Wednesday, December 8, 2010

Jabat Tangan Dapat Tunjukkan Usia Seseorang?



Kekuatan cengkeraman dan kemampuan untuk bangkit dari kursi menunjuk resiko kematian yang dimiliki seseorang

Hidayatullah.com--Kekuatan jabat tangan Anda bisa menjadi petunjuk berapa lama Anda akan hidup, ujar para ilmuwan dari Universitas College, London.

Jabatan tangan ini menggambarkan keseimbangan hidup orang berusia tua, kekuatan cengkeraman dan kemampuan untuk bangkit dari kursi menunjuk pada resiko kematian yang dimilikinya. Mereka yang melakukan semua itu dengan lebih baik kemungkinan besar akan hidup lebih lama, British Medical Journal melaporkan.


Diharapkan melalui ujian yang sederhana ini dapat membantu para dokter untuk menemukan spot ‘yang beresiko’ pada pasien. Sejalan dengan waktu hal ini bisa menjadi relevan bagi orang muda untuk mendapatkan obat pencegahannya.

Penelitian yang dilaksanakan di Medical Research Council yang didanai oleh unit Lifelong Health and Ageing, digabungkanikan dengan hasil lebih dari 30 projek penelitian sebelumnya, dan melibatkan puluhan ribu orang yang melihat perkaitan ‘kemampuan fisik’ dan kematian.


Mereka yang terlibat dalam penelitian ini sebagian besar berusia di atas 60 tahun, dan tinggal di dalam komunitas masyarakat bukan di rumah sakit maupun di rumah perawatan. Para peneliti menemukan bahwa angka kematian selama periode penelitian adalah 67% lebih tinggi pada orang dengan kekuatan cengkeraman terlemah dibandingkan dengan cengkeraman yang kuat.

Kesimpulan ini berdasarkan 33 studi dari seluruh dunia, termasuk lebih dari 50.000 orang laki-laki dan wanita yang diikuti selama hamper 43 tahun.

Pola serupa ditemukan dalam penelitian lain, dimana pejalan kaki yang melangkah paling lambat hampir tiga kali lebih mungkin meninggal dibandingkan yang berjalan paling cepat. Mereka yang paling lambat bangkit dari kursi, dua kali lipat tingkat kematian dibandingkan dengan mereka yang bangkit dengan cepat dari tempat duduk saat berdiri.


Bahkan menyeimbangkan diri dengan menggunakan satu kaki tampaknya juga dihubungkan dengan penurunan resiko kematian. Meskipun kelemahan cengkeraman yang dibarengi dengan penyakit dan kesehatan yang menurun secara keseluruhan dapat menjelaskan banyak perbedaan, dalam hal kekuatan perbedaan pegangan tangan, tingkat kematiannya adalah nyata bahkan pada beberapa orang di bawah usia 60 tahun yang secara fisik tidak menunjukkan tanda-tanda adanya masalah kesehatan.


Profesor Avan Aihie Sayer, seorang geriatrician dan wakil penulis studi yang dilakukan Southampton University, mengatakan bahwa dirinya saat ini mendorong penggunaan yang lebih luas akan tindakan menggenggam tangan pasien di rumah sakit sebagai cara menyelamatkan para pasien dengan masalah kesehatan yang lebih serius.


Sayer mengatakan, Salah satu bagian terbaru dari penelitian yang dilakukan di rumah sakit menemukan bahwa perbedaan dalam kekuatan cengkeraman bahkan terkait dengan lamanya tinggal di rumah sakit, dan menjadi sebuah penemuan yang cukup penting.


Saat ini kita sedang membicarakan orangtua yang lemah, tetapi dengan waktu yang ada hal ini menjadi relevan bagi mereka yang muda sebagai pencegahan.

Sayer mengatakan beberapa studi menyarankan mungkin saja untuk mengidentifikasi perbedaan yang signifikan dalam kekuatan cenkeraman bahkan pada orang yang berusia jauh lebih muda untuk menunjuk ke masalah kesehatan masa depan.


Dr Rachel Cooper dari Medical Research Council's Unit for Lifelong Health and Ageing, yang memimpin penelitian ini mengemukakan, langkah-langkah seperti ini dapat membantu para dokter mengidentifikasi mereka yang paling rentan terhadap gangguan kesehatan di kemudian hari. [lip/independent/cha/hidayatullah.com]

No comments:

Post a Comment