan kemuliaan hati para donatur yang menyumbangkan bantuan finansial untuk kelancaran kampanye.

Selama kampanye, komite melibatkan lebih dari seratus ulama dari berbagai negara. Kampanye ini juga melibatkan 18 cabang IPC yang tersebar di seluru wilayah Kuwait.

Wednesday, July 18, 2012

Semakin ramai yang ingin mengetahui mengenai Islam dan semakin bertambah mereka yang memeluk Islam.





Bila melihat gambar ini teringat satu pengalaman semasa kembara ke Sepanyol. Pengalaman ini mungkin biasa bagi orang lain namun luar biasa bagi diri saya.

Penerbangan selama 13 jam dari Kuala Lumpur ke London memang letih dan membosankan mujur bawa laptop dan buku dapat juga mengisi masa dengan menulis dan membaca. Sampai di lapangan terbang London kena menunggu lebih 3 jam lagi untuk sambung penerbangan ke Madrid, Sepanyol.

Semasa berada di lapangan terbang London, saya mengambil kesempatan untuk menunaikan sembahyang. Dalam bilik air kelihatan beberapa orang lelaki kulit putih yang bertatu lengannya dan bertindik hidung dan telinganya.

“Awak orang Islam?” tanya seorang dari lelaki itu dalam bahasa inggeris semasa saya sedang mengambil air sembahyang guna air paip dari sinki.

Saya toleh ke arah lelaki itu, dia memandang tajam. Begitu juga dengan kawan-kawannya. Hati mula berdebar-debar.

Saya tahu di Negara Barat dan Eropah masih ada yang fobia terhadap orang Islam. Malah ada yang sanggup memukul atau membunuh orang Islam semata-mata kerana salah faham.
Namun dalam masa yang sama Islam juga sedang berkembang di Negara tersebut. Semakin ramai yang ingin mengetahui mengenai Islam dan semakin bertambah mereka yang memeluk Islam.

Semasa berada dalam bilik air itu saya sedang dikeliling beberapa orang lelaki yang kelihatan menakutkan. Jika mereka mahu melakukan sesuatu yang tidak baik pasti saya menjadi mangsanya.

Namun saya juga sedar bahawa Tuhan sedang menguji. Apakah saya takut mengaku orang Islam?. Oh tidak. Kalau saya dibunuh sekali pun sekurangnya ia berlaku selepas saya mengaku orang Islam.
“Ye saya orang Islam,” jawab saya dalam bahas Inggeris. Tidaklah susah sangat menyebutnya.

Saya melihat sesuatu yang tidak dijangka. Wajah-wajah yang kelihatan bengis itu tiba-tiba mengorak senyuman. 

Monday, August 22, 2011

Mualaf yang berdakwah melalui Seni dan Teknologi Digital




Peter Gould
Peter Gould lahir di Sydney, Australia dan menetap di kota itu selama hampir 29 tahun. Minatnya pada dunia seni, khususnya rekabentuk grafik, membuatnya menjadi salah seorang seniman rekabentuk grafik dan digital bertaraf antarabangsa. Pelanggan-pelanggannya adalah syarikat-syarikat besar dan orang-orang terkenal dari seluruh dunia, seperti Yusuf Islam, Sami Yusuf dan Zaytuna College.

Tidak cuma itu, Peter juga sedang membina usaha busana muslim kontemporari, menerbitkan buku untuk kanak-kanak dan menjadi perunding rekabentuk bagi pelanggannya dari pelbagai negara. Tapi, yang membanggakan adalah Peter seorang muslim.

Dia mula belajar Islam pada tahun 2002, ketika dia mula sering pergi ke negara-negara Islam. "Saya sangat terinspirasi dengan bandar-bandar tua seperti Grenada, Fes dan Damaskus. Pengalaman itu memperkaya batin saya dan membuka cakerawala bagi dunia kreativiti saya, alhamdulillah," kata Peter.

Dia mendedahkan, "Ketika berkunjung dan belajar di negara-negara Timur Tengah, saya jatuh cinta dengan elemen-elemen rekabentuk dan tradisinya yang artistik, yang dibina sejak berabad-abad lalu. Saya mengambil gambar banyak hal dan berusaha untuk menyerap terperinci detailnya - kaligrafi yang luar biasa, kubah-kubah, ubin, lengkungan dan warna-warna yang cerah - benar-benar mengagumkan dan inspiratif. "

"Saya terdorong untuk memasukkan semua yang saya lihat ke dalam pekerjaan saya dan gabungkan dengan projek-projek rekabentuk grafik dan karya seni yang saya buat," sambung Peter.

