Monday, February 28, 2011

Tingkatkan Keikhlasan Dan Perbaiki Niat




Ikhlas dalam amalan merupakan tonggak asasi dalam setiap amalan sholeh. Disamping itu, juga tingkatkan unsur mutaba'ah (mengikuti) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam beribadah. Dua perkara ini merupakan syarat diterimanya amalan seseorang. Dalilnya, Allah berfirman:

فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَآءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحًا وَلاَيُشْرِكُ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

"Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, hendaknya ia mengerjakan amalan yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seseorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya". [Al Kahfi:110]

Ibnu Katsir berkata: ‘(Yaitu orang yang ) mengharapkan pahala, dan ganjaran dariNya, [فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحًا / hendaknya ia mengerjakan amalan yang sholeh ] yaitu amalan yang bertepatan dengan petunjuk syariat, [ وَلاَيُشْرِكُ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا / dan janganlah ia mempersekutukan seseorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya ] yaitu amalan yang ditujukan untuk mendapatkan wajah Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Dua hal ini adalah dua syarat diterimanya amalan. Mesti murni kerana Allah, lagi sesuai dengan aturan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam". [Tafsir Ibnu Katsir]

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

وَاللهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَآءُ

"Dan Allah melipatgandakan (pahala) bagi yang Dia kehendaki" [Al Baqarah : 2613].

Ibnu Katsir menjelaskan : "Berdasarkan keikhlasannya dalam beramal". [Tafsir Ibnu Katsir]

Syaikh As Sa'di berkata: "Itu bergantung pada kekuatan iman dan kesempurnaan ikhlas yang terdapat pada orang yang berinfak"[Tafsir As Sa'di]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا أَحْسَنَ أَحَدُكُمْ إِسْلَامَهُ فَكُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ وَكُلُّ سَيِّئَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِمِثْلِهَا

"Jika salah seorang dari kalian telah memperindah Islamnya, maka setiap kebaikan yang diamalkannya akan dicatat baginya dengan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus lipat. Dan setiap keburukan yang ia kerjakan akan dicatat baginya satu keburukan semisalnya". [Shahih Bukhari dan Muslim]

Ibnu Rajab berkata tentang hadits di atas : "Pelipatgandaan kebaikan dengan sepuluh kali lipat pasti terjadi. Sedangkan tambahan yang lebih dari itu tergantung pada kebaikan nilai Islam seseorang, dan keikhlasan niatnya, serta keutamaan amalan tersebut"[Jami’ul Ulumi Wal Hikam].

Sebagai pelengkap dalam menetapkan naiknya tingkatan amalan yang diringi kekuatan ikhlas, adanya beberapa nash yang menyatakan keutamaan amalan yang dilakukan secara tersembunyi dibandingkan amalan yang dilakukan di hadapan khalayak. Allah Subhanhu wa Ta'ala berfirman:

إِن تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَآءَ فَهُوَ خَيْرُُ لَّكُمْ

"Jika kalian memperlihatkan sedekah maka itu baik. Dan jika kalian menyembunyikan sedekah dan memberikannya kepada orang-orang fakir, niscaya lebih baik …" [Al Baqarah 271].

Ibnu Katsir berkata: "Dalam ayat ini terkandung petunjuk bahwa menyembunyikan sedekah lebih baik daripada memperlihatkannya. Sebab lebih jauh dari noda riya`. Kecuali bila dengan memperlihatkan saat mengeluarkan sedekah ada unsur maslahat yang pasti"[Tafsir Ibnu Katsir].

Ibnul Qayyim menjelaskan rahsia mengapa sedekah yang dilakukan dengan sembunyi lebih baik dengan berkata: "Adapun memberikannya kepada orang-orang fakir, jika dilakukan dengan cara tersembunyi mengandungi beberapa manfaat, menutupi jati dirinya (pemberi sedekah) , dan tidak membuat malu si penerima di hadapan orang banyak, tidak menempatkan dirinya sebagai orang yang sedang direndahkan kehormatannya, dan supaya orang tidak melihat bahwa tangannya suka meminta-minta, juga agar orang tidak berkomentar dirinya (sang penerima) tidak ada harganya sama sekali sehingga mereka enggan untuk berinteraksi dan melakukan tukar-menukar dengannya. Ini adalah manfaat tambahan selain berbuat baik kepadanya dengan memberi sedekah, di samping penjagaan aspek ikhlas.

Hal ini berlaku pada ibadah yang sifatnya tathawu' (sunnah).

Dari Bustham bin Huraits, ia berkata: ‘Adalah Ayyub pernah terharu (kerana takut kepada Allah), sehingga air matanya keluar. Namun ia ingin menyembunyikannya. Maka ia memegangi hidungnya, bersikap seolah-oleh orang yang sedang mengalami influenza. Jika ia khuatir , air matanya semakin deras, maka ia beranjak pergi"[Dzammu Ar Riya`]

Wallahu a'lam...

by Abdul Aziz Ismail Nuh March 1, 2011

KHASIAT PEGAGA / ANTANAN

Manafaat Pegaga Bagi Kesehatan

A. Sebagai obat tradisional

Di berbagai Negara, pegaga sudah secara turun temurun digunakan sebagai ubat tradisional untuk berbagai jenis penyakit.

Di India dan di Benua Afrika pegaga dipakai sebagai ubat untuk mengubati berbagai penyakit, termasuk penyakit Lepra atau Kusta yang terkenal sangat sukar diubati. Sementara itu, di Prancis, pegaga sudah ditetapkan sebagai tanaman ubat sejak tahun1884.

Daun pegagan juga ditetapkan sebagai ubat dalam parmakopi di berbagai negara, seperti Belanda, Meksiko, Spanyol, Venezuela, dan India.

Tangkai pegaga pun telah diresmikan dalam materia medika Cina sebagai bahan pembuat ubat sejak dulu.

Berasaskan kenyataan tersebut dan semakin maraknya kecendrungan kembali ke alam, kemudian nya muncullah berbagai kajian tentang khasiat pegaga sebagai ubat. Dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh ahli farmakologi, ternyata pegaga memiliki kesan farmakologis yang sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan tubuh. Disamping itu, pegaga terbukti dapat menubati berbagai macam penyakit. Kerana itu pegaga akhirnya dikenal sebagai tanaman yang mewakili seluruh apotek


B. Kandungan kimia dan kesan farmakologinya

Kesan farmakologi atau kesan pengubatan dari pegaga secara tradisional dan secara ilmiah sudah lama berkembang. Pegaga telah dikenal sebagai ubat untuk revitalisasi[peningkatan keupayaan ] tubu dan pembuluh darah serta mampu memperkuat struktur jaringan tubuh. Tak kurang penting, pegagan bisa dimakan sebagai Brain Tonic atau ubat antilupa bagi orang dewasa dan manula [manusia usia lanjut].

