Monday, May 21, 2012

Mengenal Syaikh Ahmad Zaini Dahlan dan Kitab-kitab Karya-nya..


 
 
Dia bernama Ahmad bin Zaini Dahlan, Lahir di Mekkah pada thn 1232 H, Mengajar dan berfatwa disana.
Dia ber-Madzhab Syafi'i, memiliki beberapa karya tulis dalam bidang sejarah, 'Aqidah, dan Nahwu.
Dia wafat di Madinah pada tahun 1304 H.

Dia sangat berperan aktif dan memiliki Andil besar dalam menyebarkan Kebohongan dan Tuduhan Kosong terhadap Dakwah Salafiyyah dan para pembelanya, sehingga menyebar Luas dikalangan manusia, Khususnya para jama'ah haji yg datang dari berbagai Penjuru dunia.

Syaikh Muhammad Rasyid Ridha rahimahullah berkata:
"Sesungguhnya Dahlan bukanlah seorang yg Ahli dibidang Hadits, Sejarah, dan Ilmu Kalam.Dia hanyalah Taqlid kpd orang-orang yg juga Taqlid dan hanya Menukil dari kitab2 Mutaakhirin.."[al A'lam 1/129-130 oleh az Zirikli].

Kitab2 Dahlan diantaranya:
1.kitab Khulashatul Kalam.
2.Kitab Fitnah al Wahhabiyyah.
3.Ad Durar as Saniyyah fi ar Raddi' 'Ala al Wahhabiyyah.
Kitab2x yg berisi Kedustaan2x yg Keji & Mungkar..
Sumber Rujukan di Nukil dari:
Buku "Meluruskan Sejarah WAHHABI"/Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as Sidawi/Pustaka al Furqon.
----------------------------------------

"Ketahuilah bahwa MUSUH TAUHID adalah orang yg Punya Ilmu, Pandai berdalil, dan pandai bicara.Akan tetapi, satu Orang Awam yg mengerti Tauhid akan Mampu mengalahkan Sekian banyak Tokoh Ahli Syirik.." [Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab/Kasyfusy Syubhat].
"Mereka hendak memadamkan Cahaya (Agama) Allah dengan Mulut (Ucapan2x) Mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang2X Kafir benci..."[QS.ash Shaf: 8].
"Sebagian para Ulama Makkah yg mulia mengatakan, 'Karya2x Dahlan adalah seperti Bangkai, tidak ada yg memakan-nya kecuali orang yg terdesak.Sungguh telah banyak para Ulama dari India, Iraq, Nejed dan selainnya yg membantah dan Menyingkap Kesesatannya.."[Al Bayan wal Isyhar, hlm.45].

Pertama , kitab Dahlan yg berjudul lengkap:
'Khulashatul Kalam fi Bayani Umara al Balad al Haram, dicetak oleh Maktabah al Kulliyat al Azhariyyah, Kairoa. Tahun 1397 H.

Didalam kitab ini dia membicarakan tentang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah secara cukup panjang lebar..
"Kitab ini sarat dengan Kesalahan dan KEBOHONGAN.."[Syaikh Abdul Alim Abdul Azhim rahimahullah/di Footnote Muhammad bin Abdul Wahhab Mushlik Mazhlum hlm.33].

Syaikh Ahmad bin Ibrahim bin Isa rahimahullah memiliki Kitab BANTAHAN terhadap penyimpangan isi kitab Dahlan ini, berjudul ar Radd 'Ala Ma ja'a fi Khulashatil Kalam mina Tha'ni 'Ala Wahhabiyyah wal Iftira' Li Dahlan..[Lihat Masyahir Ulama Nejed hlm.260].
juga,
Syaikh Dr.Nashir bin Abdul Karim al 'Aql juga telah membantah secara ringkas dalam kitabnya, Islamiyyah La Wahhabiyyah hlm.179-195].
Wallahu a'lam

Sumber: Ibid.
Kitab Dahlan ini (Khulashatul Kalam), dikomentari oleh Syaikh Muhammad Rasyid Ridha rahimahullah:
"...Diantara para Pencela Dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah yg sudah tersohor adalah Mufti Makkah Mukarramah, Syaikh Ahmad Zainal Dahlan, yg menulis sebuah Risalah yg seluruh permasalahannya berkisar pada dua poros:
pertama: Kedustaan dan Tuduhan terhadap syaik ibnu Wahhab rahimahullah.
Kedua.: Kejahilan, yaitu dgn menyalahkan beliau dalam masalah yg Kebenaran berpihak pada dirinya.

Kitab ini dibagikan kpd para Jama'ah haji yg datang dari seantero dunia dgn bantuan para Pemimpin Mekkah dan orangcx kenegaraan..." [Kata pengantar Syiyanah Insan 'an Waswasah Syaikh Dahlan/Syaikh Muhammad Basyir al Hindi: 7 secara ringkas].
Wallahu a'lam..