Dia memuji karya seni Islam yang menurutnya mempunyai spektrum yang sangat kaya. Peter sangat mengagumi hasil kaligrafi dan rekabentuk-rekabentuk masjid dari tradisi China. "Berbeza sekali dengan Turki dan Andalusia yang bergaya Sepanyol. Saya kira, saya sedang memikirkan sebuah rekabentuk bergaya Australia!" ujar Peter bersemangat.

Kekagumannya pada seni reka Islam yang mendorongnya mempelajari Islam, membuatnya tak menunggu lama untuk segera memeluk Islam. Pada tahun yang sama, tahun 2002, dia memutuskan untuk mengucapkan dua kalimah syahadat dan menjadi seorang muslim.

Ditanya tentang perkembangan seni dan rekabentuk di dunia Islam ketika ini, Peter berpendapat bahawa generasi muda muslim ketika ini haus dengan hasil karya seni dan rekabentuk kontemporari yang berkualiti. Masalahnya, tidak banyak generasi muda muslim yang menekuni atau memilih kerjaya dalam dunia seni kreatif berbanding profesion-profesion lain.

Untuk itu, Peter mendirikan Creativity & the Spiritual Path, yang mengkordinatkan pelbagai pameran seni karya seniman muslim yang berbakat. Setakat ini, dia sudah menggelar pameran di San Francisco, Toronto dan di Sydney. Sambutan masyarakat ke atas pameran seni itu ternyata luar biasa.

"Saya berharap, inisiatif seperti ini akan membantu seniman-seniman muslim agar mendapatkan rasa percaya diri dan penghormatan, seperti yang mereka tahu dalam ajaran Islam," ujar Peter.

Baru-baru ini, Peter melancarkan projek barunya yang diberi nama Artizaan, sebuah tanda busana muslim, yang menggabungkan inspirasi gaya busana islamik Timur dan Barat.

"Rekabentuk produk busana muslim ini mewakili para muslim, seperti saya, bukan mereka yang memakai produk CK, Levi atau Gap. Alhamdulillah, projek ini boleh wujud berkat kerjasama dengan Artizara di Los Angeles, dan seorang teman saya bernama Haji Noor Deen, dia seniman kaligrafi . Setakat ini, penerimaan atas produk ini cukup menggembirakan," ujar Peter.

Sebelum ini, Peter membantu sejumlah 'public figure' untuk membuat pelbagai rekabentuk grafik. Pembuatan sampul album Sami Yusuf, pembuatan laman Zaytuna College dan dan pembuatan rekabentuk untuk Yusuf Islam adalah projek yang paling berkesan untuknya.

"Suatu kehormatan buat saya, bekerja untuk orang-orang inspiratif dan menyumbang kepada perubahan yang positif bagi dunia," tambah Peter. (Kw / MV)

[eramuslim.com]


credit to : unikversiti.blogspot.com
Isnin, 1 Ogos 2011

Thursday, March 10, 2011

Kisah Madame Fatima Mil Davidson

Madame Fatima: Tak Jadi Masuk Biara Setelah Mendengar Kalimat "Allahu Akbar"

-

Kisah Madame Fatima Mil Davidson mendapatkan hidayah Islam terbilang unik. Seperti sebuah keajaiban, cahaya Islam itu menyentuhnya saat ia baru saja masuk ke kehidupan biara. Waktu itu ia memang sudah berniat untuk menjadi biarawati.

Saat ini Madame Fatima menjabat sebagai Menteri Pembangunan Sosial dan Pemerintah Lokal, Republik Trinidad dan Tobago, sebuah negara kepulauan di kawasan Laut Karibia bagian selatan. Pada majalah berbahasa Arab Men-bar-al-Islam di Kairo, ia menceritakan awal mula menemukan Islam dan bagaimana akhirnya ia menjadi seorang Muslimah.

"Saya membantah keras cerita yang mengatakan bahwa saya masuk Islam pada tahun 1975 dengan tidak mengakui ajaran Kristen. Sungguh, saya tidak bisa memahami dan menjelaskan apa yang saya alami. Saya akan mengajak Anda kembali ke tanggal 9 Maret 1950, hari yang sudah ditetapkan buat saya untuk masuk biara. Ketika saya bangun pagi di hari itu , saya merasa mendengar suara yang menyebutkan kalimat 'Allahu Akbar, Allahu Akbar', suara itu terngiang-ngiang di telinga saya dan membuat seluruh tubuh dan hati saya bergetar," kata menteri yang sebelum masuk Islam bernama Model Donafamik Davidson.

"Saya tidak begitu tahu, itu apa. Tapi hari itu saya menolak (enggan ) masuk ke biara. Setelah itu, menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mencari petunjuk Tuhan, sampai akhirnya saya menemukan Al-Quran dengan terjemahannya. Lalu, dengan mudah saya menaruh kepercayaan pada terjemahan Al-Quran yang saya baca," sambungnya.