Meskipun demikian, dalam hal ini pegaga hanya berfungsi sebagai penunjang. Yang terpenting, kita harus tetap mengamalkan makanan yang sehat dan sempurna untuk menjaga stamina tubuh dan membentuk jaringan otak agar tetap pintar.

Pegaga dikenal juga sebagai tonik otak. Berdasarkan pengakuan Agora Health Publishing, pegaga tergolong the most powerful healing herbs atau tanaman ubat yang paling mujarab. Julukan itu didapat setelah melalui ujian klinikal, terbukti pegaga bisa memulihkan pembuluh darah, sehingga peredaran darah ke otak menjadi lancer. Dengan demikian, ada peningkatan keupayaan kerja neurotransmitter di otak yang berfungsi untuk mengingat dan belajar. Dengan kata lain, pegaga dapat meningkatkan kerja otak, mempertajam ingatan, serta menyembuhkan pesakit yang mengalami gangguan jiwa.

Ekstrak pegaga dapat memperbaiki jaringan otak yang mengatur terjadinya proses interaksi di dalam otak. Karenanya, pegaga dapat diberikan kepada pesakit insomnia, pesakit stress, dan pesakit kelelahan mental. Pegaga sangat baik digunakan untuk terapi terhadap anak-anak penderita keterbelakangan mental [mental retardation] dan anak hiperaktif.

Rasa tajam, pahit, dan sedikit manis yang terdapat pada tanaman pegaga berkhasiat untuk membantu memudahkan prosses pencernaan dan sebagai pencahar , tetapikesannya sangat sedikit. Karena itu, penggunaannya dapat dicampur dengan simplisia yang mempunyai kesan sama, seperti sambiloto atau daun jati belanda.

Pegaga juga bersifat menyejukkan atau mendinginkan,penambah tenaga, menimbulkan selera makan

sumber :ttp://klinikbaitussyifa.blogspot.com/

RUMAH SEHAT

Istilah Rumah Sehat sebagai pengganti kepada Rumah Sakit...


Dr. Mohammad Ali Toha Assegaf *

Pengkaji Kedokteran Nabi SAW

Rumah sehat adalah rumah tempat dimana seseorang ingin menjadi sehat atau bertambah sehat . Biasanya jika seseorang mengalami gangguan kesehatan maka ia akan pergi ke tempat-tempat pelayanan kesehatan yang dalam masyarakat kita disebut rumah sakit atau klinik-klinikkesihatan . Banyak dari mereka yang mendambakan diri menjadi sehat di rumah sakit, namun jika saya boleh menekankan di sini bahwa untuk menjadi sehat seharusnya orang pergi ke rumah sehat dan bukan sebaliknya ke rumah sakit .

Seperti kita ketahui bahwa kita menyebut tempat perawatan orang sakit sebagai rumah sakit adalah karena kita mengikuti orang Belanda yang menyebut hospital sebagai zieken huis . Kenapa demikian saya kurang jelas, padahal jika kita ukur pada kebiasaan dalam bahasa Inggeris rumah sakit adalah “hospital” yang artinya memang rumah perawatan. Bahasa Arab adalah yang lebih tepat dalam hal ini, mereka menyebutnya “musytasyfah” yang artinya rumah sehat atau tempat penyehatan.

Demikian besarnya pengaruh penyebutan “hospital” maupun “musytasyfah” maupun rumah sehat itu bagi pesakit akan memberi dorongan/semangat kepada pesakit bahwa dia datang ketempat itu untuk menyehatkan badannya .

Di rumah sehat, jika kita sakit akan disehatkan, di rumah sehat, orang yang sehat akan lebih disehatkan .

Ada beberapa aktifitas di rumah sehat yaitu:

Pencegahan penyakit : orang dididik untuk hidup sehat dan diajarkan bagaimana mencegah agar dirinya tidak jatuh sakit .

Pengobatan orang sakit : dengan menggunakan bahan dan cara yang menghindari kecacatan dan mengurangi kemungkinan kesan sampingan dari pengobatan .

Pemulihan kesehatan : yaitu usaha agar orang yang baru lepas dari sakit akan dapat dipulihkan kembali kesehatannya .

Peningkatan kualitas kesehatan : yaitu meningkatkan daya tahan dan kekuatan badan sehingga orang tidak mudah jatuh sakit . Nyata sekali perbedaan rumah sehat dengan rumah sakit yang sekarang banyak terdapat disekitar kita .


Di kebanyakan rumah sakit ada aktiviti yang sama dengan rumah sehat namun pada rumah sakit pelayanan pencegahan – pengobatan – pemulihan – peningkatan kualiti kesehatan dilakukan terpisah-pisah dan seringkali tidak berkaitan antara satu sama lain sehingga pesakit datang ke rumah sakit sering kali datang untuk satu macam aktifiti saja.


Sudah tiba waktunya kita mengubah paradigma rumah sakit menjadi rumah sehat, dan kelihatannya nama rumah sakit harus segera diganti menjadi rumah sehat agar paradigma sehat pari purna.


* Dr. Muhammad Ali Toha Assegaf adalah : ( Penemu Metode Smart Healing, Pra ktisi dan Pengkaji Kedokteran Nabi) Selain Sebagai Derektur Rumah Sakit Persahabatan beliau Pemilik Rumah Sehat Afiat yang berkantor

di JL. Limo Raya no. 3, kompleks Griya Ruko Cinere II, Limo, Depok Tlp. 021-7547291

Cabang :

RSA Ciputat Jl. Kampung Utan (WR.Supratman) No.1, RT.04,RW.04, Ciputat, Tangerang Selatan. Telp. 021 740 2423

sumbar :http://rumahsehatafiat.wordpress.com/

Yang berbahaya dilingkungan kita;

Sukar menemukan seorang yang benar-benar sihat (contoh;fizikal nya)di lingkungan hidup seperti kita dewasa ini di mana PENCEMARAN mewarnai persekitaran .:..air, udara , tanah, bunyi, sosial ...di rosak dengan berbagai bahan dan jenis pencemaran oleh tangan-tangan manusia itu sendiri -jadinya : sangat perlu untuk masing-masing kita mengambil sikap berhati-hati dan ambil tahu..demi keselamatan dan kesejahteraan kita sendiri dan berkongsilah maklumat demi kesejahteraan sejagat...

Antara yang dapat dikongsikan kali ini :

1. BEKAS BOTOL AQUA


Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT , etc) dan menaruhnya di kereta atau dipejabat. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di botol2 ini mengandungbahan karsinogen (atau DEHA). Botol ini selamat untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang jauh dari matahari.

Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu boleh masuk ke air yang kita minum. Lebih
baik membeli botol air yang memang untuk dipakai berulang2, jangan memakai botol plastik.


2 . PENGGEMAR SATE


Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanser. Untuk itu kita ada obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanser) tetapi timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate.