Sumber Ibid.
Kedua :tentang kitab Dahlan yg kedua yg berjudul:
'Fitnah al Wahhabiyyah'
Syaikh Mansyur Hasan Salman rahimahullah berkata:
"Dalam kitab ini, Penulisnya membicarakan apa yg tidak diketahui dan banyak Menukil berita burung: si Fulan bilang begini, diceritakan dari Fulan, maka bila benar maka hukumnya begini dan begini.Anggaplah bahwa Penulisnya tidak membaca kitab2x Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah atau mendengar tentangnya, bukankah sewajibnya bagi dia untuk mengecek terlebih dahulu.
Namun, kalau Kedengkian dan Kebutaan telah Menyopir, maka masalahnya menjadi lain.. Laa haula wala quwwata illa billah.." [Kutub Hadzara Minha Ulama: 1/252].
Wallahu 'alam..

Sumber: Ibid.
Kitab yg ketiga Dahlan (yg berjudul: ad Durar as Saniyyah fi ar Raddi 'Ala al Wahhabiyyah) - kitab ini telah di terjemahkan di Indonesia dgn judul 'Mutiara Bercahaya Dalam Menolak Paham Wahabi' terbitan PT.Garoeda Buana Indah, Pasuruan Jawa Timur), merupakan kitab Dahlan yg sangat Populer dan isinya tidak jauh berbeda dgn kitab Khulashatul Kalam yg dijadikan Referensi Primer oleh penulis Artikel..

Syaikh Muhammad Rasyid Ridha rahimahullah berkata:
"Kitab ini berkisar pada dua poros:
Poros Kedustaan terhadap Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, dan Poros Kejahilan dgn Menyalahkan beliau dalam masalah yg Kebenaran bersamanya..." [Lihat Kata Pengantar Shiyanah Insan 'an Waswasah Syaikh Dahlan, hlm.12].

Dan kitab Dahlan ini banyak dibantah oleh banyak para Ulama2x dgn mereka membuat Kitab2x Bantahan, utk Membantah keras Kitab Dahlan yg pada hakikatnya Berisi Kedustaan dan Tuduhan2x keji..
Diantaranya adalah..
(Bersambung Insya Allah..)

Sumber: Ibid.
(sambungan)
bismillah..

kitab yg Penuh Kedustaan yg Keji terhadap Dakwah Tauhid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah Telah dibantah secara Ilmiah oleh para Ulama terkemuka, diantaranya:

1.Muhammad Basyir as Sahsawani rahimahullah , seorang Ahli Hadits India, dalam Kitabnya yg Bagus sekali berjudul: "Shiyanah Insan 'An Waswasah Syaikh Dahlan".
Dalam Muqddimahnya, beliau Menyifati Buku Dahlan ini sebagai Kitab yang BATHIL, HINA dan Rendah, Penuh dengan KEBOHONGAN dan Kebathilan..."[Syiyanah Insan 'an Waswasah Syaikh Dahlan hlm.20].

2.Syaikh Shalih bin Muhammad asy Syisyri rahimahullah dalam Kitabnya "Ta'yid al Malik al Mannan Fi Naqdhi Dhalalat Dahlan", dicetak oleh Dar al Habib, thn 1421 H, Tahqiq Dr.Muhammad bin Nashir as Syisyri, kata Pengantar Syaikh Dr.Shalih bin Fauzan al Fauzan.
Dalam Muqaddimahnya beliau berkata:
"Pada tahun pertama di Abad 14, telah datang kpd kami sebuah Risalah yg Hina dan Ucapan2x Kotor Lagi Keji berjudul:
ad Durar as Saniyyah fi ar Raddi 'Ala al Wahhabiyyah buah Karya Mufti Makkah, yg Judul sepantasnya adalah..
Adh Dharar as Samiyyah Li Ihlak Ummah Muhammadiyyah .

Dia Melumuri Kitabnya dengan KEDUSTAAN, TUDUHAN KOSONG, dan Menganjurkan Do'a kepada Ahli Kubur, Menghalau Ahli Tauhid dengan Modal Kedustaan dan Kekejian, dan Memenuhi Halaman Kitabnya dengan Dongeng2x, Impian dan Khurafat.
Setiap Orang ber-Akal yang Membacanya pasti dapat Mengetahui bahwa itu adalah Kebathilan yg tidak diragukan, apalagi bagi orang yg Memiliki Ilmu Pengetahuan..."[Ta'yid al Malik al Mannan fi Naqdhi Dhalalat Dahlan hlm.23-24].
Wllahu Ta'ala a'lam..

Sumber: Ibid.
 
