Showing posts with label taubat. Show all posts
Showing posts with label taubat. Show all posts

Sunday, August 25, 2013

Syarat Agar Taubat Diterima


Syarat Agar Taubat Diterima
Memang manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Namun manusia yang terbaik bukanlah manusia yang tidak pernah melakukan dosa sama sekali, akan tetapi manusia yang terbaik adalah manusia yang ketika dia berbuat kesalahan dia langsung bertaubat kepada Alloh dengan sebenar-benar taubat. Bukan sekedar tobat sesaat yang diiringi niat hati untuk mengulang dosa kembali. Lalu bagaimanakah agar taubat seorang hamba itu diterima?

Syarat Taubat Diterima

Agar taubat seseorang itu diterima, maka dia harus memenuhi tiga hal yaitu:

(1) Menyesal, (2) Berhenti dari dosa, dan (3) Bertekad untuk tidak mengulanginya.

Taubat tidaklah ada tanpa didahului oleh penyesalan terhadap dosa yang dikerjakan. Barang siapa yang tidak menyesal maka menunjukkan bahwa ia senang dengan perbuatan tersebut dan menjadi indikasi bahwa ia akan terus menerus melakukannya. Akankah kita percaya bahwa seseorang itu bertaubat sementara dia dengan ridho masih terus melakukan perbuatan dosa tersebut? Hendaklah ia membangun tekad yang kuat di atas keikhlasan, kesungguhan niat serta tidak main-main. Bahkan ada sebagian ulama yang menambahkan syarat yang keempat, yaitu tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut. sehingga kapan saja seseorang mengulangi perbuatan dosanya, jelaslah bahwa taubatnya tidak benar. Akan tetapi sebagian besar para ulama tidak mensyaratkan hal ini.

Tunaikan Hak Anak Adam yang Terzholimi
Jika dosa tersebut berkaitan dengan hak anak Adam, maka ada satu hal lagi yang harus ia lakukan, yakni dia harus meminta maaf kepada saudaranya yang bersangkutan, seperti minta diikhlaskan, mengembalikan atau mengganti suatu barang yang telah dia rusakkan atau curi dan sebagainya.

Namun apabila dosa tersebut berkaitan dengan ghibah (menggunjing), qodzaf (menuduh telah berzina) atau yang semisalnya, yang apabila saudara kita tadi belum mengetahuinya (bahwa dia telah dighibah atau dituduh), maka cukuplah bagi orang telah melakukannya tersebut untuk bertaubat kepada Alloh, mengungkapkan kebaikan-kebaikan saudaranya tadi serta senantiasa mendoakan kebaikan dan memintakan ampun untuk mereka. Sebab dikhawatirkan apabila orang tersebut diharuskan untuk berterus terang kepada saudaranya yang telah ia ghibah atau tuduh justru dapat menimbulkan peselisihan dan perpecahan diantara keduanya.

Nikmat Dibukanya Pintu Taubat

Apabila Alloh menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, maka Alloh bukakan pintu taubat baginya. Sehingga ia benar-benar menyesali kesalahannya, merasa hina dan rendah serta sangat membutuhkan ampunan Alloh. Dan keburukan yang pernah ia lakukan itu merupakan sebab dari rahmat Alloh baginya. Sampai-sampai setan akan berkata, “Duhai, seandainya aku dahulu membiarkannya. Andai dulu aku tidak menjerumuskannya kedalam dosa sampai ia bertaubat dan mendapatkan rahmat Alloh.” Diriwayatkan bahwa seorang salaf berkata, “Sesungguhnya seorang hamba bisa jadi berbuat suatu dosa, tetapi dosa tersebut menyebabkannya masuk surga.” Orang-orang bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi?” Dia menjawab, “Dia berbuat suatu dosa, lalu dosa itu senantiasa terpampang di hadapannya. Dia khawatir, takut, menangis, menyesal dan merasa malu kepada Robbnya, menundukkan kepala di hadapan-Nya dengan hati yang khusyu’. Maka dosa tersebut menjadi sebab kebahagiaan dan keberuntungan orang itu, sehingga dosa tersebut lebih bermanfaat baginya daripada ketaatan yang banyak.”

***

Penulis: Abu Hudzaifah Yusuf
Artikel www.muslim.or.id





Perbedaan Taubat dan Istighfar




Perbedaan Taubat dan Istighfar

Kita selalu butuh akan ampunan Allah karena kita adalah hamba yang tidak bisa lepas dari dosa. Dosa ini bisa gugur dengan taubat dan ucapan istighfar. Terlihat kedua amalan ini sama. Namun ada sedikit perbedaan mendasar yang perlu dipahami. Taubat lebih sempurna dan di dalamnya terdapat istighfar. Namun istighfar yang sempurna adalah jika diiringi dengan taubat.

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz –rahimahullah- menjelaskan,
Taubat berarti,
الندم على الماضي والإقلاع منه والعزيمة أن لا يعود فيه
“Menyesali (dosa) yang telah lalu, kembali melakukan ketaatan dan bertekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut lagi.” Inilah yang disebut taubat.