3. UDANG DAN VITAMIN C


Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C. Karena ini akan menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam.


4. MI segera


Untuk para penggemar mi segera, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda memakan mi segera sebelum anda memakannya lagi; kerana dari informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi miaegera.. Itu sebabnya mengapa mi segera tidak melekat antara satu sama lainnya ketika dimasak. Memakan mi segera setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanser.Di sebabkan kerana kesibukan dalam kerjaya , belajar dan sebagainya ..sampai tidak punya waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk memakan mi segera setiap hari . Akhirnya dia menderita kanser. Doktornya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam misegera tersebut. Doktor tersebut mengatakan bahwa tubuh kita
memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan
lilin tersebut.


5. BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN


Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai "pelindung " makanan. Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memnyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan . Tetapi tidak semua bahan ini selamat bagi makanan yang dikemas/dibungkusnya.

Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu Anda waspadai.

A. Kertas
.

Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) yang sering digunakanuntuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia , timbal masuk melalui saluran pernapasan atau ngan kita. pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemu dian menyebar ke berbagai jaringan lain, seperti: ginjal , hati, otak, saraf dan tulang. Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) & paralysis (kelu mpu han) . Keracunan yang
terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan
yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang. Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan Koran karena pengetahuan yang kurang dari si penjual, padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah berpindahnya timbal ke makanan tsb. Sebagai usaha pencegahan , taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.

B . Styrofoam

Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena ma mpu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga ma mpu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah, lebih aman, serta ringan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan.


Informasi Ini juga Semoga Berguna, InsyaAllah

Air dalam botol plastik di kereta anda, sangatlah berbahaya !!! Dengan cara inilah Sheryl Crow mengalam ikanser payudara. Dia muncul di acara Ellen show dan mengatakan hal yang sama . Hal ini telah dkenalpasti sebagai penyebab paling utama pada kanser payudara, terutama di Australia .

Seorang teman yang ibunya didiagnos mengidap kanser payudara baru-baru ini; dokter berkata : wanita tidak boleh meminum minuman yang sudah lama berada di dalam mobil.

Doktor berkata bahwa hawa panas yang memanaskan bahan plastik botol mengandungi bahan kimia tertentu yang dapat menyebabkan kanser payudara. Jadi tolong berhati-hatilah dan jangan minum air dalam botol plastik yang sudah ditinggalkan beberapa lama di dalam kereta , dan ..tolong informkan kawan-kawan (terutamanya wanita ) anda ..!

Informasi seperti ini sangatlah kita perlukan dan kita harus berhati-hati, kerana ia mungkin akan menyelamatkan hidup kita .
Hawapanas dapat menyebabkan toksin/racun dari plastik menjadi bocor dan bercampur dengan air dan mereka telah menemukan racun ini pada jaringan payudara. Seboleh mungkin gunakan gelas stainless steel atau botol kaca. Biarlah semua orang yang me mpunyai isteri atau teman wanita atau anak perempuan mengetahui ini semua.

Nb :

Jangan ssekali membuat minuman panas dengan gelas plastik. Karena saat anda menuangkan air panas ke gelas tersebut sebatian dari plastic tsb ikut larut bersama air. Dan saat diminum anda pasti akan merasakan sedikit pusing2. Begitupula mungkin diantara anda ada yang suka mie segera atau makanan dengan bungkusan dari bahan sterofom. Sebisa mungkin jangan langsung menyeduh dengan air panas mengunakan sterofom tersebut .


Healthy smile linked to healthy heart

>

Health People with periodontal disease whose biomarkers showed increased bacterial exposure are more likely to develop coronary heart disease, a U.S. review says.Researchers at Howard University in Washington identified 11 studies that had previously examined clinically-diagnosed periodontal disease and cardiovascular disease.


The findings, published in the Journal of Periodontology, suggests that periodontal patients whose bodies show evidence of a reaction to the bacteria associated with periodontitis may have an increased risk of developing cardiovascular disease.

"While more research is needed to better understand the connection between periodontal disease and cardiovascular disease, this study suggests the importance of taking care of your teeth and gums and how that can help you take care of your heart," Susan Karabin, president of the American Academy of Periodontology, said in a statement.

"With the number of people with heart disease continuing to increase, it is important to understand that simple activities like brushing and flossing twice a day, and regular visits to your dental professional can help lower your risk of other health conditions."

February 29, 2008

http://tubuh-sehat.blogspot.com/2008/02/healthy-smile-linked-to-healthy-heart.html

Thursday, February 24, 2011

Cukup Sihatkah Jiwa Ini .?!..


Assalamualaikum...

Kita mungkin selalu mendengar ungkapan "jiwa @ hati yang mati " atau "jiwa atau hati yang punah/rosak " , atau buta matahati.. ia merujuk kepada entiti dalaman seorang manusia
yang melaluinya manusia punyai kesedaran . ...

persoalan yang cuba dirungkaikan di sini ialah apakah ciri @ tanda jiwa/hati (qalbun) yang hidup , sihat dan tenteram, serta bagaimana
memperolehnya....

Jiwa Yang Tenteram



Jiwa yang sihat dan tenteram memiliki beberapa tanda, sebagaimana yang disebutkan oleh al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah di dalam kitab ،§Ighatsatul Lahfan min Mashayid asy-Syaithan.،¨


Di antara tanda-tanda tersebut adalah mampu memilih segala sesuatu yang bermanfaat dan memberikan ketenteraman kepada jiwanya. Dia tidak memilih perkara-perkara yang berbahaya atau yang menjadikan jiwanya sakit atau menderita.


Tanda jiwa yang sakit adalah sebaliknya.



Selain itu, jiwa yang sihat memiliki sifat sebagaimana berikut :

1. Matlamatnya Akhirat


Jiwa yang sihat bergerak dari dunia menuju ke akhirat dan seakan-akan telah sampai di sana. Sehingga dia merasa seperti telah menjadi penghuni akhirat dan putera-puteri akhirat. Dia datang dan berada di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing, yang mengambil sekadar keperluannya, untuk segera kembali ke negeri asalnya.


Nabi s.a.w bersabda,

"Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau (musafir) yang melalui suatu jalan." (HR. al-Bukhari)

Bila jiwa seseorang itu sihat, dia akan mengembara menuju akhirat dan menghampirinya, sehingga seakan-akan dia telah menjadi penghuninya.

Sedangkan bila jiwa tersebut sakit, maka dia akan terlena dengan dunia dan menganggapnya sebagai negerinya yang kekal, sehingga jadilah dia hamba kepadanya.



2. Keinginan Menuju Allah s.w.t.


Di antara tanda tenteramnya jiwa ialah ia selalu mendorong seseorang untuk kembali kepada Allah s.w.t. dan tunduk kepada-Nya. Dia bergantung hanya kepada Allah, mencintai-Nya sebagaimana seseorang mencintai kekasihnya. Tidak ada kehidupan, kebahagiaan, kenikmatan, kesenangan kecuali hanya dengan ridha Allah, merasa dekat dan rasa jinak terhadap-Nya. Merasa tenang dan tenteram dengan Allah, berlindung kepada-Nya, bahagia bersama-Nya, bertawakkal hanya kepada-Nya, yakin, berharap dan takut hanya kepada Allah .


Maka jiwa tersebut akan selalu mengajak dan mendorong pemiliknya untuk mecari ketenangan dan ketenteraman bersama Ilah sembahannya. Tatkala itulah ruh benar-benar merasa kehidupan dan kenikmatan dan menjadikan hidupnya lain daripada yang lain, bukan kehidupan yang penuh dengan kelalaian dan berpaling dari tujuan penciptaan manusia. Untuk tujuan menghamba kepada Allah s.w.t inilah syurga dan neraka diciptakan, para rasul diutus dan kitab-kitab diturunkan.

Abul Husain al-Warraq berkata, "Hidupnya jiwa adalah dengan mengingat Zat Yang Maha Hidup dan Tidak Pernah Mati, dan kehidupan yang nikmat adalah kehidupan bersama Allah, bukan selain-Nya."

Oleh karena itu terputusnya hubungan seseorang dengan Allah s.w.t. adalah lebih dahsyat kepada orang-orang arif yang mengenal Allah daripada kematian, karena terputus dari Allah adalah terputus dari al-Haq, sedang kematian adalah terputus dari sesama manusia.


3. Tidak Bosan Berzikir

Di antara tanda sihatnya jiwa adalah tidak pernah bosan untuk berzikir mengingat Allah s.w.t Tidak pernah merasa jemu untuk mengabdi kepada-Nya, tidak terlena dan asyik dengan selain dari Nya, kecuali kepada orang yang menunjukkan jalan kepada Nya, orang yang mengingatkan dia kepada Allah s.w.t. atau saling mengingatkan dalam kerangka berzikir kepada-Nya.


4. Menyesal jika Tertinggal dari Berzikir

Jiwa yang sihat akan rasa menyesal, merasa sedih dan sakit melebihi sedihnya seorang bakhil yang kehilangan hartanya jika tertinggal atau terlupa berzikir.


5. Rindu Untuk Beribadah

Jiwa yang sihat selalu rindu untuk menghamba dan mengabdi kepada Allah s.w.t. , sebagaimana rindunya seorang yang lapar terhadap makanan dan minuman.


6.Khusyu' Dalam Shalat


Jiwa yang sihat akan meninggalkan segala keinginan dan sesuatu yang bersifat keduniaan ketika sedang menunaikan solat. Sangat berhati-hati dalam masalah solat dan bersegera melakukannya, serta memperolehi ketenangan dan kenikmatan di dalam solat tersebut. Baginya solat merupakan kebahagiaan dan penyejuk hati dan jiwa.


7.Keinginannya Hanya kepada Allah

Jiwa yang sihat, keinginannya hanya satu, iaitu kepada segala sesuatu yang diridhai Allah s.w.t.

.

8. Menjaga Waktu


Di antara tanda sihatnya jiwa adalah merasa sayang jika waktunya hilang dengan sia-sia, melebihi sayang seorang yang kikir terhadap hartanya.



9. Muhasabah dan Memperbaiki Diri


Jiwa yang sihat senantiasa memberi perhatian untuk terus memperbaiki amal, melebihi perhatian terhadap amal itu sendiri. Dia terus bersemangat untuk meningkatkan keikhlasan dalam beramal, mengharap nasihat, mutaba'ah dan ihsan (seakan-akan melihat Allah s.w.t. dalam beribadah, atau selalu merasa dilihat Allah). Di samping itu dia selalu memperhatikan pemberian dan nikmat dari Allah s.w.t. [serta mensyukurinya ] , juga sentiasa memperhatikan kekurangan dirinya di dalam memenuhi hak-hak-Nya ( Allah Taala )


Demikian di antara beberapa fenomena dan karakteristik yang menunjukkan sihatnya jiwa seseorang.


Dapat disimpulkan bahwa jiwa yang sihat dan tenteram :


*adalah qalbu yang himmah (keinginannya ) kepada sesuatu yang menuju Allah s.w.t. , mencintai-Nya dengan sepenuhnya, menjadikan-Nya sebagai matlamat.

*Jiwa raganya untuk Allah, amalan, tidur, bangun dan bicaranya hanyalah untuk-Nya.

*Dan ucapan tentang segala yang diridhai Allah lebih dia sukai daripada segala pembicaraan yang lain,

*fikirannya selalu tertuju kepada apa sahaja yang diridhai Allah dan dicintai-Nya.

*Berkhalwah (menyendiri) untuk mengingat Allah s.w.t lebih dia sukai daripada bergaul dengan orang, kecuali dalam pergaulan yang dicintai dan diridhai-Nya.

*Kebahagiaan dan ketenangannya adalah bersama Allah [solat, zikir dan bacaan Qurannya ], dan ketika dia mendapati dirinya berpaling kepada selain Allah, maka dia segera mengingat firman-Nya,


"Dan ingatlah serta sebutlah akan Tuhanmu apabila engkau lupa.. (ertinya perlu sentiasa ingat Allah -jangan sampai lalai) .." ..(QS al Kahfi , 18 :24 )

Dan juga firmanNya ;

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.،¨

(QS. 89:27-28)


Dia selalu mengulang-ulang ayat tersebut, dengan harapan dia akan mendengarnya nanti pada hari Kiamat dari Rabbnya.. Maka akhirnya jiwa tersebut di hadapan Ilah (sembahannya ) yang Haq akan terwarna dengan sibghah (celupan) sifat kehambaan. Sehingga jadilah dia Hamba Allah yang sejati di segi sifat dan karakternya, ibadah adalah nikmat bukannya beban yang memberatkan. Dia melakukan ibadah [melakukan amalan ketaatan ] dengan rasa gembira, cinta dan rasa dekat kepada Rabbnya

.

Ketika diajukan kepadanya perintah atau larangan dari Rabbnya, maka hatinya berkata , "Aku sambut panggilan-Mu, aku penuhi dengan suka cita, sesungguhnya aku mendengar, taat dan akan melaksanakannya. Engkau berhak dan layak mendapat semua itu, dan segala puji kembali hanya kepada-Mu.،¨[sami'na wa atha'na - kami dengar dan kami taat... ]


Apabila ada takdir [kejadian ]menimpanya maka dia mengatakan;

" Ya Allah, aku adalah hamba-Mu, miskin dan memerlukan-Mu, aku hamba-Mu yang fakir, lemah tidak berdaya. Engkau adalah Rabbku yang Maha Mulia dan Maha Penyayang. Aku tidak mampu untuk bersabar jika Engkau tidak menolongku untuk bersabar, tidak ada kekuatan bagiku jika Engkau tidak membantuku dan memberiku kekuatan. Tidak ada tempat bersandar bagiku kecuali hanya kepada-Mu, tidak ada yang dapat memberikan pertolongan kepadaku kecuali hanya Engkau. Tidak ada tempat berpaling bagiku dari pintu-Mu, dan tidak ada tempat untuk lari dari-Mu.،"


Dia mempersembahkan segalanya hanya untuk Allah s.w.t, dan dia hanya bersandar kepada-Nya.



Apabila ditimpa sesuatu yang tidak disukainya [musibah] maka dia berkata [ pada dirinya ], "Rahmat telah dihadiahkan untukku, ubat yang sangat bermanfaat dari Zat Pemberi Kesembuhan yang mengasihiku."


Jika dia kehilangan sesuatu yang dia sukai, maka dia berkata, "Telah disingkirkan keburukan dari sisiku."


Semoga Allah s.w.t memperbaiki jiwa kita semua, dan menjaganya dari penyakit-penyakit yang merosak dan membinasakan, Amin.


Sumber Asal : Mawaridul Aman al Muntaqa min Ighatsatil Lahfan fi Mashayid asy-Syaithan, penyusun Syaikh Ali bin Hasan bin Ali al-Halabi.


Adaptasi dari artikel yang disiarkan oleh www.alsofwah.or.id

credit to : Darul Kauthar.net

Wednesday, February 23, 2011

Rasul SAW gagal merealisasikan keadilan..?!


khomeini berkata : Rasul SAW gagal merealisasikan keadilan tetapi yg akan berjaya melaksanakannya ialah alMahdi.

almeshkat.net menjawab :

Khomeini berhak dilaknat, kerana dia Rafidhi melaknat orang terbaik drpd umat ini : khulafa' Rasul SAW & ummahat mukminin, termasuk mengatakan ahlussunnah sbg najis, harta & darah mereka halal. Begtulah dlm buku2 Khomeini.


Dalam Tahrir Wasilah Khomeini berkata:

"tidak harus memandikan org2 kafir & mrk yg dihukum kafir drpd kaum muslimin spt nawasib,khawarij & sbgnya sbgmn dlm perincian bab najasat. Pendapat yg kuat ialah menisbahkan org2 nawasib dgn ahlulharbi yg dihalalkan merampas harta mereka dlm perang & berhak diambil khumus drpdnya. bahkan pendapat yg zahir harus mngambil harta mrk di mana saja didapati & dgn cara apa saja & wajib keluarkan khumus drpdnya."


Nawasib ialah ahlussunnah.

Nikmatullah aljaza'iri berkata dlm Anwar Nu'maniah (2/206-207):.".. mrk (ahlussunnah) kaum kafir najis dgn ijmak ulamak syiah imamiah...Mereka lebih jahat drpd yahudi & nasrani. Drpd tanda2 mrk ialah mendahulukn org lain selain Ali dlm khilafah..."

(http://www.almeshkat.net/vb/showthread.php?t=30982)


Ulamak2 Ahlusunnah menfatwakan hukum kufur kaum Rafidhi. Mrk bukan ahluljamaah.Mrk bukan ahlulmillatul haq. Mrk bukan Islam sama sekali.


Ibn Baaz rhm brkata: .." syiah puak2 mrk banyak.. Setiap puak punya bid'ah2 yg plbagai, paling bahaya antara mrk ialah rafidhah khomeiniah ja'fariah ithna asyariah kerana mngandungi unsur syirik yg besar spt meminta perlindungan kpd ahlulbait, percaya imam2 mrk mengetahui ilmu ghaib, mengkafirkn sahabat r.a.,mendakwa alQuran diseleweng & iktikad lain yg jauh menyimpang dr Islam."


Apabila khomeini menuduh Rasul SAW gagal membawa keadilan,ia tidaklah pelik pendapatnya inii krn dia diketahui amat membenci Islam dgn melontarkn idea2 jijiknya.


Hakikatnya perutusan Rasul SAW adalah utk menegakkan tauhid & menghapuskn syirik.

ولقد بعثنا في كل أمة رسولا أن اعبدوا الله واجتنبوا الطاغوت

Setiap Nabi & Rasul diutus utk menyampaikan Tauhid : merealisasikan keadilan hanyalah perkara kedua cabangan dari tauhid & bukan maqasid asas.


alQa'im @ alMahdi @ sahib zaman bg syiah sendiri diperselisihkan apakah wujud @ tidak, lahir @ tidak dilahirkn. yg sahih Imam Askari tidak pernah melahirkn sahib zaman dgn bukti pembahagian pusakanya selepas kematiannya. Dia tlh mati lbh seribu tahun lalu. Ini bermakna sahib zaman tlh brsembunyi dlm sardab samraa' utk tempoh itu belum keluar2 lagi sehingga kini.


Hakikatnya idea Imam Mahdi di sisi Syiah hanyalah pendustaan utk tujuan tertentu, antaranya demi kelangsungan kuasa golongan ulamak mrk.

Lalu tinggallah juak2 diperbodohkan.

wallahu 'a'lam


by Dukki Kidurong,
on Wednesday, February 23, 2011
sumber : (http://www.almeshkat.net/vb/showthread.php?t=30982)

Tuesday, February 22, 2011

Di Kala Rasa Lemah itu Menjengah

Di Kala Rasa Lemah itu Menerjah


0

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Memang.

Rasa lemah itu kadangkala menyapa diri.

Ujian-ujian yang datang bertimpa-timpa, kadang kala membuatkan kita rebah dan tersungkur.

Terkadang, cukup satu ujian yang menerpa. Namun, beratnya sudah cukup membuat kita hilang arah.

Jika kita berjaya bangun, dan kembali menyusun langkah, alhamdulillah.

Namun, kadang-kadang kejatuhan yang kita alami itu seakan-akan merenggut segala daya dan upaya kita. Tenaga yang masih bersisa hilang entah ke mana, lantaran harapan buat hari esok yang semacam tiada.

Lalu, masihkah ada sinar harapan buat kita bangkit kembali?

Bagaimana kita menyingkapinya?

Saya percaya, menyuruh orang bersabar tatkala diuji itu jauh lebih mudah, berbanding diri sendiri yang menghadapinya.

Benar. Memang tidak dapat dinafikan. Saya pun pernah berada dalam kondisi itu. Di kala, kata-kata motivasi yang kita sering laung-laungkan kepada orang lain juga ada masanya seakan tidak punya kesan terhadap diri. Keyakinan yang selama kita ini kita pegang pun mampu tergoyah kembali.

Maka di sini, kita dapat melihat kepentingan saling nasihat-menasihati kepada kebenaran dan kesabaran, yang ditekankanNya melalui surah al-Asr.

Seringkali, kata-kata tulus mereka itu jualah yang menyembuhkan semangat diri.

Namun bukan itu yang saya mahu sentuh di sini. Dalam konteks diri kita sendiri, bagaimana seharusnya kita berdepan dengan ujian itu. Bagaimanakah caranya untuk kita memotivasikan diri sendiri?

Ok. Perkara ini kita perlu faham dengan jelas, supaya tatkala kita diuji nanti mudah-mudahan perkongsian ini turut mampu membangkitkan kita kembali.

Mulakanlah dengan bersangka baik kepada Allah dalam apa jua perkara.[ dan kembali mentadabburkan kalam Allah (al Quran ) dan sabda Rasul sebagai cahaya petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakininya ]


Bersangka baiklah.

Yakinlah, Dia tidak menciptakan sesuatu ujian atau bencana itu, hanya dengan sia-sia. Pasti punya hikmah di sebalik peristiwa yang menimpa.[Dan Allah tidak pernah dan tidak sesekali menzalimi hamba Nya ]

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." - [Surah Al-Baqarah, 2: 216]

Kemudian, sertai kepositifan tadi (bersangka baik) dengan bersabar. Inallaha ma'as sobirin. Kerana sesungguhnya, Allah itu berserta dengan mereka yang sabar.

Sabar.

Dan kelak, kesabaranmu itu pasti akan membuahkan hasil yang bermanfaat. Agar kemudiannya kau dapat merenung kembali hikmah yang Dia susunkan itu, sambil dirimu tersenyum.

Kesilapan kita.

Ada masa kita silap.

Kita rasakan yang kita ini sudah cukup kuat, bagaikan kita ini telah kebal dari sebarang titik-titik kelemahan.

Terkadang, kita rasakan bahawa kita mampu berdiri sendiri sehinggakan kita fikir semua ujian yang datang kepada kita itu, mampu untuk kita selesaikan seorang diri.

Tidak. Saya tidak salahkan kemahuan kita untuk hidup berdikari.

Namun, kita sering lupa bahawa hakikatnya, kita ini hanyalah makhlukNya yang serba lemah dan kekurangan. Mampukah kita menanggung semua ujian itu dengan sendirinya tanpa sebarang bantuan?

"Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, kerana manusia diciptakan (bersifat) lemah." - [Surah An-Nisa', 4: 32]

Ya. Manusia itu sifatnya tidak akan mampu berdiri dengan sendirinya; jika tidak dia memperoleh kekuatan itu dari Allah.

Bukankah ujian itu datangnya dari Allah? Maka, kepada siapa lagi harus kita kembalikan jika tidak kepada Dia Yang Maha Kuasa?

Namun, silapnya pada kita.

Kita sering menyombongkan diri untuk bersimpuh memohon pertolonganNya.

Kita merasakan diri kita sudah lengkap sempurna. Kuat, berkuasa.

Sedangkan hakikatnya, kita sedikit tidak punya daya jika Dia tidak mengizinkannya.

Wujudnya saat muhasabah.

Manusia jarang sekali mahu bermuhasabah diri. Tatkala disentap dengan ujian yang berat barulah wujud saat mereka kembali berfikir apakah salah silap mereka selama ini. Itupun jikalau mereka sedar.

Maka, salah satu hikmah dari ujian adalah wujudnya masa kita untuk bermuhasabah.

Masa untuk kita merenung kembali sejauh mana kehidupan ini telah dibawa.

Adakah kita masih berada pada landasan yang benar?

Hikmah dari muhasabah ini akan membawa kita melihat dan memikirkan pula hikmah-hikmah yang lain dari ujian tadi.

Baik.

Apakah hikmah yang ingin Dia tunjukkan kepada kita melaluinya?

Manusia itu selalu bersifat lupa diri tatkala diberi nikmat. Namun, tatkala kita diuji dengan sedemikian rupa, barulah kita bersegara kembali mencariNya. Sungguh-sungguh kita mohon padaNya agar dipermudahkan segala kesulitan yang ada. Sedang selama ini, hendak mengingatiNya sebentar pun terasa berat. Astagfirullah, hamba jenis apakah kita ini?

"Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdo'a kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan." - [Surah Yunus, 10: 12]

Maka, di situ punya hikmah untuk sama-sama kita renungkan.

Bersangka baiklah kepada Allah atas ujian yang menimpa kita.

Dia mahu kita kembali kepadaNya.

Dia mahu kita selamat di 'sana'.

Dia mahu kita merenung sebentar dan bermuhasabah kembali.

Sekarang, jawab dengan hati kita. . .

Benarkah selama ini kita telah meletakkan Dia sebagai matlamat hidup kita?
Atau tanpa sedar kita meletakkan perkara-perkara lain (nikmat-nikmat yang Dia tarik itu mungkin) sebagai tujuan hidup yang mesti kita capai?

Benarkah kita telah meletakkan pergantungan kita sepenuhnya kepadaNya?
Atau mungkin, kita meletakkan pergantungan kita kepada 'tuhan-tuhan' lain (manusia-manusia lain atau diri sendiri) lebih, berbanding Dia Yang Maha Sempurna?

Moga-moga, hati-hati yang bersih itu mampu memberikan jawapan yang jujur.

Kerana saya yakin, pasti semua tahu, bahawa apabila kita sudah mengakui Allah itu sebagai Tuhan kita, seharusnya hanya Dialah yang menjadi matlamat utama hidup kita. Dan hanya kepadaNya jualah tempat kita bergantung segala.

Dan perkara-perkara lain yang 'terkorban' (ketika diuji) itu, tidak lain hanyalah salah satu kurnia dariNya dan juga sebagai ujian pembuktian keimanan manusia.

Seharusnya ia tidak mampu menggoyah matlamat hidup serta keyakinan kita.

Selama ini, adakah itu cara kita melihat?

Penutup: Kembali sedar matlamat dan peranan hidup

Kembalilah menapak bersama matlamat dan hala tuju yang jelas.

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka mengabdikan diri kepadaKu." - [Surah Ad-Dzariyat, 51: 56]

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, 'Aku hendak menjadikan khalifah di bumi". Mereka berkata, 'Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merosak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami sentiasa bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?' Dia berfirman, 'Sungguh Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.'" - [Surah Al-Baqarah, 2: 30]

Manusia itu seharusnya sedar, bahawa tujuan dia tercipta di muka bumi ini adalah untuk menghambakan diri kepadaNya (melaksanakan tanggungjawab dan perintahNya, serta meninggalkan laranganNya).

Manusia itu sewajarnya sedar peranan yang perlu dia mainkan di muka bumi ini ialah sebagai khalifah; yakni dengan memakmurkan muka bumi, serta membawa manusia kembali kepada Allah, satu-satunya 'Illah' (Tuhan) seluruh semesta.

Setelah kesedaran, kefahaman, dan keyakinan tadi mendasar, semua permasalahan tadi pasti akan tampak lebih mudah. InshaAllah.

Wajar sahaja kita merasa sedih tatkala diuji, kerana itu merupakan lumrah seorang manusia. Namun, amatlah tidak wajar untuk kita merasa kecewa dan berputus asa. Sekaligus, kita tidak akan sesekali memanjangkan kesedihan yang dirasa.

Ya. Ia adalah atas keyakinan kita bahawa Allah itu Tuhan yang menciptakan segala.

Memperhambakan diri kepadaNya merupakan tujuan hidup kita.

[Segala sesuatu itu berlaku dengan izinNya-tak kiralah samaada sesuatu itu baik .......atau pun sebaliknya ]

Dan pasti, Dia tidak menciptakan sesuatu sia-sia, melainkan ada hikmahnya.

Jika kita sudah sedar akan perkara ini, maknanya, hikmah dari ujian itu seharusnya sudah nampak. Kebangkitan yang ditunggukan-tunggukan itu juga seharusnya sudah dimulakan langkahnya.

Wahai diri,

Kali ini. . .

Letakkan Dia 'bersama' ketika kamu menapak.

Dan pasti, jalan penyelesaian itu akan mula kelihatan.

" ... Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, nescaya Dia akan membukakan jalan keluar bagiNya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, nescaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusanNya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu." - [Surah At-Talaq, 65: 2-3]

- Artikel iluvislam.com

Sunday, February 20, 2011


Pluralisme ancaman baru




KUALA LUMPUR 18 Feb. - Fahaman pluralisme kini muncul sebagai ancaman terbaru di kalangan umat Islam di negara ini dan justeru mereka wajib menghindarkannya kerana ia jelas bertentangan dengan akidah serta syariat Islam.

Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak berkata, bagi mengekang pengaruhnya beliau mahu para ulama, guru-guru agama, pihak berkuasa agama termasuk Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) bersama-sama bertanggungjawab menyedarkan umat Islam supaya tidak terpengaruh dengan fahaman itu.

Beliau berkata, hakikatnya Islam tidak boleh disamakan dengan agama lain kerana agama yang benar di sisi Allah hanya Islam sahaja.

''Apatah lagi sekiranya ada umat Islam yang membawa fahaman pluralisme. Perkara-perkara seperti ini mesti kita betulkan. Kita boleh hormat agama lain kita jangan hina agama lain.

''Namun dari segi akidahnya dan dari segi kebenarannya di sisi Allah tidak boleh disamakan dengan agama Islam,'' katanya ketika berucap pada merasmikan Multaqa Guru Takmir seluruh Malaysia di Pusat Dagangan Dunia Putra (PWTC) di sini hari ini.

Najib berkata, selain fahaman pluralisme umat Islam turut terdedah dengan pengaruh liberalisme serta hindonisme yang jika dibiarkan boleh menyebabkan mereka terpesong daripada syariat serta akidah Islam.

''Mahu tidak semua pihak termasuk ulama, guru-guru agama serta guru-guru takmir menegakkan kebenaran agama dengan berlandaskan al-Quran dan as-Sunnah,'' katanya.

Dalam sidang akhbarnya selepas itu Najib sekali lagi menegaskan, semua pihak perlu menghormati agama-agama lain sama ada dari segi haknya atau dari segi undang-undang menurut Perlembagaan Persekutuan.

''Namun begitu ia tidak boleh sama dari segi akidah. Jangan ada salah faham. Nanti ada orang akan salah faham bahawa saya merendahkan kedudukan agama lain, tidak.

''Saya cuma mahu bezakan dari segi akidah kerana fahaman pluralisme ini adalah salah dari segi agama Islam dan itu fakta yang saya hendak jelaskan,'' katanya.

Ketika ditanya sejauh mana seriusnya pengaruh fahaman itu di Malaysia, beliau berkata, fahaman itu perlu segera dibendung.

''Jika kita tidak berbuat sesuatu ia boleh merebak. Pada peringkat sekarang ia masih terbatas cuma di kalangan pihak tertentu sahaja. Sesuatu (tindakan) perlu dilakukan kerana fahaman ini boleh mengeliru dan menyesatkan umat Islam,'' katanya.

ARKIB : 19/02/2011
Oleh SAIFULIZAM MOHAMAD
pengarang@utusan.com.my

Di Manakah Kebahagiaan?

"Ibnu Abbas ra berkata, “Allah menjamin bagi siapa saja yang membaca al-Qur’an dan mengamalkan ajaran yang ada di dalamnya bahawa dia tidak akan sesat di dunia dan tidak akan celaka di akhirat.”


"Jiwa yang kerdil dan rendah akan merasa puas dengan perkara-perkara yang hina, sementara jiwa yang besar dan mulia tentu hanya akan puas dengan perkara-perkara yang mulia (lihat al-Fawa’id, hal. 170) ".




Indahnya persahabatan, saling menguatkan iman. Benarlah sabda Nabi SAW, berkawan dengan orang yang baik bagai bersama penjual minyak wangi, dari jauh sudah bau keharumannya' .

Kami berpeluang bertazkirah ringkas pergi dan balik ke majlis walimatul urus seorang ibu tunggal mengahwinkan anak bungsunya. Perbincangan kami di sekitar mencari ketenangan dan kebahagiaan meniti usia senja.

Ketenangan jiwa itulah syurga dunia menurut pandangan ulamak. "Hanya sanya dengan mengingati Allah jiwa akan menjadi tenang". Dalam apa keadaan sekalipun perlu 'maintain' agar jiwa sentiasa tenang. Masing-masing mendapat dugaan yang berbeza namun perbezaan tersebut tidak menjadi halangan sama-sama kita mencari kebahagiaan yang sebenarnya di sisi Allah SWT.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Ada tiga pokok yang menjadi asas kebahagiaan seorang hamba, dan masing-masingnya memiliki lawan. Barangsiapa yang kehilangan pokok tersebut maka dia akan terjerumus ke dalam lawannya.

[1] Tauhid, lawannya syirik.
[2] Sunnah, lawannya bid’ah. Dan
[3] ketaatan, lawannya adalah maksiat.

Sedangkan ketiga hal ini memiliki satu musuh yang sama yaitu kekosongan hati dari rasa harap di jalan [ketaatan kepada] Allah dan keinginan untuk mencapai balasan (baik )yang ada di sisi-Nya serta ketiadaan rasa takut terhadap-Nya dan hukuman yang dijanjikan di sisi-Nya.” (al-Fawa’id, hal. 104)
Tauhid Menghantarkan Menuju Bahagia

Allah SWT berfirman (yang artinya), “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri iman mereka dengan kezaliman/syirik, mereka itulah yang akan mendapatkan keamanan dan mereka itulah orang-orang yang diberikan petunjuk.” (QS. al-An’aam: 82).

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka atas orang yang mengucapkan la ilaha illallah dengan ikhlas mengharapkan wajah Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Abdullah Ibnu Mubarak ra berkata, “Betapa banyak amalan kecil menjadi besar kerana niat (yang ikhlas), dan betapa banyak amalan besar menjadi kecil kerana niat (yang tidak ikhlas).”

Syirik Menghantarkan Menuju Sengsara

Allah SWT berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan Allah maka sungguh Allah haramkan atasnya surga dan tempat tinggalnya adalah neraka, dan tiada seorang penolongpun bagi orang-orang yang zalim itu.” (QS. al-Maa’idah: 72).

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang berjumpa dengan Allah dalam keadaan mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun maka dia pasti masuk neraka.” (HR. Muslim).


Sunnah Menghantarkan Kita Menuju Bahagia

Allah SWT berfirman (yang artinya), “Katakanlah (Muhammad); Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” (QS. Ali Imran: 31).

Rasulullah SAW bersabda, Islam itu datang dalam keadaan asing (dagang) dan akan kembali menjadi asing (dagang) sebagaimana datangnya, maka beruntunglah orang-orang yang asing.” (HR. Muslim).

Imam Malik rahimahullah berkata, “Sunnah adalah [laksana] bahtera Nabi Nuh, barangsiapa yang menaikinya akan selamat, dan barangsiapa yang tertinggal akan tenggelam.”


Bid’ah Menghantarkan Menuju Sengsara

Allah SWT berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang menentang rasul setelah jelas baginya petunjuk dan dia justeru mengikuti selain jalan orang-orang beriman, niscaya akan Kami biarkan dia terombang-ambing dalam kesesatannya dan Kami pun akan memasukkannya ke dalam Jahannam, dan sesungguhnya Jahannam itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. an-Nisaa’: 115).

Rasulullah SAW bersabda, “Seburuk-buruk urusan adalah yang diada-adakan dalam agama-, [dan setiap yang diada-adakan itu adalah bid'ah] dan setiap bid’ah pasti sesat [dan setiap kesesatan di neraka].” (HR. Muslim, tambahan dalam kurung dalam riwayat Nasa’i)


Ketaatan Menghantarkan Menuju Bahagia

Allah SWT berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya sungguh dia akan mendapatkan keberuntungan yang sangat besar.” (QS. al-Ahzab: 71).

Rasulullah SAW bersabda, “Semua umatku pasti masuk syurga, kecuali yang enggan.” Para sahabat pun bertanya, “Siapakah orang yang enggan itu wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab, “Barangsiapa mentaatiku masuk syurga dan barangsiapa yang mendurhakaiku maka dialah orang yang enggan itu.” (HR. Bukhari).

Ibnu Abbas ra berkata, “Allah menjamin bagi siapa saja yang membaca al-Qur’an dan mengamalkan ajaran yang ada di dalamnya bahawa dia tidak akan sesat di dunia dan tidak akan celaka di akhirat.”


Kemaksiatan Menghantarkan Menuju Sengsara

Allah swt berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang durhaka kepada Allah dan rasul-Nya sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang amat nyata.” (QS. al-Ahzab: 36).

Rasulullah SAW bersabda, “Syurga diliputi dengan perkara-perkara yang tidak disenangi nafsu (ketaatan) sedangkan neraka diliputi dengan perkara-perkara yang disenangi nafsu (kemaksiatan).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hilangnya Harapan dan Rasa Takut

Sementara ketiga hal di atas: (1) Tauhid, (2) sunnah, dan (3) ketaatan- memiliki satu musuh yang sama iaitu ketiadaan rasa harap dan rasa takut. Iaitu ketika seorang hamba tidak lagi menaruh harapan atas apa yang Allah janjikan dan tidak menyimpan rasa takut terhadap ancaman yang Allah berikan. Akibat ketiadaan harap dan takut ini maka timbul berbagai kesan yang amat membahayakan.

Di antara kesan atau simptomnya adalah;

[1] terlena dengan curahan nikmat sehingga lalai dari mensyukurinya,
[2] sibuk mengumpulkan ilmu namun lalai dari mengamalkannya,
[3] cepat terseret dalam dosa namun lambat dalam bertaubat,
[4] terlena dengan persahabatan dengan orang-orang soleh namun lalai dari meneladani mereka,
[5] dunia pergi meninggalkan mereka namun mereka justeru sentiasa mengejarnya,
[6] akhirat datang menghampiri mereka namun mereka justeru tidak bersiap-siap untuk menyambutnya.

Ibnul Qayyim rahimahullah menerangkan bahawa ketiadaan rasa harap dan takut ini bersumber dari lemahnya keyakinan. Lemahnya keyakinan itu timbul akibat lemahnya bashirah/pemahaman. Dan lemahnya bashirah itu sendiri timbul kerana jiwa yang kerdil dan rendah (lihat al-Fawa’id, hal. 170).

Jiwa yang kerdil dan rendah akan merasa puas dengan perkara-perkara yang hina, sementara jiwa yang besar dan mulia tentu hanya akan puas dengan perkara-perkara yang mulia (lihat al-Fawa’id, hal. 170).

Allah SWT berfirman (yang artinya), “Sungguh berbahagia orang yang menyucikan jiwanya dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.” (QS. asy-Syams: 9-10).
Iaitu orang yang menyucikan jiwanya dari dosa-dosa dan membersihkannya dari aib-aib, lalu dia meninggikannnya dengan ketaatan kepada Allah serta memuliakannya dengan ilmu yang bermanfaat dan amal soleh.” (Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 926).

Syaikh Ibnu Utsaimin ra berkata, “Yang dimaksud penyucian di sini ialah dia menyucikan dirinya dengan cara membebaskannya dari syirik dan noda-noda maksiat, sehingga jiwanya menjadi suci dan bersih.” (Tafsir Juz ‘Amma, hal. 165)

Dari sinilah, kita menyedari betapa besar peranan ilmu yang diamalkan. Oleh sebab itu, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita untuk sentiasa berdoa selesai solat Subuh dengan doa yang sangat indah, Allahumma inni as’aluka ‘ilman nafi’an wa rizqan thayyiban wa ‘amalan mutaqabbalan. Yang artinya; “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Rasulullah SAW juga bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki baik oleh Allah niscaya akan difahamkan dalam urusan agamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sedangkan ilmu dan kefahaman seorang hamba tentang agamanya diukur dengan rasa takutnya kepada Allah. Allah SWT berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya yang merasa takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah orang-orang yang berilmu.” (QS. Fathir: 28).

Ibnu Mas’ud RA berkata, “Cukuplah rasa takut kepada Allah sebagai bukti ilmu seseorang-.”

Wallahu A’lam bish-Showab
sumber :http://ibumusthofa.blogspot.com/2011/02/di-manakah-kebahagiaan.html