Mati, Meminta Syafaat, Kebutuhan, Kelonggaran, dan Keselamatan dari Petaka yg Tengah Menimpa, serta Perkara2x Lainnya yg dia Tunagkan dalam Tulisannya yg Penuh dengan Syubhat berjudul : "ad Durar as Saniyyah , Judul ini tidak sesuai dengan Isinya, yg Tepat adalah : "ASY SYUBAH AD DAHLANIYYAH FI MU'ARADHAH AL KITAB WA SUNNAH ..." [Fathul Mannan Fi Naqdhi Syubah adh Dhal Dahlan hlm.59].

Kesimpulannya, Kitab Dahlan ini (ad Durar as Saniyyah fi ar Raddi 'Ala al Wahhabiyyah) Berisi:
Pemutar balikkan Fakta yg dibangun Oleh Penulisnya diatas pondasi Kejahilan terhadap Dakwah Wahhabiyyah -tidak, Demi Allah, tetapi Dakwah Sunniyyah Salafiyyah- dia membolehkan Do'a kepada selain Allah dari kalangan para Nabi dan Orang2x yg Shalih yg Telah Meninggal Dunia, meminta Pertolongan kepada mereka dan Wisata Spiritual ke Kuburan mereka utk Ber-Do'a disana, dan dia Melumuri Kitabnya tersebut dengan Hadits2x Bathil dan cerita, Syair dan Impian yg Semu, serta berdalil dengan Dalil2x yg Shahih Namun Bukan Pada Tempatnya..Wallahul Musta'an.
Hanya Kepada Allah Ta'ala kita Mengadu.

Para Ulama2x Lainnya yg berpatisipasi dalam membantah dan Membongkar Kebohongan Dahlan adalah:

1.Syaikh Abdul Karim bin Fakhuruddin rahimahullah dalam sebuah Kitab yg berjudul: "al Haq al Mubin Fi ar Raddi 'Ala al Lahhabiyyah al Mubtadi'in, yg dicetak oleh percetakkan al Anshariyyah di Delhi .

2.Syaikh Sulaiman bin Sahman memeliki buku berupa Bait berjudul "al Mawahib ar Rabbaniyyah Fil Instishar Li ath Tha'ifah al Wahhabiyyah wa Raddi Adhalil asy Syubah ad Dahlaniyyah", Isinya Lebih dari Lima Ratus Bait..[Da'awi al Munawi'in Li Dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab hlm.51 oleh Abdul Aziz bin Muhammad Alu Abdil Lathif].
Wallahu a'lam..

Semoga Allah Ta'ala Merahmati Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah tatkala
Mengatakan:
"Semua Bentuk KESYIRIKAN dan beragam Corak KEBID'AHAN dibangun diatas KEBOHONGAN dan TUDUHAN DUSTA.Oleh karenanya, setiap orang yg Semakin jauh dari TAUHID & SUNNAH, maka dia akan Lebih Dekat kepada KESYIRIKAN, KEBID'AHAN & KEDUSTAAN.." [Iqtidha' Shirath Mustaqim: 2/281].

dan Alangkah Benarnya Ucapan al Hafizh Ibnul Qayyim rahimahullah:
"Janganlah engkau Takut akan TIPU DAYA Musuh..Karena Senjata mereka Hanyalah KEDUSTAAN..." [Al Kafiyah asy Syafiyah no.198].
Ummu Reza Salafi Muslimah


"Mereka hendak memadamkan Cahaya (Agama) Allah dengan Mulut (Ucapan2x) Mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang2X Kafir benci..."[QS.ash Shaf: 8].

6 comments:

  1. Artikel dalam blog al Al 'Asya'irah: http://al-ashairah.blogspot.com/2008/05/sheikh-ahmad-zaini-dahlan.htm ..yg menyanjung Shaikh Ahmad Zini Dahlan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyairah memang menyanjung Zaini sebab dia balun muhammad Abdul Wahab..itu aje

      Delete
  2. http://mukhlis101.multiply.com/journal/item/280?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

    ReplyDelete
  3. rasyid ridha termasuk ulama yang pro dan terpengaruh faham wahabi, namun juga mewarisi ide2 muhammad abduh. sementara tokoh2 yang anda kutip utk menilai kredibilitas sayyid ahmad zaini dahlan adalah tokoh2 wahabi modern.
    cobalah anda telaah dan cari pendapat2 para ulama yang sezaman dgn muhammad b abd wahhab ttg wahabi..

    apakah bukan suatu keanehan, seorg mufti makkah, bergelar al-bahr akmal, disebut "tukang fitnah"??

    ReplyDelete
  4. orang apa bukan....http://abunamira.wordpress.com/2010/10/20/kedustaan-terhadap-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahhab-rahimahullah/

    ReplyDelete