Sedangkan istighfar bisa jadi terdapat taubat di dalamnya dan bisa jadi hanya sekedar ucapan di lisan. Ucapan istighfar seperti “Allahummaghfirlii” (Ya Allah, ampunilah aku) atau “Astaghfirullah” (Ya Allah, aku memohon ampun pada-Mu).

Baca selengkapnya >> http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/perbedaan-taubat-dan-istighfar.html
 

Tuesday, October 26, 2010

Syarat TAUBAT

Syarat Taubat


Syarat-syarat untuk bertaubat:

1. Ikhlas.

2. Berhenti melakukan maksiat tersebut.

3. Menyesali dosa yang telah dilakukan.

4. Berazam untuk tidak mengulangi lagi.

5. Istighfar. (Mohon ampun kepada Allah)

6. Memenuhi hak bagi orang-orang yang berhak atau mereka melepaskan hak tersebut. Khusus untuk perbuatan dosa sesama manusia, jika berupa hutang yang belum dilunaskan, harus segera dilunaskan. Jika mengambil harta orang, wajib dikembalikan kepadanya. Jika berupa tuduhan atau mengumpat (ghibah), wajib minta maaf atau minta dihalalkan.

7. Taubat dilakukan pada masa diterima-nya taubat.


Masa diterimanya taubat adalah:

- Sebelum saat sakarotul maut.

- Sebelum Matahari terbit dari barat (tanda hari kiamat).

Rasulullah Saw telah bersabda:

Setiap anak Adam (manusia) mempunyai salah (dosa), dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat.” [HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah]

Sabda Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam :

Sesungguhnya Allah akan menerima taubat seorang hambaNya selama belum tercabut nyawanya.” (HR. At-Tirmidzi).

by Tazkirah

Sunday, October 24, 2010

Taubat..

TAUBAT


TAUBAT ialah kembali taat kepada ALLAH SWT dan menyesal dengan bersungguh-sungguh terhadap dosa yang telah dilakukan sama ada dosa besar mahupun dosa kecil serta memohon keampunan dari Allah. Setiap individu disuruh bertaubat untuk menyucikan diri dari dosa besar dan kecil, sama ada dilakukan dengan sengaja mahupun tidak.

Perintah ini banyak dimuatkan dalam al-Quran yang menunjukkan bahawa perkara ini amat penting.

ALLAH SWT berfirman yang bermaksud: "Sesungguhnya AlLLAH SWT suka kepada orang-orang yang bertaubat dan menjaga kebersihan."(Surah Al-Baqarah ayat 222)

FirmanNya lagi bermaksud: “Dan Dialah ALLAH yang menerima taubat daripada hamba-Nya yang bertaubat serta memaafkan kejahatan-kejahatan yang telah mereka lakukan. Dan Dia Maha Mengetahui apa yang kamu semua kerjakan.

(Surah as-Syura ayat 25)

FirmanNya lagi yang bermaksud: "Dan tidakkah mereka orang-orang munafik memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak pula mengambil pelajaran?" (Surah At-Taubah ayat 126).

Hukum bertaubat adalah wajib sama ada dosa kepada ALLAH s.w.t mahupun dosa sesama manusia. Jika dosa itu berkaitan dngan manusia, hendaklah meminta maaf daripada manusia terbabit. Sekirannya dosa berkaitan dengan harta benda, hendaklah dikembalikan harta tersebut kepada tuannya. Bertaubat kepada Allah hendaklah dilakukan dengan bersungguh-sungguh dan hati yang ikhlas kerana taubat yang tiada keikhlasan tidak mendatangkan apa-apa kesan terhadap individu terbabit. Taubat yang terbaik adalah taubat yang penuh penyesalan, keinsafan dan rasa rendah diri kepada Allah s.w.t. Di dalam Islam, digariskan cara-cara memohon keampunan dan rahmat Allah s.w.t :

  1. Menyesal, menginsafi & berazam tidak akan mengulangi dosa yang telah dilakukannya
  2. Beristighfar memohon keampunan Allah s.w.t
  3. Beramal kebajikan
  4. Mensyukuri nikmat Allah s.w.t.
  5. Berdoa memohon kesejahteraan hidup di dunia & hari Akhirat

Sebab-sebab Allah menerima taubat

  1. Allah s.w.t Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani
  2. Supaya hamba-Nya bersih daripada dosa dan memperoleh kebahagian di syurga kelak
  3. Supaya seseorang itu melakukan kebaikan dan mencegah dari kejahatan
  4. Orang yang bertaubat akan benci akan dosa-dosa lampaunya
  5. Orang yang bertaubat tidak akan mengulangi dosa-dosa lampaunya
  6. Hanya Allah s.w.t sahaja yang berhak mengampuni dosa hamba-Nya.

Tujuan taubat

  1. Diri suci dari dosa terutama pada hari perhitungan di akhirat kelak
  2. Ibadat yang dilakukan diterima Allah s.w.t.
  3. Dapat mengerjakan ibadat dengan sempurna
  4. Mendapat balasan yang baik pada hari akhirat
  5. Mendapat petunjuk dan hidayah dari Allah s.w.t.
  6. Jiwa dan perasaan tenang
by Muslim Thought