Secara kebetulan, Madame Fatima kemudian bertemu dengan seorang cendikiawan muslim asal Pakistan Maulana Siddiq dan ulama dari India Syaikh Ansari. Ia terlibat pembicaraan yang mendalam dengan kedua ulama itu, tentang budi pekerti dan apa yang dirasakan dalam hatinya. Begitu banyak pertanyaan detil yang diajukan Madame Fatima, hingga kedua ulama berseru, "Alhamdulillah, Anda seorang muslim ! Anda sekarang seorang muslim. Bacalah apa yang Anda sukai, masuklah ke masjid dan berdoa. Kami siap menerima Anda, kapanpun Anda merasa ingin belajar apapun."

Madame Fatima merasa gembira dengan respon kedua ulama tersebut. "Saya bahagia. Setelah hari itu, saya merasa hati saya dilimpahi dengan keimanan dan rasa cinta serta kebanggaan terhadap Nabi Muhammad Saw," ujarnya.

Meski demikian, Madame Fatima mengaku baru secara resmi memeluk Islam sekitar tahun 1975. "Sampai sekarang, sudah 36 tahun saya menjadi seorang muslim. Sejak saya mendengar suara misterius yang menggetarkan kalbu, dan lalu saya menolak masuk biara. Hati saya sudah memproklamirkan Allahu Akbar," tukasnya.

"Saya menjadi gadis pertama dari komunitas kulit berwarna yang masuk ke masjid. Dan ini mendorong banyak remaja muslimah untuk juga datang ke masjid-masjid untuk salat, khususnya ke Masjid Anjuman Jami' Sanatal yang didirikan oleh ulama besar Dr. Syaik Ansari di kota Francis di Trinidad. Masjid itu sekarang dipimpin oleh Al-Haj Shafiq Muhammad," tutur Madame Fatima.

Ia juga menceritakan bahwa warga di lingkungannya masih berpikir bahwa Islam adalah agama orang India, yang memiliki ajaran dari beragam kepercayaan dan agama. "Dalam perkembangannya, di kalangan warga pribumi, kebanyakan yang berasal dari Afrika, makin banyak yang memeluk Islam. Rasio warga muslim meningkat hingga 13 persen dari total penduduk Republik Trinidad dan Tobago. Selebihnya, 31 persen penduduk negara ini beragama Kristen, 27 persen beragama Protestan, 6 persen pemeluk agama Hindu dan 23 persen pemeluk keyakinan lainnya, " papar Madame Fatima.

Lalu, apakah keislamannya membawa dampak pada pekerjaannya sebagai salah satu pejabat di negara yang mayoritas penduduknya non-Muslim? Menjawab pertanyaan ini, Madame Fatima menjawab, "Islam mengajarkan kita untuk ikhlas dan efisien dalam menjalankan pekerjaan dan saya mempraktekkan ajaran Islam dengan tulus ..."

"Saya tidak berbohong, baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan pribadi saya. Saya berusaha menghindari segala sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Islam, semampu saya dan dengan kesadaran diri yang kuat. Jadi, dampak keislaman saya pada pekerjaan, tidak lain hanyalah semua pekerjaan saya berjalan baik dan penuh rahmat. Mantan perdana menteri bahkan menganjurkan saya untuk berkunjung ke Mesir, tempat sekolah Islam terkenal Al-Azhar dan salah satu pusat peradaban. Dia suka membicarakan Islam juga," ujar Madame Fatima.

Ia sungguh beruntung, karena perdana menteri yang sekarang menjabat, mengizinkannya berkunjung ke Mesir terkait tugasnya sebagai menteri pembangunan sosial dan pemerintahan lokal. "Perdana Menteri juga menganjurkan saya mengunjungi Al-Azhar dan Mahkamah Tinggi Agama Islam," imbuhnya.


Madame Fatima beberapa kali berpartisipasi dalam pemlu parlemen dan sukses. Ia pernah menjabat sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan. Ia menjadi teladan sebagai seorang muslim yang mampu menunjukkan kemampuannya di bidang politik.

"Hal penting yang harus Anda ketahui, Republik Trinidad dan Tobago memberikan hari libur resmi pada saat Idul Fitri dan Idul Adha. Komunitas Muslim bebas menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, baik di rumah maupun di masjid-masjid," jelas Madame Fatima.

Sebagai bagian dari umat Islam, ia menyerukan dunia Islam untuk bersatu dibawah bendera Islam agar posisi dunia Islam dan kaum Muslimin menjadi kuat. "Allah Yang Mahabesar telah membimbing saya ke jalan Islam dan saya berdoa padaNya untuk membimbing umat Islam ke arah persaudaraan dan perdamaian, agar umat Islam menjadi masyarakat terbaik di masa kini, dan sudah menjadi inspirasi bagi umat manusia," tegas Madame Fatima. (ln/SP)


Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara